MANAGED BY:
SELASA
04 AGUSTUS
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

BENUANTA

Sabtu, 20 Juni 2020 17:38
Merkuri Ancam Kesehatan Penambang Emas

DLH: Dampak Baru Muncul 5-7 Tahun

PROKAL.CO,

TANJUNG SELOR – Tambang emas ilegal di Kecamatan Sekatak, Kabupaten Bulungan kerap menjadi target operasi Kepolisian Resor (Polres) Bulungan. Beberapa kali ungkapan kasus pertambangan ilegal tersebut, salah satu dari banyak barang bukti yang disita polisi adalah merkuri. 

Diberitakan sebelumnya, Kapolres Bulungan Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Teguh Triwantoro menegaskan bahwasanya paparan merkuri ke tubuh manusia bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan yang serius seperti gangguan fungsi saraf, paru-paru, hati, ginjal, dan jantung. 

Perihal tersebut, Kepala Seksi (Kasi) Limbah Bahan Berbahya dan Beracun (B3) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kaltara, Jurham mengatakan, penggunaan logam berat tersebut di tambang emas akan mulai dirasakan dampaknya pada manusia dalam kurun waktu lima sampai tujuh tahun. 

“Penambang sama sekali tidak menyadari kalau penyebaran merkuri tersebut akan masuk  melalui pori-pori di tangan. Bisa juga melalui penguapan sifatnya secara akumulasi. Dan jangka waktu merkuri dalam tubuh manusia secara teori lima sampai tujuh tahun, sesudah itu baru muncul gejala dampak," tutur Jurham, Jumat (19/6).

Penggunaan merkuri atau air raksa oleh penambang untuk memisahkan bijih emas dari bebatuan sampai dengan proses pemurniannya, sangat beresiko tinggi bagi si penambang, juga terhadap lingkungan hidup. Ia mencontohkan, penyakit Minamata atau Sindrom Minamata atau sindrom kelainan fungsi saraf yang disebabkan oleh keracunan akut air raksa di Jepang, yang dikenal dengan tragedi Minamata. 

“Contoh kasus seperti di Jepang, salah satu perusahaan produksi baterai, limbah pabriknya dibuang ke laut terus dimakan oleh biota laut seperti ikan. Selanjutnya ikan tersebut dikonsumsi oleh manusia secara tidak langsung ada penyebaran merkuri antara ikan kepada manusia. Kasus lain, misalkan seorang ibu terkena merkuri bisa berdampak pada anaknya yang disusui,” ujarnya. 

Halaman:

BACA JUGA

Senin, 03 Agustus 2020 21:21

Beragam Objek Wisata Butuh Suntikan Anggaran

TANJUNG SELOR - Peremajaan sektor pariwisata di Kabupaten Bulungan dipandang…

Senin, 03 Agustus 2020 19:30

Klaim Asuransi Jasa Raharja Turun

TANJUNG SELOR - Jumlah klaim pembayaran asuransi yang dibayarkan melalui…

Minggu, 02 Agustus 2020 15:46

September, PJJ Dievaluasi

TANJUNG SELOR - Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), akan dievaluasi kembali…

Minggu, 02 Agustus 2020 15:44

Kompetensi Harus Jadi Pertimbangan

TANJUNG SELOR - Seleksi Jabatan Pejabat Tinggi (JPT) Pratama di…

Sabtu, 01 Agustus 2020 20:14

Polres Sembelih 10 Ekor Sapi

TANJUNG SELOR - Polres Bulungan melakukan pemotongan sapi kurban sebanyak…

Sabtu, 01 Agustus 2020 20:14

Ekspor Kepiting Mulai Menggairahkan

TARAKAN -Pembukaan musim ekspor kepiting ke Malaysia pada tahun ini…

Sabtu, 01 Agustus 2020 20:13

Salurkan Daging Kurban ke 5.000 Warga

TARAKAN – Di tengah pandemi Covid-19, pelaksanaan dan pendistribusian daging…

Rabu, 29 Juli 2020 19:24

Pemprov Tetap Tindaklanjuti Aspirasi Buruh

TANJUNG SELOR - Federasi Konstruksi Umum Dan Informal (FKUI) yang…

Rabu, 29 Juli 2020 19:09

Di Sini, Diskon Tarif Listrik Diperpanjang

TANJUNG SELOR - Pemerintah telah memperpanjang diskon tarif listrik prabayar…

Selasa, 28 Juli 2020 20:27

Hendro Dituntut 20 Tahun Penjara

TARAKAN – Terdakwa kasus kepemilikan sabu 2,4 kilogram (kg) atas…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers