MANAGED BY:
SENIN
27 SEPTEMBER
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Senin, 29 Juni 2020 18:51
21 Nakes dan 1 ASN Terpapar Corona

Masa Berlaku Rapid Test 14 Hari

TANJUNG SELOR – Pandemi Covid-19 di Kaltara belum reda. Bahkan, tenaga kesehatan (Nakes) menjadi klaster baru di Kaltara. 

Nakes yang terpapar Covid-19 merupakan berjenis kelamin perempuan, masing-masing berinisial TA (32), WSP (24) dan EE (33). Ketiganya nakes di Tarakan. Selanjutnya, MT (49) laki-laki dan NZ (26) perempuan merupakan kontak erat nakes. 

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kaltara, Agust Suwandy menyebutkan, tenaga kesehatan terpapar Covid-19 sebanyak 21 orang. Meliputi, 4 orang di Tana Tidung, 1 orang di Bulungan dan 16 orang di Tarakan. Namun, belum bisa dipastikan kapan nakes tersebut terpapar. Sebagai garda terdepan, memang rentan terpapar.

“Mereka sudah menerapkan pemakaian APD (Alat Pelindung Diri) sesuai standar,” ujar Agust, Minggu (28/6). Menurut dia, transmisi atau penularannya bisa saja terjadi antar nakes itu sendiri.

Selain nakes di Tarakan, terdapat tambahan satu pasien positif di Bulungan. Pria berinisial HN (42) merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemprov Kaltara. Sebelumnya, berdasarkan hasil screening dengan rapid, HN dinyatakan reaktif dan sudah dikarantina di Bandiklat Bulungan.

“Kami serahkan ke Bulungan untuk tracing kontak. Ini baru dikirim hasil lab TCM RSUD Tarakan,” ungkapnya. Dugaan sementara, pasien tersebut merupakan transmisi lokal.

Tim Gugus Tugas pun mendapat hasil dari pengujian swab pada 3 pasien. Ketiganya yakni NVW (47) perempuan di mana merupakan kontak erat Klaster Retreat GKII Langap di Malinau. Kemudian AHS (35) laki-laki dari Klaster JT Gowa dan RS (35) perempuan merupakan kontak erat Klaster JT Gowa.

“Hari ini (kemarin, Red) tambah 3 sembuh dan 5 positif Covid-19,” sebutnya. Jumlah kasus konfirmasi positif di Kaltara menjadi 202 orang, sembuh 157 orang dan kasus positif meninggal 2 orang. Masih menjalani perawatan 43 orang, dengan persentase kesembuhan 78,5 persen. 

Sementara itu, perkembangan kasus Covid-19) di Tarakan menunjukkan grafik turun naik. Meskipun ada yang positif, namun ada juga yang dinyatakan sembuh. 

“Terdapat penambahan dua kasus yang terkonfirmasi sembuh Covid-19,” sebut Jurus Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tarakan, dr Devi Ika Indriarti M.Kes saat press rilis, Minggu (28/6). 

Kedua pasien tersebut yakni yakni Covid-20 inisial AHS, laki-laki (35), dan Covid-41 seorang perempuan berinisial RS (41). Dengan tambahan tersebut, jumlah pasien yang sudah sembuh sebanyak 43 orang, dari total 76 pasien terkonfirmasi positif. 

Sementara itu, kemarin juga terdapat penambahan lima kasus terkonfirmasi positif. Mereka adalah N (perempuan/26), WSW (perempuan/26), TA (perempuan/32) Kelurahan Sebengkok, M (laki-laki/49) dan EE (perempuan/33). 

“Di antara yang lima orang itu. Tiga pasien merupakan tenaga kesehatan dari UPT Dinas Kesehatan. Sedangkan dua orang pengembangan dari tracing kasus Covid yang sebelumnya,” beber Devi. 

Khusus nakes, tambahan tiga orang membuat jumlah yang terkonfirmasi positif sebagai 13 orang. Namun empat orang sudah dinyatakan sembuh. Sisanya masih menjalani perawatan. 

Meningkatnya kasus positif, menurut Devi, setelah melakukan pemeriksaan swab secara masif kepada nakes dan orang-orang yang berisiko tinggi. Hasilnya ditemukan beberapa kasus yang positif. 

Mereka yang berisiko tinggi, tidak hanya nakes. Tetapi, juga petugas yang sering berhadapan dengan orang. Seperti Satpol Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). 

Di sisi lain, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tarakan segera mengadopsi Surat Edaran (SE) Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional Nomor 9 Tahun 2020 tentang  Perubahan Atas Surat Edaran Nomor 7 Tahun 2020 Tentang Kriteria dan Persyaratan Perjalanan Orang Dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Produktif dan Aman Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Di antaranya, masa berlaku hasil rapid test untuk persyaratan perjalanan orang dalam negeri kini ditambah. Dari semula hanya 3 hari, menjadi 14 hari. 

“Persyaratan perjalanan orang dalam negeri dengan menunjukkan uji tes PCR. Dengan hasil negatif atau surat keterangan uji rapid test, hasil non reaktif yang berlaku 14 hari pada saat keberangkatan,” pungkasnya. (fai/mrs/uno) 


BACA JUGA

Kamis, 19 November 2015 18:03

Penghitungan Suara Gunakan Sistem Online

<p><strong>TANJUNG SELOR</strong> &ndash; Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Utara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers