MANAGED BY:
SELASA
04 AGUSTUS
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

PEMERINTAHAN

Selasa, 07 Juli 2020 17:42
Status IDM 2019, Desa Sangat Tertinggal di Kaltara Sisa 26

PROKAL.CO,

TANJUNG SELOR – Status Indeks Desa Membangun (IDM) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) Tahun 2019 melebihi target yang ditentukan pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kaltara Tahun 2016-2021. Utamanya, berkurangnya desa sangat tertinggal dari 14,31 persen menjadi 5,82 persen. 

Dituturkan kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Provinsi Kaltara, H Amir Bakry, pada akhir 2019 jumlah desa sangat tertinggal di Kaltara mencapai 64 desa. “Jumlah tersebut menurun, setelah beberapa hari lalu kembali dilakukan validasi sehingga tersisa 26 desa sangat tertinggal,” katanya.

Dipastikan Amir, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara terus berupaya untuk meningkatkan status IDM hingga tidak ada lagi desa yang berstatus sangat tertinggal, desa tertinggal, desa berkembang, desa maju hingga semua desa menjadi desa mandiri. “Sisa 26 desa yang berstatus desa sangat tertinggal, masing-masing 2 desa di Malinau (Malinau Selatan) dan 24 desa di Nunukan (Lumbis Ogong dan Krayan), karena terbatasnya transportasi disana,” ucapnya.

Lebih jauh, Amir menyebutkan bahwa pada 30 Juni lalu, DPMD, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian Pembangunan (Bappedalitbang) dan Tenaga Ahli (TA) Provinsi Kaltara telah melakukan penandatanganan berita acara hasil validasi status IDM Provinsi Kaltara. Dan, Kaltara masuk 10 besar dari 34 provinsi yang berhasil update IDM 100 persen. “Status IDM 2019 ini merupakan hasil berita acara rekapitulasi di Provinsi Kaltara. Untuk status desanya, masih menunggu Surat Keputusan (SK) penetapan dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) pada bulan ini,” ulasnya.

Guna diketahui, ada 3 kriteria utama yang menentukan peningkatan status desa, yakni indikator ekonomi, sosial dan ekologi. Hal inilah yang membuat koordinasi dan sinergitas antar OPD sangat dibutuhkan. “Kami juga terbantukan oleh para pendamping lokal desa pada 447 desa di Kaltara, karena menjadi ujung tombak dalam menjalankan program pembangunan desa,” tutupnya. (humas)


BACA JUGA

Senin, 03 Agustus 2020 21:27

Kaltara Dapat Telur dari Kementan, Selanjutnya 4 Tahap Lagi

TANJUNG SELOR - Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mendapatkan bantuan distribusi…

Senin, 03 Agustus 2020 21:26

Siapkan Rp 5 M Perlebar Jalan Pelabuhan Tunon Taka

RUAS jalan di depan Pelabuhan Tunon Taka, Kabupaten Nunukan bakal…

Senin, 03 Agustus 2020 21:25

5.783 Warga Manfaatkan Rapid Test Gratis Pemprov Kaltara

TANJUNG SELOR – Salah satu program andalan Pemerintah Provinsi (Pemprov)…

Senin, 03 Agustus 2020 21:23

KIPI Tanah Kuning - Mangkupadi untuk Masa Depan Indonesia

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) dengan didukung penuh Pusat…

Senin, 03 Agustus 2020 14:25

TOP..!! Pembangunan Jalan Perbatasan Dilanjutkan

Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) secara…

Rabu, 29 Juli 2020 19:41

Jelang Iduladha, DPKP Gelar Pangan Murah

TANJUNG SELOR – Menjelang perayaan Iduladha 1441 H, Dinas Pertanian…

Rabu, 29 Juli 2020 19:40

Jalan Bebas Hambatan KIPI Sudah Terbangun 27,515 KM

TANJUNG SELOR – Salah satu sarana pendukung untuk mempercepat pembangunan…

Rabu, 29 Juli 2020 19:35

Listrik di Kampung Baru Sudah 24 Jam, Irianto Ajak Warga Selalu Bersyukur

Dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, Senin (27/7) lalu, Gubernur Kalimantan…

Rabu, 29 Juli 2020 19:33

Di Selisun, Gubernur Resmikan Masjid Darul Faidzin

NUNUKAN – Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie meresmikan Masjid…

Senin, 27 Juli 2020 21:24

Dikucur Rp 42 M, RSP Tana Lia Selesai Akhir Tahun Ini

TANJUNG SELOR – Rumah Sakit Pratama (RSP) Kecamatan Tana Lia,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers