MANAGED BY:
SENIN
30 NOVEMBER
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Rabu, 21 Oktober 2020 20:25
Rumpon Milik Nelayan Filipina Diduga Masuk Perairan Indonesia
RUMPON MILIK FILIPINA. Tim patroli Stasiun PSDKP Tarakan saat menemukan rumpon milik warga negara Filipina di perairan Sulawesi, Minggu (18/10) lalu.

PROKAL.CO,

TARAKAN – Rumpon yang diduga milik nelayan Filipina diamankan Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Tarakan. Rumpon merupakan salah satu jenis alat bantu penangkapan ikan yang dipasang dilaut, baik laut dangkal maupun laut dalam. Pemasangan tersebut dimaksudkan untuk menarik gerombolan ikan, agar berkumpul disekitar rumpon. Sehingga ikan mudah untuk ditangkap. 

“Sebanyak 4 buah rumpon yang kita amankan di sekitaran perairan laut Sulawesi. Wilayah perairan ini berbatasan langsung dengan perairan Filipina. Makanya kita duga, rumpon ini milik nelayan Filipina,” jelas Kepala Stasiun PSDKP Tarakan, Akhmadon. Rumpon berhasil diamankan setelah Stasiun PSDKP Tarakan lakukan patroli di wilayah perairan Indonesia, yang berbatasan langsung dengan Filipina. Patroli menggunakan Kapal Pengawas Perikanan KP HIU 07. “Dari empat rumpon yang dipasang dan kita temukan ini, semuanya didapati tidak memiliki izin,” tegasnya.

Rumpon tersebut diduga tidak memiliki Surat Izin Pemasangan Rumpon (SIPR), sesuai Permen KP Nomor 26/Permen-KP/2014 tentang Rumpon. Lokasi keempat rumpon diamankan pertama sekira pukul 10.08 Wita pada 03° 52,847" LU - 118° 36,270" BT. Rumpon kedua di 03°52,602" LU - 118° 37,127" BT ditemukan sekira pukul 10.20 Wita. Kemudian rumpon ketiga sekira pukul 10.42 Wita pada 03° 53,421" LU - 118° 39,102" BT Pkl. 10.42 Wita dan rumpon keempat pada 03° 53,325" LU - 118° 39,429" BT sekira pukul 10.51 Wita. 

Rumpon yang ditemukan ini, lanjut Akhmadon, berbeda dengan ciri-ciri rumpon milik nelayan Indonesia. “Makanya kami langsung mengamankan rumpon itu dan membawa ke kantor PSDKP Tarakan, untuk penindakan lebih lanjut,” bebernya. 

Rumpon tersebut diduga tidak memiliki Surat Izin Pemasangan Rumpon (SIPR), sesuai Permen KP. No. 26/Permen-KP/2014 tentang Rumpon. Pengambilan rumpon milik nelayan asing, sebagai barang hasil pengawasan sesuai Perdirjen PSDKP Nomor 8 tahun 2020 tentang Penanganan Barang Hasil Pengawasan. 

Rumpon ini biasanya digunakan nelayan untuk meningkatkan hasil tangkapan ikan. “Kan nantinya akan diambil oleh para nelayan asing,” imbuhnya. 

Halaman:

BACA JUGA

Minggu, 29 November 2020 21:02

Natal dan Tahun Baru, Diprediksi Tak Ada Lonjakan Penumpang

TARAKAN – Pembukaan Pos Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru)…

Sabtu, 28 November 2020 15:06

121 Pegawai RSUD Tarakan Terpapar Covid-19

TARAKAN – Jumlah pegawai Rumah Sakit Umum (RSUD) Tarakan yang…

Jumat, 27 November 2020 16:07

Berharap Ada Solusi Usia Lebih 35 Tahun

TARAKAN - Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Tarakan Endah…

Jumat, 27 November 2020 15:11

Pelaku Pencurian Teridentifikasi

TERHADAP pelaku pencurian uang senilai Rp 550 juta sudah terindetifikasi…

Senin, 23 November 2020 21:08

Isu Penerapan Denda Hoaks

TARAKAN - Beredarnya isu penegakan disiplin protokol kesehatan dengan penerapan…

Sabtu, 21 November 2020 21:44

Penuhi Tenaga Perawat di RSUKT

TARAKAN – Permohonan bantuan perawat Rumah Sakit Umum Kota Tarakan…

Sabtu, 21 November 2020 21:43

Siapkan Lahan Topang Pangan IKN

TARAKAN – Rencana pemindahan ibu kota negara (IKN) ke Kaltim,…

Sabtu, 21 November 2020 21:38

Prajurit Yonmarhanlan XIII Ditempa Latihan Operasi

TARAKAN – Latihan secara acak kepada prajurit dilakukan Batalyon Marinir…

Jumat, 20 November 2020 20:37

Ada Transaksi Rp 3 M di Kasus Sabu 2,9 Kg

TARAKAN - Sidang di Pengadilan Negeri Tarakan, Kamis (19/11) terhadap…

Jumat, 20 November 2020 20:30

Kapal Barang Diarahkan ke KIPI

TARAKAN – Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) yang berada…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers