MANAGED BY:
RABU
27 JANUARI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

BENUANTA

Sabtu, 28 November 2020 14:53
Rapid Test Massal Sasar KPPS
Ilustrasi

PROKAL.CO,

TANJUNG SELOR – Guna memastikan kesehatan penyelenggara, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalimantan Utara (Kaltara) melakukan rapid test massal terhadap penyelenggara adhoc. Seperti Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS), dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Komisioner KPU Kaltara divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan SDM, Hariyadi Hamid menyampaikan, rapid test pada tingkatan KPPS saat ini sedang berjalan. Sementara di tingkatan PPS dan PPK sudah rampung beberapa pekan lalu.

Rapid tes kepada KPPS beberapa wilayah yang sudah rampung seperti di Kota Tarakan mulai 17-23 November lalu. Kabupaten Tana Tidung (KTT) sudah dilaksanakan, mulai 23-24 November. Bulungan mulai hari ini dan ditargetkan akan rampung satu hari ke depan. Malinau pun demikian dan diperkirakan rampung hingga 29 November mendatang.

Sedang Wilayah Nunukan mengingat akses geografisnya cukup luas, maka sudah dilakukan jauh-jauh hari sejak 21-30 November. “Berdasarkan informasi yang ada, beberapa anggota KPPS itu ada yang reaktif. Bagi yang kategori reaktif maupun yang menolak untuk dilakukan rapid test, maka yang bersangkutan akan kami ganti. Indikatornya ada dua, yaitu hasilnya reaktif dan tidak mau di rapid test. Karena niatnya baik untuk memastikan bahwa pelaksanaan pemilihan khususnya penyelenggara ini sehat dan aman,” terang Hariyadi, Jumat (27/11).

Lanjut dikatakan, setiap TPS diisi 7 orang KPPS, ditambah dengan 2 orang keamanan (Linmas) sehingga jumlahnya  9 orang. Jumlah tersebut sudah termasuk dalam penyelenggara di tingkat KPPS, Jika kemudian dari jumlah tersebut ada yang reaktif, maka akan dilakukan pergantian dengan personel yang baru. Pada proses rekrutmen banyak yang mendaftar, setiap daerah jumlahnya bervariasi.

Selain itu, syarat sebagai anggota KPPS berdasarkan regulasi yang ada, bicara pembatasan usia minimal 20 tahun dan maksimal 50 tahun.

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 26 Januari 2021 20:28

Selama 2020, yang Menjanda di Bulungan Turun

TANJUNG SELOR – Pengadilan Agama Tanjung Selor selama tahun 2020…

Selasa, 26 Januari 2021 20:23

Sikapi Soal Pendistribusian

PEMERINTAH Kota (Pemkot) menyikapi serius persoalan pendistribusian tabung LPG 3…

Selasa, 26 Januari 2021 11:40

Tentara Gadungan Ketahuan Mencuri

SEORANG tentara gadungan berinisial ZL dibekuk personel Kodim 0907 Tarakan…

Senin, 25 Januari 2021 21:36

Pantai Lima Putra jadi Primadona Baru

TANJUNG SELOR - Objek wisata Pantai Lima Putra di Desa…

Senin, 25 Januari 2021 21:33

Warga Minta Jalan Poros Tanjung Palas Timur Diperbaiki

TANJUNG SELOR - Hampir sepanjang jalan poros menuju Desa Binai,…

Senin, 25 Januari 2021 21:31

Dishub Usulkan 6 Trayek Baru

TANJUNG SELOR – Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara)…

Senin, 25 Januari 2021 21:30

TKA Dialihkan ke Pemkab Bulungan

TANJUNG SELOR – Pengelolaan Taman Kayan Abadi (TKA) di Jalan…

Minggu, 24 Januari 2021 20:12

Targetkan 5 Pos Lintas Negara di Long Nawang

TARAKAN - Kantor Imigrasi Kelas II Tarakan, menargetkan pembukaan pos…

Jumat, 22 Januari 2021 11:53

Hujan Deras, Satu Rumah Ambles

TARAKAN - Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Tarakan sejak…

Jumat, 22 Januari 2021 11:52

Di Tarakan, Baru Dua Parpol Serahkan LPj Bantuan Keuangan Parpol

BADAN Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Tarakan mengingatkan partai politik…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers