MANAGED BY:
MINGGU
28 FEBRUARI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Selasa, 15 Desember 2020 15:35
Diincar Sejak November, Polisi Bekuk Penyuplai Sianida ke Penambang Emas Ilegal di Kaltara
SIANIDA: Tersangka MU (tengah) saat diamankan personel Polda Kaltara di Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada 3 Desember lalu. Kini tersangka sudah mendekam di Rutan Polres Bulungan.

PROKAL.CO,

TARAKAN – Puluhan kaleng sianida dengan berat masing-masing 30 kg dan 50 kg diamankan personel Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kaltara dari tersangka berinisial MU di Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada 3 Desember lalu.

Kapolda Kaltara Irjen Pol Bambang Kristiyanto melalui Direktur Reskrimsus Kombes Pol Thomas Panji Susbandaru menjelaskan, sianida yang diamankan dari tersangka rencananya akan dijual ke penambang emas illegal yang ada di Kaltara.

“Penambang emas ilegalnya sudah kita amankan sebelum ini. Sianidanya digunakan untuk mengumpulkan emas. Jadi, dari tanah setelah diberikan sianida baru emasnya berkumpul. Seperti menarik emas,” ujarnya. Setiap satu drum sianida dengan berat 30 kg dijual tersangka seharga Rp 7 juta. Sebelum dijual di Kaltara, tersangka membeli sianida ini di Jakarta menggunakan perusahaan fiktif. Usaha ini diakui tersangka sudah dijalani hampir setahun. Setelah kasus tersebut dalam penyelidikan kepolisian, tersangka mangkir dari panggilan pertama.

“Di Jakarta kan banyak orang beli, tapi punya izin. Ini tidak berizin, makanya kita lidik,” tegasnya. Setelah dua kali panggilan dan tersangka tidak hadir, MU kemudian dipanggil lagi sebagai tersangka. Namun masih tidak memenuhi panggilan penyidik.

Pria tersebut kemudian diketahui melarikan diri ke Bogor, Jawa Barat. Maka dari itu Polda Kaltara melakukan pengejaran sejak akhir November. “Panggilan pertama kami tidak tahu larinya ke mana. Sebenarnya tersangka ini orang Bogor, cuma punya identitas Sekatak, Bulungan,” tuturnya.

Saat proses penangkapan dilakukan, lanjut Thomas, tidak ada perlawanan dari tersangka. Tersangka terancam hukuman 5 tahun penjara dan denda Rp 5 miliar dengan sangkaan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan.

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 27 Februari 2021 22:04

Mampu Hancurkan Limbah Medis 1 Ton per Hari

TARAKAN – Pengolahan limbah medis menjadi salah satu unit usaha…

Sabtu, 27 Februari 2021 22:03

Residivis Kembali Masuk Bui

TARAKAN – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tarakan membekuk pelaku…

Sabtu, 27 Februari 2021 22:00

Ditangkap Terus Menerus, Ikan Nomei Terancam Punah

TARAKAN – Ikan Nomei menjadi salah satu jenis ikan khas…

Sabtu, 27 Februari 2021 21:54

Bocah 9 Tahun Butuh Perhatian

NUNUKAN – Bocah berusia 9 tahun, Ruslan, penyandang disabilitas mental…

Jumat, 26 Februari 2021 21:58

Gelanggang Perjudian Sabung Ayam Dibakar

TARAKAN - Personel gabungan Polres Tarakan menggerebek lokasi judi sabung…

Jumat, 26 Februari 2021 21:56

RDP Berlangsung Alot

NUNUKAN – Puluhan tenaga honorer di Nunukan diberhentikan tanpa alasan…

Jumat, 26 Februari 2021 21:48

Hoaks, Santunan Korban Covid-19

TARAKAN – Pemerintah Pusat menyiapkan santunan bagi korban Covid-19 yang…

Rabu, 24 Februari 2021 21:20

Mendiang Asmah Ghani Miliki 2 Keinginan

NUNUKAN – Kabar duka datang dari ruang DPRD Kalimantan Utara,…

Selasa, 23 Februari 2021 22:33

Tahap Dua Vaksinasi di Tarakan Masih Didata

TARAKAN – Tahap pertama vaksinasi Covid-19 telah selesai terlaksana di…

Selasa, 23 Februari 2021 22:30

Terkait Perkara Tipikor PDAM Tarakan, Minta Majelis Hakim Tolak Eksepsi

TARAKAN - Sidang perkara tindak pidana korupsi (Tipikor) PDAM Tarakan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers