MANAGED BY:
JUMAT
05 MARET
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

BENUANTA

Kamis, 14 Januari 2021 14:17
Swab PCR Masih Standar Diagnosa
Ilustrasi

PROKAL.CO,

TANJUNG SELOR - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Kaltara Agust Suwandy menegaskan, rapid test bukan untuk menentukan diagnosis seseorang terjangkit Covid-19 atau tidak.

Ia menegaskan, jika hasil rapid test reaktif, belum tentu positif Covid-19. Maka untuk menentukan atau memastikannya harus dilanjutkan dengan pemeriksaan PCR (Polymerase Chain Reaction).

"Jika non reaktif tetapi ada gejala-gejala ke arah Covid-19, juga harus dilanjutkan pemeriksaan swab PCR,” kata Agust, baru-baru ini.

Ia menambahkan, rapid antibodi, rapid antigen, dan PCR swab memiliki perbedaan masing-masing. "Rapid antibodi sampel yang diambil berupa darah. Tujuannya mendeteksi antibodi IGC dan IGM untuk melawan Covid-19. Durasi waktu hasil dikeluarkan sekitar 15 menit, dengan tingkat sensitivitas mencapai 60 sampai 70 persen," bebernya.

Adapun rapid test antigen, sampel yang diambil berupa lendir dari hidung dengan menggunakan metode mendeteksi protein virus yang ada di kulit virus corona. Durasi waktu hasil dikeluarkan sekitar 25 menit dengan tingkat sensitivitas atau akurasinya sekitar 92 persen.

“Berbeda dengan PCR swab test. Ini sampel yang diambil berupa lendir dari hidung dan juga dari tenggorokan dengan metode deteksi materi genetik virus lewat RNA. Durasi waktu sekitar satu sampai tiga hari dan juga tingkat sensitivitas mencapai angka 99 persen,” ujarnya.

Halaman:

BACA JUGA

Jumat, 20 November 2015 18:16

165 Calon Banpol PP Tak Lolos Tes Fisik

<p><strong>TANJUNG SELOR</strong> &ndash; Sebanyak 165 orang calon anggota Bantuan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers