MANAGED BY:
SABTU
25 SEPTEMBER
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Jumat, 07 Mei 2021 21:49
Volume Sampah 140 Ton Per Hari
VOLUME SAMPAH: Terjadi peningkatan volume sampah hingga 141 ton per hari di TPA Hake Babu selama Ramadan.

TARAKAN - Volume sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Hake Babu meningkat hingga 10 persen. Kemasan makanan , khususnya takjil di bulan Ramadan mendominasi jenis sampah. Selain sampah organik untuk sampah anorganik pun meningkat. 

Kepala UPT TPA Hake Babu Abdul Muin menjelaskan, peningkatan volume sampah dikarenakan meningkatnya jumlah kebutuhan masyarakat di Ramadan ini. 

“Dibandingkan Ramadan tahun lalu, kan ada lockdown dan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Ramadan tahun ini penjualan takjil banyak sekali. Jadi jumlahnya lebih banyak tahun ini,” jelas Abdul, Kamis (6/5).

Bahkan, menurut Abdul, toko kemasan semakin banyak. Sehingga semua jenis makanan yang siap saji dikemas menggunakan plastik. Sehingga, ada sekitar 60 persen sampah yang ada merupakan sampah anorganik, termasuk bahan plastik. Peningkatan volume sampah ini diperkirakan masih terjadi hingga menjelang Idulfitri. 

“Alat rumah tangga atau furniture yang diganti, kan ke TPA juga tempatnya. Pada Maret saja, rata-rata volume sampah yang masuk 137 ton per hari. Tapi di April lalu, rata-rata volume sampah meningkat menjadi 141 ton per hari,” sebutnya. 

Diperkirakan setelah Idulfitri volume sampah akan meningkat. Dikarenakan keterlambatan pengambilan sampah. Pasalnya, Idulfitri pertama dan kedua jumlah petugas yang mengambil dan mengangkut sampah tidak semuanya bekerja. Biasanya hanya untuk yang beragama non muslim yang bekerja. 

“Ada konsumsi berlebihan tidak terlalu berpengaruh. Biasanya, pekerja kami banyak yang libur, jadi laporannya meningkat. Hanya di hari kedua atau ketiga meledak jumlah sampahnya. Karena hari pertama dan kedua untuk pengangkutan belum stabil karena masih silaturahmi," ungkapnya.

Abdul berharap masyarakat bisa menyimpan sampah di dalam rumah sementara. Dipisah dengan rapi, agar tidak berhamburan di depan rumah karena keterlambatan pengangkutan. Pengangkutan tetap ada, cuma tidak maksimal. Sebagian pekerja ada yang beragama lain, jadi bisa mengkafer. (sas/uno)


BACA JUGA

Jumat, 24 September 2021 20:54

Kembangkan Metode Konvensional

TARAKAN - Upaya mendapatkan darah plasma konvalesen ke depan tidak…

Jumat, 24 September 2021 20:51

Gara-Gara Gas Motor, Empat Pelaku Aniaya dan Menikam Korban

TARAKAN – Hanya karena persoalan sepele, empat pelaku lakukan aksi…

Kamis, 23 September 2021 16:59

Masih Terkendala Demografi, Target Vaksinasi Belum Tercapai di Kaltara

TARAKAN – Kuota 1.000 dosis vaksin jenis Sinovac didistribusikan bagi…

Kamis, 23 September 2021 16:57

Pemkot Tarakan Fokus Perkara di PTUN

TARAKAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan menegaskan akan banding terhadap…

Kamis, 23 September 2021 16:39

Peduli Kesehatan Anak di Perbatasan

NUNUKAN – Jelang berakhirnya masa penugasan menjaga perbatasan di Kabupaten…

Kamis, 23 September 2021 16:35

Oknum Dokter Diduga Lecehkan Perawat

TARAKAN – Polres Tarakan menerima laporan salah seorang perawat Rumah…

Rabu, 22 September 2021 16:11

Buruh Toko Terhimpit Kontainer

TARAKAN – Seorang pemuda berinisial SA terjepit kontainer yang diangkut…

Selasa, 21 September 2021 20:18

Pembangunan Pagar Tuai Protes Warga

TARAKAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan berencana membangun pagar, antara…

Selasa, 21 September 2021 20:12

Satgas Pamtas Amankan Miras Ilegal yang Dibawa Warga Malaysia

SATUAN Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI–Malaysia Batalyon Udara (Yonarhanud)…

Senin, 20 September 2021 20:52

Ancaman Dunia Pendidikan

NUNUKAN – Pada masa pandemi Covid-19 saat ini, sejumlah anak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers