MANAGED BY:
JUMAT
24 JANUARI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

OLAHRAGA

Sabtu, 21 Mei 2016 14:40
Awalnya Coba-Coba, Kini Jadi Andalan Kaltara

Jelita, Atlet Panjat Tebing yang Beralih ke Cabor Panahan

SRIKANDI KALTARA: Jelita Ariani Putri saat latihan di Shelton College Internasional Singapura, beberapa waktu lalu.

PROKAL.CO, Tak hanya Chris John, atlet wushu yang beralih ke tinju dan menuai prestasi dan membanggakan bangsa Indonesia. Jelita Ariani Putri, gadis asal Tarakan yang dulunya atlet panjat tebing, kini banting setir ke cabang olahraga (cabor) panahan, dan mulai menunjukkan prestasinya.

 

PURWANTO, Tanjung Selor

 

TIDAK banyak yang mengenal Srikandi asal Kota Tarakan ini, yang telah berkiprah di kancah nasional maupun internasional. Jelita Ariani Putri (15) mengenal panahan masih tergolong baru, yakni 3 bulan.

Mulai diajari memanah pada Januari lalu, siswi kelas II SMPN 2 Tarakan ini awalnya hanya ingin coba-coba. Sebelum memegang peralatan panahan, Jelita –sapaan akrabnya, hanya diperkenankan untuk melihat-lihat rekannya latihan. Hal itu dilakoni Jelita selama sepekan.

Selepas itu, anak keempat dari lima bersaudara ini mulai memegang peralatan berupa busur dan anak panah. “Jarak yang diberikan pun terbilang masih dekat hanya 5-7 meter,” ungkap gadis belia 15 tahun ini ketika dikonfirmasi Bulungan Post.

Keinginan untuk menekuni olahraga panahan mendapat dukungan penuh dari orangtua, terutama sang ayah. Setelah mulai memahami dan giat berlatih, Jelita membuka peluang untuk mengikuti kejuaraan nasional (Kejurnas) di Jakarta. Kejurnas tersebut merupakan pertama kali ia tampil. Dia mengaku tidak gugup saat bertanding. Karena telah memiliki pengalaman bertanding, tapi tidak di cabor panahan.

Jelita awalnya merupakan atlet panjat tebing yang dilakoni selama tiga tahun. Penasaran dengan panahan, akhirnya memberanikan diri untuk mencoba. Di kejurnas pertamanya itu, dia tidak berada di tiga besar.

Alhamdulillah bisa berada di peringkat kelima, karena persaingan dari daerah lain cukup ketat. Apalagi atlet-atlet yang tampil memiliki pengalaman dan latihan rutin serta ditunjang dengan peralatan memadai,” ujar gadis belia yang berdomisili di Karang Anyar RT 39 No. 83, Kecamatan Karang Anyar, Tarakan ini.

Bahkan bisa dikatakan, Jelita merupakan satu-satunya atlet panahan Kaltara yang mengenakan hijab. Dia tidak merasa terganggu saat latihan maupun bertanding. Namun, membuktikan bahwa perempuan berhijab pun bisa berprestasi, khususnya bidang olahraga. Jelita mengungkapkan, selama mendapat teguran ketika melakukan latihan agar lebih maksimal hasil yang diraih ketika mengikuti kejuaraan.

“Awal-awal belajar memanah anak panah selalu tidak tepat sasaran. Terkadang melenceng dari sasaran, bahkan sering hilang anak panahnya,” imbuhnya.

Baginya, memanah itu melatih kesabaran karena panaha tidak sekadar olahraga, tapi membutuhkan olah rasa. Termasuk olahraga ini membutuhkan kekuatan fisik dan ketenangan.

Terbaru, Jelita mendapat kesempatan untuk memahami teknik memanah di luar negeri. Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kaltara memboyong atletnya ke Singapura. Jelita bersama rekan lainnya berlatih dan belajar teknik di Shelton College Internasional Singapura.

“Saya tidak menyangka saja bisa dibawa ke luar negeri, dan tentunya senang sekali. Itu merupakan pertama kali saya keluar negeri,” kata dia.

Banyak pengalaman yang diperoleh Jelita saat belajar di Singapura. Apalagi mendapat penangangan langsung dari Presiden Archery Singapore Tony Tan Keng Yam atau yang akrab disapa Mr Tang. Bahkan, pada Agustus nanti Jelita mendapat penghargaan untuk tampil di Singapore Open Internasional. Penghargaan tersebut diberikan Mr Tang kepada gadis kelahiran 6 September 2001.

Menurutnya, berbeda saat berlatih di luar negeri. Apalagi ditunjang dengan peralatan yang memadai, termasuk suasana latihan. Saat belajar teknik, Jelita mengalami kemajuan yang pesat dengan jarak memanah 70 meter. Saat ini, Jelita tengah mengikuti seleksi agar bisa masuk sekolah olahragawan di Ragunan, Jakarta.

“Tidak mudah agar bisa lolos dan masuk sekolah olahragawan. Tapi saya akan berusaha maksimal dengan fokus berlatih. Agar bisa membanggakan orangtua, dan mengharumkan nama baik Kaltara, khususnya Tarakan,” pungkas gadis yang memiliki cita-cita menjadi guru olahraga ini.

Ketika mengikuti kejuaraan, Jelita harus rela ketinggalan pelajaran di sekolah. Diakuinya, tidak semua guru bisa memahami apa yang ditekuninya. Meskipun demikian, Jelita berusaha mengejar ketertinggalan mata pelajaran. Selain itu, Jelita harus pintar-pintar membagi waktu, antara sekolah dan berlatih. “Kalau latihan biasanya habis pulang sekolah, mulai jam 2 sampai jelang magrib,” tambahnya.

Kemajuan pesat yang terjadi pada Jelita diakui sang pelatih Ciptadi Setyawibawa. Sang pelatih menceritakan awal bertemu Jelita pada November 2015 di Tarakan. Selama sebulan belajar memanah, jaraknya masih 5 meter. Jelita sempat bosan berlatih karena jarak yang diberikan terlalu dekat.

“Setelah saya ajarkan tenik dan tentang menjaga emosi dalam mengatur diri, melatih mental semua berubah. Akhirnya dia (Jelita) lebih tenang dan bisa memahami kondisi,” ungkap Cipta.

Tak jarang Cipta memberikan motivasi agar semangat dan berkonsentrasi serta banyak memanah. Agar tekniknya jadi lebih bagus dan anak panah akan lebih tepat sasaran.

Menurutnya, hal yang membuat Jelita jengkel ketika anak panah tidak sampai sasaran. Termasuk ketika harus mengganti busur agar anak panah tepat sasaran. Saat ini, hasil yang ditorehkan Jelita sudah memuaskan. “Sekarang ini sudah tidak memanah dengan jarak 5 meter atau 18 meter, tapi 70 meter. Saat melatih ini, saya tidak yakin bisa memanah sejauh itu,” ucapnya.

Namun, sang pelatih memberikan motivasi agar berlatih kerja agar bisa go internasional dan mengukir prestasi dengan merebut juara. Jelita diproyeksikan untuk tampil pada Pra PON Remaja tahun ini. Pelaksanaan PON Remaja baru digeber tahun depan, Jawa Tengah yang menjadi tuan rumah. (*/fen)


BACA JUGA

Senin, 23 Desember 2019 12:06

Gubernur Ajak Masyarakat Ikut Mengawal dan Mengawasi Pemilukada 2020

TANJUNG SELOR – Gubenur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers