MANAGED BY:
SABTU
16 OKTOBER
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Kamis, 17 Juni 2021 20:16
Diduga Panik saat Lihat Polisi, Penumpang Speedboat Nekat Lompat ke Sungai
PENCARIAN KORBAN: Personel kantor SAR Tarakan melakukan pencarian terhadap penumpang yang diduga melompat ke Perairan Sungai Iting, Pulau Tanjung Ahus, Kabupaten Nunukan, Rabu (16/6).

TARAKAN – Aksi nekat salah seorang penumpang speedboat reguler SB Lestari Benuanta, Burhan, yang melompat ke sungai di Perairan Sungai Iting, Pulau Tanjung Ahus, Kabupaten Nunukan, sekira pukul pukul 12.30 Wita, Rabu (16/6). 

Belum diketahui motif penumpang berusia 38 tahun itu nekat melompat ke sungai. Tim SAR Tarakan pun menerima laporan tersebut, dan langsung melakukan pencarian. Tepat pukul 20.00 Wita tadi malam, diduga penumpang itu ditemukan di Sungai Iting, Pulau Tanjung Ahus, Kabupaten Nunukan. Namun tim SAR Tarakan masih belum bisa memastikan Burhan selamat dari insiden tersebut. 

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Tarakan, Amiruddin melalui Kasi Ops Dede Hariana menyatakan, belum bisa memastikan keberadaan korban. Tepat pukul 20.30 Wita, tim SAR akhirnya menghentikan sementara pencarian. 

“Informasi yang berkembang, bahwa korban selamat dan berada di Tanjung Ahus. Tapi kita dari tim SAR belum bisa memastikan korban selamat. Tetap kita melaksanakan pencarian malam hari. Kita tidak mau spekulasi sampai korban ditemukan,” tuturnya.

Informasi korban dalam kondisi selamat, diberitahu istri korban. Diduga Burhan pada sore hari sempat menelpon istrinya dengan menggunakan nomor handphone berbeda. “Korban memberitahu istrinya dia selamat dan berada di Tanjung Ahus. Kemungkinan handphone korban basah. Tapi habis itu lost contact lagi. Saya sempat telpon yang punya handphone, benar korban pinjam handphone miliknya. Tapi korban sudah pergi,” ungkapnya.

Akan tetapi, kejanggalan korban saat berada di Pelabuhan Nunukan sudah terlihat. Terlebih saat melihat aparat kepolisian. “Korban saat dilihat petugas KP3 (Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan) ketakutan dan was-was. Bahkan motoris melihat korban sempat gelisah. Akhirnya dia buang tas langsung lompat ke sungai. Untuk motif itu, mungkin dari pihak kepolisian,” bebernya.

Dalam melakukan pencarian itu, Tim SAR Tarakan menerjunkan enam orang personel Basarnas dikerahkan untuk melakukan pencarian korban, sejak pukul 14.10 Wita. Dengan jarak tempuh dari kantor Basarnas ke LKP sejauh 26,5 Nautical Mile (NM). 

"Laporan awal kami terima dari KP3 Nunukan. Kejadian Man Over Boat sekitar pukul 12.30 Wita. Kami langsung ke LKP dari Pelabuhan Malundung,” ujarnya.

Ia mengakui, data penumpang SB Lestari Benuanta sebanyak 38 orang dan ditambah 3 orang awak speedboat. 

Sementara itu, nakhoda SB Lestari Benuanta, Muhammad Kaddas mengaku tidak melihat persis saat korban melompat ke sungai. Sebab, saat itu speedboat sudah berlayar sekitar satu jam dari Pelabuhan Liem Hie Djung, Kabupaten Nunukan.

“Itu posisinya di sungai Tanjung Ahus. Penumpang awalnya yang lihat jalan dari depan ke belakang. Pas dilihat lagi, korban sudah melompat,” katanya.

Mengetahui korban sudah melompat, awak speedboat kembali dan melakukan pencarian selama 40 menit. Namun keberadaan korban sudah tidak terlihat. Setelah itu, pihaknya langsung melanjutkan perjalanan menuju Tarakan.

Ia mengakui, langsung melaporkan kejadian tersebut ke KP3 Nunukan. Korban diduga melompat  ke sungai yang disekelilingnya ada pertambakan. Di lain pihak, salah seorang Anak Buah Kapal (ABK) SB Lestari Benuanta, Eko Budi menegaskan, awalnya korban ingin duduk disamping nakhoda. Namun pihaknya mengarahkan agar korban duduk dibagian belakang speedboat.

“Tapi katanya korban malu kebelakang. Karena juga telinganya sakit dan berair. Habis itu dia duduk di bagian pintu tengah. Sempat dia mau keluar, tapi dipegang sama anggota. Tapi akhirnya dia duduk di belakang, sambil buang tas ke belakang,” tuturnya.

Saat dalam perjalanan itu, ada salah satu penumpang mengabarkan, korban terjatuh. Nakhoda lantas memutar haluan dan mencari korban. Dengan melintasi diduga Lokasi Kejadian Perkara (LKP) sebanyak 5 kali. Tapi korban tidak berhasil ditemukan. "Infonya korban warga Tarakan. Tinggal di Selumit. Tapi belum jelas identitasnya,” tuturnya. (sas/uno)


BACA JUGA

Kamis, 19 November 2015 18:03

Penghitungan Suara Gunakan Sistem Online

<p><strong>TANJUNG SELOR</strong> &ndash; Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Utara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers