MANAGED BY:
SENIN
27 SEPTEMBER
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Senin, 21 Juni 2021 20:54
Lewat Jalur Ilegal, 8 PMI Diamankan Personel Satgas Pamtas
JALUR ILEGAL: Sejumlah PMI asal Malaysia yang melintas jalur perbatasan Seimanggaris diamankan Satgas Pamtas RI - Malaysia Yonarhanud 16/SBC, pada Jumat lalu (18/6).

NUNUKAN – Satuan Tugas Pengaman Perbatasan (Satgas Pamtas) Batalyon Pertahanan Udara (Yonarhanud )16/Sula Bhuana Cakti (SBC), mengamankan 8 Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang melintas unprosedural. 

Diamankan saat berada di Kilometer 11 Patok 634 Sempadan, Kecamatan Sei Manggaris, Kabupaten Nunukan, Jum'at lalu (18/6). Delapan PMI tersebut berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT) dan terpaksa pulang ke Indonesia akibat lockdown berkepanjangan di Malaysia, yang memutus mata pencaharian mereka.

“Mereka diamankan dari sebuah gubuk di patok 634. Saat itu mereka sedang beristirahat setelah berjalan kaki berkilo-kilo dengan membawa banyak barang. Mereka melintasi jalur tikus atau ilegal,” terang Dansatgas Pamtas Yonarhanud 16/SBC Letkol Arh Drian Priyambodo, kemarin (20/6). 

PMI yang diamankan, masing-masing berinsial RN (65), N (32), AM (36), FSA (25), RA (31), ID (37), DS (32) dan JM (24). Dikatakan Drian, patroli terpusat di jalur-jalur perbatasan RI–Malaysia. Seperti dataran tinggi Krayan, Kecamatan Sebatik dan Seimanggaris, menjadi sebuah upaya pengetatan jalur rawan dan mencegah masuknya orang atau barang ilegal. 

“Khususnya mencegah masuknya virus Covid-19 varian baru,” imbuhnya. Semua PMI dari Malaysia tersebut kemudian dibawa ke rumah Kepala Desa Sekaduyon Taka, Kecamatan Seimanggaris. 

Pemeriksaan pun dilakukan, baik dokumen maupun prosedur protokol kesehatan yang berlaku. “Hasil test swab antigen semuanya non reaktif. Mereka kita serahkan ke pihak Imigrasi dan BP2MI Nunukan untuk ditindaklanjuti,” tutur Drian. 

Drian menegaskan, Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonarhanud 16/SBC akan terus memperketat jalur-jalur tidak resmi di perbatasan negara. Operasi pencegahan dilakukan dan berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait. 

“Kita harus memastikan setiap PMI yang akan kembali ke negaranya tidak terpapar Covid-19 dan melalui prosedur yang benar. Jangan sampai varian baru Covid-19 masuk melalui perbatasan RI,” tegasnya. 

Para PMI yang terpaksa pulang kampung secara unprosedural menambah cerita sedih di tengah pandemi Covid-19. Kebijakan lockdown di Malaysia mengakibatkan banyak perusahaan tutup, dan mengurangi karyawan. Kondisi ini membuat banyak PMI di Malaysia mengambil jalan pintas, dengan melewati jalur tikus asal bisa pulang kampung. 

Pilihan tersebut cukup logis, karena keberadaan mereka di Malaysia akan menguras isi tabungan dan hasil kerja yang selama ini dikumpulkan. Apalagi jika mau pulang secara legal, maka harus mendaftar ke Konsulat RI dengan serangkaian birokrasi panjang dan antre. 

Salah satu PMI yang diamankan Jefrianus (24) mengaku, menghabiskan uang 500 Ringgit Malaysia (RM) untuk menyewa mobil bersama sejumlah teman-temannya sampai tengah hutan di perbatasan negara. 

“Kita lama mencari mobil itu. Biasa ada mobil dari Kalabakan yang mau angkut kita ke Sempadan. Itu ada di tengah hutan dan perbatasan bentuknya macam parit selebar satu meter,” ucap Jefrianus, Minggu (20/6). 

Jefrianus bersama abangnya Domi (32) dan 3 keluarga besar lain mengaku sudah bekerja cukup lama di ladang sawit di Serawak Malaysia. Domi bekerja menjadi buruh perkebunan kelapa sawit di Kalabakan sejak 2006. Sementara Jefrianus baru bekerja di tahun 2017 silam. 

Saat diberlakukan lockdown di Malaysia, mereka pun memutuskan untuk pulang kampung ke Kupang NTT. “Ada sekitar dua jam kami jalan kaki pikul barang barang. Kami berangkat pukul enam petang dari Malaysia, sampai tengah hutan pukul sembilan malam. Kami lanjut berjalan kaki dan istirahat di gubuk sekitar pukul sebelas malam. Saat itulah tentara jumpa kami, lalu dibawa untuk didata dan di tes kesehatan,” beber Jefri. (*/lik/*/viq/uno)


BACA JUGA

Minggu, 26 September 2021 12:00

Ajak Pemda Ringankan BPHTB

TARAKAN – Bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) menjadi…

Minggu, 26 September 2021 11:57

Vaksinasi di Tarakan Sasar Ibu Hamil

TARAKAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan memperluas sasaran program vaksinasi dengan…

Sabtu, 25 September 2021 19:06

Pembangunan Embung Indulung Telan Dana Rp 168 Miliar

TARAKAN - Pengerjaan Embung Indulung yang memiliki luasan 2,62 hektare…

Sabtu, 25 September 2021 19:03

BPHTB Jadi Kendala Urus PTSL

TARAKAN – Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB)…

Sabtu, 25 September 2021 18:58

Wacana Penggusuran Jadi Polemik

WACANA penggusuran terhadap sekitar 21 lapak kuliner di areal Ruko…

Jumat, 24 September 2021 20:54

Kembangkan Metode Konvensional

TARAKAN - Upaya mendapatkan darah plasma konvalesen ke depan tidak…

Jumat, 24 September 2021 20:51

Gara-Gara Gas Motor, Empat Pelaku Aniaya dan Menikam Korban

TARAKAN – Hanya karena persoalan sepele, empat pelaku lakukan aksi…

Kamis, 23 September 2021 16:59

Masih Terkendala Demografi, Target Vaksinasi Belum Tercapai di Kaltara

TARAKAN – Kuota 1.000 dosis vaksin jenis Sinovac didistribusikan bagi…

Kamis, 23 September 2021 16:57

Pemkot Tarakan Fokus Perkara di PTUN

TARAKAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan menegaskan akan banding terhadap…

Kamis, 23 September 2021 16:39

Peduli Kesehatan Anak di Perbatasan

NUNUKAN – Jelang berakhirnya masa penugasan menjaga perbatasan di Kabupaten…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers