MANAGED BY:
SELASA
21 SEPTEMBER
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Minggu, 27 Juni 2021 19:44
Diduga Libatkan Napi Lapas Nunukan

Pengungkapan Kasus Sabu-Sabu 332,66 Gram

BARANG HARAM: Aparat saat memusnahkan sabu-sabu 332,66 gram di Tarakan, beberapa waktu lalu.

TARAKAN - Tim Berantas, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltara, akan melakukan pengembangan dugaan keterlibatan narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nunukan dalam perkara sabu-sabu 332,66 gram yang diamankan pada 28 April lalu.

Kepala BNNP Kaltara Brigjen Pol Samudi melalui Kepala Bidang Pemberantasan, AKBP Deden Andriana, menjelaskan pihaknya sudah berencana memeriksa narapidana di Lapas Nunukan, namun belum bisa terlaksana. Pihaknya akan menjadwalkan kembali pemeriksaan narapidana Lapas Nunukan pekan depan.

"Sambil menunggu waktu yang disesuaikan dengan kegiatan penyidik di Tarakan. Info dari tersangka (dengan inisial MS dan HK) yang menyuruh adalah napi Lapas Nunukan. Sekarang kan di Lapas Nunukan masih susah untuk koordinasinya, karena ada yang melarikan diri," ungkapnya, Sabtu (26/6).

Peran HK sebagai kurir, juga diketahui sebagai pengguna narkotika. Sementara MS, yang diamankan di salah satu hotel di Tarakan. Namun barang bukti sabu disembunyikan di antara seng di rumah keluarganya, di Kelurahan Kampung Satu Skip.

Pergerakan MS saat mengambil sabu di wilayah perairan Kaltara sebelumnya sudah dipantau BNNP Kaltara. Namun, Tim Berantas yang bekerja sama dengan Bea Cukai Tarakan kecolongan, sehingga tidak mendapati MS saat transaksi di laut.

"Ada sekitar satu bal yang hilang sama si HK ini. Pengakuan si HK, seharusnya ia mendapatkan upah Rp 20 juta jadi kurir sabu. Tapi, si bos belum ada uang, makanya dikasih satu bal untuk dijualkan. Pas HK ditangkap, barang bukti tidak ada. Kemungkinan sabunya sudah dijual atau disembunyikan HK. Itu masih misteri sampai sekarang," ungkapnya.

Deden menegaskan, sejak awal penyidikan, HK tidak kooperatif pada penyidik. Setelah dikonfrontir dengan bukti-bukti dari MS, akhirnya HK mengakui perbuatannya. Namun, terkait sabu satu bal, masih terus dibantah HK.

"Waktu HK kami amankan, ada satu buah kunci motor, tapi motornya tidak ada. Nah, kami duga sabu satu bal itu ada di dalam jok motornya. HK tidak mau bicara di mana sabunya. Pengakuannya malah sabunya sudah dibuang. Bisa jadi, HK akan menyuruh orang lagi untuk menjual sabu yang disembunyikannya," imbuhnya. (sas/udi)


BACA JUGA

Kamis, 19 November 2015 18:03

Penghitungan Suara Gunakan Sistem Online

<p><strong>TANJUNG SELOR</strong> &ndash; Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Utara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers