MANAGED BY:
KAMIS
09 DESEMBER
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

BENUANTA

Senin, 28 Juni 2021 21:25
Tanam Padi dengan Metode Hazton
PENANAMAN PERDANA: Bupati Bulungan Syarwani saat melakukan penanaman padi di Desa Sajau Hilir, Kecamatan Tanjung Palas Timur. Dilanjutkan penandatanganan MoU dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kaltara.

TANJUNG SELOR – Penanaman padi perdana dengan metode Hazton dilakukan Bupati Bulungan Syarwani, di Desa Sajau Hilir, Kecamatan Tanjung Palas Timur, pada Sabtu lalu  (26/6).

Selain penanaman padi, juga dilakukan penandatanganan  Memorandum of Understanding (MoU) dengan perwakilan Bank Indonesia (BI) Kaltara yang disaksikan Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang. Dalam pengembangan padi metode Hazton di Kabupaten Bulungan.

Syarwani menyambut positif kerja sama dengan perwakilan BI Kaltara. Bertujuan membangun kemandirian ekonomi dan pangan di Bulungan, khususnya di wilayah Desa Sajau Hilir, Kecamatan Tanjung Palas Timur.  

“Kegiatan ini selain untuk meningkatkan produktivitas padi, juga menjadi bagian dari upaya mengembangkan serta mewujudkan ketahanan pangan di Bulungan,” tutur Syarwani, kemarin.

Diharapkan, para petani di Desa Sajau Hilir dapat ikut menanam padi dengan menggunakan metode Hazton. Karena metode ini mampu menaikkan produktivitas, dengan menambah hasil padi. Metode Hazton merupakan teknologi pola tanam padi yang memaksimalkan sifat fisiologis dari tanaman padi. 

Teknologi ini terbilang sederhana dan tidak banyak mengubah kebiasaan petani. Cukup mengubah masa semaian dari 14 hari menjadi 30 hari dan menambah jumlah bibit yang ditanam dari sebelumnya 1-5 batang menjadi 20-30 batang. 

Para petani diharapkan mengikuti SOP (Standar Operasional Prosedur) padi teknologi Hazton dengan baik dan benar. Sehingga mendapatkan hasil panen yang memuaskan pula. SOP itu antara lain mulai dari pengolahan lahan beberapa minggu sebelum tanam, pemupukan dasar sebelum tanam, perendaman benih, penyemaian benih, aplikasi imunisasi awal padi terhadap penyakit, aplikasi pemupukan pertama dan penyemprotan. 

“Bila prosedur metode Hazton dengan 20-30 bibit ini dilakukan dengan benar dan berurutan. Saya yakin akan dapat memberikan hasil yang lebih banyak. Asumsi tanah satu hektare bisa menghasilkan 5 sampai 6 ton sekali panen. Sehingga pendapatan petani secara tidak langsung semakin sejahtera,” bebernya. 

Berbeda dengan sistem tanam konvesional yang telah dilakukan, metode Hazton sendiri memiliki masa persemaian yang lebih lama, yaitu sekitar umur 25 – 30 hari. Selanjutnya, bibit padi tersebut ditanam hingga 25-30 bibit padi per lubang tanam. 

Metode padi Hazton telah sukses diterapkan di berbagai wilayah di Indonesia. Metode ini telah terbukti di berbagai daerah mampu meningkatkan 2-3 kali lipat dari produktivitas sebelumnya, sehingga diharapkan para petani Bulungan dapat mengambil contoh dan menerapkannya pada lahan pertaniannya. 

Menurut Syarwani, area Bulungan masih cukup luas dapat terus dikembangkan dengan sektor pertanian. Sehingga dapat mewujudkan Bulungan yang berdaulat pangan, maju dan sejahtera. 

Berdasarkan data yang diperoleh Bank Indonesia, petani di Sajau Hilir menghasilkan padi 5 ton/hektare. Hampir menyamai produktivitas nasional sekitar 5,7 ton/ha. Namun, secara keseluruhan produktivitas padi Bulungan rata-rata masih di angka 3 - 4 ton/ha atau masih dibawah produktivitas nasional. 

Kegiatan ini merupakan salah satu upaya KPwBI Provinsi Kaltara dengan menggandeng Pemkab Bulungan. Untuk meningkatkan ketahanan pangan di daerah Bulungan dan Kaltara, serta kedepan mewujudkan Kaltara sebagai daerah penyokong Ibu Kota Negara (IKN). 

Kepala Perwakilan BI Provinsi Kaltara, Yufrizal menjelaskan, terus berupaya mendorong peningkatan kapasitas produksi beras di Bulungan. Sebagai salah satu komoditas pangan strategis Provinsi Kaltara. “Pengembangan klaster komoditas ketahanan pangan erat kaitannya dalam pengendalian inflasi,” tutur Yufrizal. 

Data pengeluaran untuk konsumsi penduduk Indonesia per provinsi tahun 2020, berdasarkan hasil Susenas Maret 2020 BPS menunjukan, konsumsi beras per Kapita Provinsi Kaltara 5.89 kg per bulan per kapita. Dengan jumlah penduduk Kaltara mencapai 701.814 jiwa, hasil sensus penduduk (September 2020), maka kebutuhan beras di Kaltara 49.604 ton beras. 

Adapun produksi beras Kaltara pada tahun 2020 lalu 19.802 ton. Hal ini menunjukkan pada tahun 2020 terjadi defisit beras Kaltara yang harus dipenuhi dari pasokan luar daerah. Apabila produksi tahun 2021 ini masih sama dengan tahun lalu, ditambah dengan pertumbuhan jumlah penduduk setiap tahun. Maka Kaltara akan mengalami defisit beras yang cukup besar. 

Dengan luas panen padi tahun 2020 lalu yang mencapai 9.883 hektare. Maka apabila seluruh metode konvensional dikonversi menjadi metode Hazton. Dengan asumsi hasil Hazton mencapai 6 – 8 ton, maka Kaltara setidaknya dapat memproduksi kurang lebih 59.298 – 79.064 ton/tahun gabah kering atau sekitar 34.974– 46.632 ton/tahun beras. 

Dengan peningkatan produksi dari 19.802 ton menjadi 34.974-46.632 ton per tahun tersebut. Maka defisit komoditas beras di Kaltara dapat dikurangi hingga 15.174- 26.830 ton/tahun. Yufrizal berharap metode ini dapat direplikasi di wilayah lain di Provinsi Kaltara. 

“Kami berharap dengan adanya bukti peningkatan produktivitas budidaya menggunakan metode hazton ini nantinya. Maka metode yang sama dapat direplikasi di lahan-lahan pertanian yang ada di wilayah Kaltara. Untuk meningkatkan produktivitas komoditas pangan strategis Kaltara,” ungkapnya. 

Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwan mengapresiasi Bank Indonesia yang telah menginisiasi pengenalan metode baru, yang dapat diterapakan oleh petani padi yang ada di Kaltara. “Melalui program ini, kami berharap Bulungan yang merupakan lumbung padi di Kaltara dapat meningkatkan produktivitas hasil panen padi. Untuk memenuhi swasembada beras provinsi dan bisa menjadi salah satu komoditas utama yang bisa diekspor ke luar daerah,” ujar Zainal. 

Zainal mengharapkan agar tenaga kerja dan petani perusahaan komoditas utama. Seperti kelapa sawit yang ada di Kaltara dapat mengonsumsi padi dari Kaltara, khususnya yang ada di Bulungan. (*/nnf/uno2)


BACA JUGA

Rabu, 08 Desember 2021 22:19

Kreativitas Olah Makanan Non Beras

TANJUNG SELOR – Lomba tumpeng non beras dilaksanakan untuk memperingati…

Selasa, 07 Desember 2021 20:21

Pemkab Bulungan Bangun 7 Titik Jaringan Irigasi

TANJUNG SELOR – Bupati Bulungan Syarwani meresmikan bantuan pembangunan Jaringan…

Senin, 06 Desember 2021 20:54

Wings Air Terbang ke Tanjung Selor, Minimal Terisi 30 Penumpang

TANJUNG SELOR - Setelah setahun tidak beroperasi akibat pandemi Covid-19,…

Senin, 06 Desember 2021 20:50

Lokasi Kembali Dipindah

TANJUNG SELOR - Pembangunan Gedung DPRD Kaltara akan dianggarakan pada…

Sabtu, 04 Desember 2021 20:46

Pembangunan di Bulungan Terbantu

TANJUNG SELOR - Bupati Bulungan Syarwani bersama jajaran Balai Prasarana…

Jumat, 03 Desember 2021 12:13

16 Kasus Kematian Ibu Selama Tahun 2020 di Kaltara

TANJUNG SELOR – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara Tina…

Kamis, 02 Desember 2021 21:06

Antisipasi Kegiatan Ilegal

TANJUNG SELOR – Sebagai Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) VI/Mulawarman…

Kamis, 02 Desember 2021 21:02

KM Subur Indah Ditemukan Sebelah Timur dari Karang Unarang, Begini Kondisinya...

TARAKAN - Pencarian hari ketiga KM Subur Indah yang mengalami…

Kamis, 02 Desember 2021 10:14

Bulungan Mau Kembangkan Kakao, Belajarnya di Berau

TANJUNG SELOR–Dinas Pertanian Kabupaten Bulungan mengirimkan sejumlah petani untuk mempelajari…

Rabu, 01 Desember 2021 20:37

Dorong OPD Andal dalam Kelola Arsip

TANJUNG SELOR - Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kalimantan Utara (Kaltara) Suriansyah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers