MANAGED BY:
SELASA
21 SEPTEMBER
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Selasa, 06 Juli 2021 21:22
DPO Polisi Peralat Istri Selundupkan Sabu
BERSTATUS SAKSI: WE saat diamankan petugas bandara beserta barang bukti sabu-sabu yang dikemas dalam bungkus makanan ringan, Senin (5/7).

TARAKAN - Seorang perempuan berinisial WE (28), diamankan petugas Bandara Juwata Tarakan, karena diduga membawa narkotika jenis sabu-sabu saat hendak berangkat ke Makassar, sekitar pukul 10.00 Wita, Kamis (1/7).

WE diamankan petugas Aviation Security (Avsec) bandara, setelah melalui pemeriksaan di Security Check Point (SCP) 1. Dalam pemeriksaan barang di SCP 1, salah satu koper milik WE yang membawa makanan, dicurigai diselipkan sabu-sabu.

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNN) Provinsi Kaltara Brigjen Pol Samudi menyatakan, petugas Avsec awalnya mencurigai barang yang ada di dalam koper milik WE.

"Akhirnya petugas Avsec didampingi tim berantas BNNP membuka barang yang dicurigai. Ternyata barang sudah dikemas di dalam bungkus makanan ringan. Setelah dibuka, ada narkoba jenis sabu sekitar 16 bungkus," ungkapnya kepada Rakyat Kaltara, Senin (5/7).

Setelah itu, perempuan berhijab tersebut langsung diinterogasi petugas BNNP. WE pun menyebut bahwa koper serta isinya adalah milik suaminya berinisial SA (39).

Dari pemeriksaan WE, Samudi menjelaskan bahwa SA memang mengajak WE untuk berangkat ke Makassar. Sampai di bandara, SA menyurut porter untuk melakukan check in di konter maskapai bersama WE. Namun SA sendiri meninggalkan bandara dengan alasan akan mengembalikan sepeda motor ke rumahnya.

"Porter sama istrinya (WE) ini tidak tahu (ada sabu di dalam koper). Begitu check in, ditemukan barang mencurigakan oleh petugas," tuturnya.

Saat proses check in, SA terus menghubungi WE, guna memastikan WE sudah sampai di ruang tunggu bandara dan barang haram yang coba diselundupkan lolos dari pemeriksaan petugas.

Petugas yang sudah mengamankan WE saat SA terus menghubunginya, mencoba menyiasati agar SA mau mengalihkan panggilan melalui panggilan video. Namun SA nampaknya juga mencurigai jika istrinya telah diamankan petugas, sehingga tidak merespons panggilan video dari istrinya.

Walau demikian, petugas BNNP langsung mencari keberadaan SA di rumahnya di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Lingkas Ujung, Tarakan Timur. Sempat terjadi kejar-kejaran antara petugas dan SA hingga menyebabkan petugas BNNP terluka. Namun akhirnya, SA berhasil diamankan tidak jauh dari rumahnya. "Saat kita tangkap dan geledah SA, kita temukan 1 bungkus diduga sabu di dalam kotak rokok," ungkapnya.

Saat diperiksa, SA yang merupakan warga Sulawesi Selatan mengakui bahwa barang haram tersebut milik pria berinisial R yang memberikan dan menyuruh membawa sabu tersebut ke Makassar. Jika berhasil sampai di Makassar, SA akan diberi imbalan Rp 5 juta.

Samudi menganggap, WE memang tidak mengetahui keberadaan sabu milik suaminya yang diselipkan di dalam koper. Sebab WE langsung diajak ke bandara oleh SA. Saat WE berada di bandara, SA juga sempat mengirim pesan melalui handphone yang berbunyi, ‘Maaf ada sesuatu di dalam koperku. Pulang sajalah kau. Tidak usah berangkat’.

“Itu pesan suaminya di handphone. Tapi keterlibatan istri SA ini perlu kita dalami lagi. Karena WE ini memang tidak tahu-menahu. Dari video yang beredar juga, memang perilaku WE saat diamankan sangat santai," bebernya.

Pihaknya juga menduga, bahwa SA yang mengemas sendiri sabu tersebut ke dalam bungkus makanan ringan. Meski pengakuan tersangka menerima sabu sudah di dalam bungkus makanan ringan. Total sabu yang diamankan sebanyak 394,76 gram dari 16 bungkus makanan ringan. Kemudian sabu yang di dalam bungkus rokok seberat 1,17 gram.

Saat ini hanya SA yang ditetapkan sebagai tersangka. Sedangkan WE masih berstatus saksi. SA disangkakan pasal 114 subsider 132 subsider 112 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009. Dengan ancaman minimal 6 tahun penjara. "SA ini juga residivis dan DPO Polda Kaltara serta Polres Tarakan. Jadi dia pemain lama," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Kantor UPBU Kelas I Utama Juwata Tarakan Agus Priyanto mengatakan, kasus serupa sudah terjadi sebanyak 4 kali selama ia menjabat. Dari jumlah sabu minimal 400 gram dan modus sabu yang dicairkan di dalam botol, juga pernah diungkap pihaknya.

"Dengan berhasilnya mengungkap kasus ini, kami mengingatkan agar masyarakat jangan berani-berani berupaya menyelundupkan barang terlarang. Petugas kita memang sudah dilatih untuk mencurigai gerak-gerik aneh dalam pemeriksaan. Ini sebagai langkah antisipasi upaya penyelundupan barang-barang yang dilarang dibawa ke dalam pesawat, termasuk narkotika,"  singkatnya. (sas/udi)


BACA JUGA

Kamis, 19 November 2015 18:03

Penghitungan Suara Gunakan Sistem Online

<p><strong>TANJUNG SELOR</strong> &ndash; Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Utara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers