MANAGED BY:
RABU
22 SEPTEMBER
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Minggu, 18 Juli 2021 20:24
Terdakwa TPPU Divonis Nihil
Ilustrasi

TARAKAN - Hendro Setiawan terdakwa Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) diputus pidana penjara nihil oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tarakan, Jumat (16/7). Padahal, tindak pidana yang didakwakan terbukti.

"Menjatuhakan pidana kepada terdakwa dengan pidana penjara nihil," kata Juru Bicara Pengadilan Negeri Tarakan, Abdul Rahman Thalib, Sabtu (17/7).

Ia menjelaskan, TPPU merupakan pidana yang melekat pada pidana pokok yang tidak bisa berdiri sendiri. Sementara Hendro terbukti bersalah juga pada pidana pokok terkait kepemilikan narkotika jenis sabu-sabu seberat 2,4 kg.

Rahman menegaskan, pidana pokok narkotika terdakwa divonis seumur hidup. Sehingga Majelis Hakim sulit mempertimbangkan pidana TPPU pada terdakwa.

"Kita mau kasih pidana apalagi. Kan sudah seumur hidup. Kita tidak mungkin kasih hukuman berapa lagi. Kalau seumur hidup kan tunggu dia meninggal dunia baru bisa keluar penjara," tegasnya.

Namun, aset berupa barang yang terbukti dalam TPPU, dirampas untuk negara. Termasuk tiga unit mobil, sejumlah uang di empat rekening milik Hendro dan mantan istrinya, Herni. Ada juga, lima unit sebidang tanah dengan ukuran berbeda dan sebuah bangunan di Tanjung Palas Hilir, Kabupaten Bulungan, turut dirampas untuk negara. "Seluruhnya ini sesuai dengan tuntutan JPU (Jaksa Penuntut Umum) dirampas untuk negara," ungkapnya.

Lebih lanjut, kata Rahman, Penasihat Hukum terdakwa masih pikir-pikir atas putusan tersebut. Sementara terdakwa mengajukan banding yang langsung dibacakan di persidangan.

Diketahui, Hendro Setiawan dituntut oleh JPU dengan pidana penjara 8 tahun dan denda Rp 1 miliar subsidair 6 bulan kurungan.

"Sementara pidana penjara, terdakwa juga bersalah pada tindan pidana narkotika seumur hidup. Putusan itu dari Mahkamah Agung yang juga sudah kami terima. Aturannya itu putusan maksimal," ujar Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Tarakan, Andi Aulia Rahman.

Terhadap putusan tersebut, pihaknya masih pikir-pikir. Selain itu, ia akan berkoordinasi dengan Kejaksaan Tinggi Kaltim dan Kejaksaan Agung. "Karena kan penuntut juga dari Kejati dan Kejagung," tuturnya. (sas/udi)


BACA JUGA

Selasa, 21 September 2021 20:17

SKD Tetap Patuhi Prokes

SELEKSI Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2021…

Selasa, 21 September 2021 20:15

Menunggu hingga 8 Jam

TANJUNG SELOR – Gangguan jaringan yang terjadi selama 8 jam…

Senin, 20 September 2021 20:39

SKD Sempat Diundur, Di Tarakan 73 Peserta Tak Lolo

TANJUNG SELOR – Memasuki hari kelima pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar…

Senin, 20 September 2021 20:38

Kondisi Terapung Tak Bernyawa

TARAKAN – Tiga hari hilang sejak dilaporkan melompat ke laut…

Senin, 20 September 2021 20:35

Peluang Bulungan Dapat PI

TANJUNG SELOR – Seiring disetujuinya revisi Peraturan Daerah (Perda) Nomor…

Senin, 20 September 2021 20:30
BREAKING NEWS

SKD Sesi I Dilaksanakan Sore Hari

TANJUNG SELOR - Setelah gangguan selama 8 jam, Seleksi Kompetensi…

Senin, 20 September 2021 11:09

Tiga Daerah di Kaltara Potensial untuk Budi Daya Lobster

TANJUNG SELOR - Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi…

Senin, 20 September 2021 09:57
BREAKING NEWS

3 Jam Menunggu Akibat Gangguan Jaringan

TANJUNG SELOR - Para peserta Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), Calon…

Senin, 20 September 2021 09:55
BREAKING NEWS

Gangguan Jaringan Internet, SKD Tertunda

TANJUNG SELOR - Kembali, pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dalam…

Minggu, 19 September 2021 20:42

Masih Temukan Warga Tidak Pakai Masker

TARAKAN – Meskipun sosialisasi terhadap penerapan protokol kesehatan sudah sering…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers