MANAGED BY:
SELASA
21 SEPTEMBER
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Jumat, 23 Juli 2021 12:39
Cerita Amrin, Penyintas yang Uji Coba Donor Darah Plasma Konvalesen di RSUD Tarakan

Niat Donor Darah Jika Sembuh, Sempat Menunggu hingga 4 Bulan

DONOR DARAH PLASMA KONVALESEN: Amrin menjadi penyintas yang uji coba peralatan donor darah plasma konvalesen di RSUD Tarakan. MUHAMMAD RAJAB/RAKYAT KALTARA

Berbekal pernah terpapar Covid-19 dengan kondisi sedang, Amrin menjadi relawan pertama yang uji coba peralatan donor darah plasma konvalesen di RSUD Tarakan yang telah selesai diperbaiki.

 

Muhammad Rajab, Tarakan

 

Mungkin ini di antara hikmah yang diperoleh Amrin dari statusnya sebagai penyintas atau orang yang pernah terpapar Covid-19. Ia bisa mendonorkan darah plasma konvalesennya untuk kepentingan kemanusiaan.

Sebelumnya, Amrin terpapar virus berbahaya itu pada Februari 2021, tepatnya dua hari setelah pulang dari menjalankan tugas kemanusiaan sebagai relawan Palang Merah Indonesia (PMI), membantu operasi tanggap darurat bencana di Mamuju, Sulawesi Barat.

Sepengetahuannya, banyak rekan-rekan sepenugasannya yang juga terpapar. Hanya saja ia belum merasakan gejala ketika masih di sana. Ditambah lagi hasil negatif dari dua kali melakukan swab antigen.

“Karena memang risiko saya pada saat di perjalanan, saya kan sempa nginap semalam di Makassar karena memang harus transit. Apalagi teman-teman satu tugas saya itu hampir lebih daripada 20 orang itu terpapar covid dan kita sudah berinteraksi langsung. Bisa jadi kemungkinannya kalau bukan di sana, di perjalanan ataupun di sini,” ungkapnya saat ditemui awak media ini, Rabu (21/7). 

Selesai melaksanakan tugas, pria yang lahir pada 10 Oktober 1980 pulang ke Tarakan pada 4 Februari dan masuk kerja pada 5 Februari. Ia sempat mengikuti vaksinasi dosis kedua pada hari itu juga.

Gejala mulai dirasakan Amrin pada 6 Februari seperti meriang. Ia mengira, ini dampak dari vaksinasi sehingga dianggap hal yang biasa saja.

Akan tetapi kondisinya semakin tidak membaik dengan merasakan gejala lainnya seperti demam tinggi, keringatan, batuk dan diare, namun indra perasa tetap berfungsi.  Kondisi ini memunculkan kecurigaannya terpapar covid-19 sehingga membuatnya memeriksakan diri.

“Saya dinyatakan positif pakai rapid tes itu tanggal 8, PCR itu keluarnya tanggal 9 Februari,” beber pria yang kini menjabat Sekretaris PMI Kota Tarakan ini, ditemui awak media ini, Rabu (21/7).

Tidak hanya dirinya, keluarganya mulai dari istri, anak hingga mertuanya juga terpapar dengan bergejala, meski tidak seberat yang rasakannya.   

“Kalau istri saya gejala ringan cuma hilang perasa, anak saya cuma gejala batuk, mertua saya hanya demam-demam biasa,” ujar alumni Fakultas Ekonomi Universitas Borneo Tarakan ini.

Dengan statusnya yang terkonfirmasi Covid-19, Amrin harus menjalani isolasi mandiri hingga dinyatakan sembuh pada akhir Februari 2021.

Bersamaan di momentum kesembuhannya, Amrin mendapat informasi hadirnya peralatan donor darah plasma konvalesen di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan.

Informasi itu membuatnya terinspirasi untuk mendonorkan darah plasma konvalesennya. Akan tetapi, ayah dua anak ini harus menunda niat karena peralatan tersebut rusak.

“Saya sudah punya niat insya Allah kalau saya sembuh, karena saya punya gejala, saya akan donor darah plasma konvalesen. Tapi begitu saya sembuh begitu juga alatnya lagi trobel,” tuturnya.  

Selama rusak, Amrin terus mempertanyakan kepada petugas bank darah, kapan bisa mendonor darah plasma konvalesen. Akhirnya kesempatan itu datang pada Senin (19/7) seiring telah diperbaikinya peralatan tersebut.

Awalnya, ia mendapat panggilan dari penanggungjawab donor darah plasma konvalesen PMI Kota Tarakan untuk menjalani pemeriksaan guna memenuhi persyaratan donor darah plasma konvalesen.

Dari hasil pemeriksaan, Amrin dinyatakan memenuhi persyaratan dengan golongan darah A. Ia kemudian diberi surat rujukan yang menyatakan layak melakukan donor darah plasma konvalesen di RSUD Tarakan. 

Ia menjadi orang pertama yang menguji peralatan donor darah plasma konvalesen setelah sempat tidak beroperasi kurang lebih 4 bulan. Ini juga menjadi pengalaman barunya dalam donor darah plasma konvalesen.

“Donor plasma ini merupakan donor pertama saya walaupun saya sudah donor 84 kali tetapi saya punya pengalaman baru di donor plasma,” ungkapnya.

Ia pun menceritakan pengalaman mendonor darah plasma konvalesen. Menurutnya, donor darah plasma ini berbeda dengan donor darah pada umumnya karena darah yang diambil hanya darah plasma, sedangkan darah merah dikembalikan ke dalam tubuh.

Ia membutuhkan waktu 52 menit untuk pengambilan satu kantong darah plasma konvalesennya, sesuai dengan berat dan tinggi badan. Namun, informasi yang diperolehnya, rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk donor darah plasma konvalesen antara 1 hingga 1,5 jam.

“Saya kemarin kebetulan itu dapat yang 52 menit pengambilan,” tuturnya.

Ketika darahnya diambil, Amrin tidak merasakan apapun. Namun ketika darah merahnya dikembalikan, ia baru merasakan dingin yang disebabkan campuran cairan dan dipengaruhi kondisi ruangan.

Selain itu, Amrin juga mengaku sempat merasakan perih. Ini disebabkan terjadi sumbatan ketika darah masuk kembali ke tubuhnya. Kondisi itupula yang membuat ia tidak bisa mendonor darah plasma konvalesen secara penuh. Dari 200 cc kemampuan kantong darah, ia hanya menyetor 100 cc ke atas.

“Darah saya yang diambil itu tidak full, 200 cc, hanya dapat sekitar 100 berapa gitu saya lupa. Namun darah itu juga masih bisa digunakan dan saya harus distop tidak sampai 52 menit karena memang terjadi penyumbatan di selang pengambilan darah,” ungkapnya. 

Usai donor darah plasma konvalesen, Amrin mengaku badannya kembali segar dan bugar. Bahkan setelah donor darah, esoknya ia langsung ikut pemakaman.

Amrin turut berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi Kaltara dan DPRD Kaltara yang turut berperan aktif memfungsikan kembali peralatan donor darah plasma konvalesen. (***). 

loading...

BACA JUGA

Senin, 20 September 2021 20:52

Ancaman Dunia Pendidikan

NUNUKAN – Pada masa pandemi Covid-19 saat ini, sejumlah anak…

Senin, 20 September 2021 11:06

Sengketa THM, PTUN Keluarkan Rekomendasi

Putusan yang ditunggu-tunggu terkait sengketa antara Pemkot Tarakan dengan pemilik…

Sabtu, 18 September 2021 21:30

Serbuan Vaksin Sasar Karyawan Perusahaan

TARAKAN – Program serbuan vaksin masih terlaksana di Tarakan. Sasarannya…

Sabtu, 18 September 2021 21:27

Tolak Tawaran Miras Nekat Tikam Penumpang

TARAKAN – Seorang warga Kabupaten Toli-Toli, Sulawesi Tengah, berinisial TA…

Sabtu, 18 September 2021 21:18

Perpanjang Sertifikat Pemilik HGB

TARAKAN – Putusan yang ditunggu-tunggu terkait sengketa antara Pemerintah Kota…

Jumat, 17 September 2021 20:48

Akhirnya 2 Kecamatan di Nunukan Boleh PTM

NUNUKAN – Ada 2 kecamatan di Kabupaten Nunukan sempat tidak…

Jumat, 17 September 2021 20:44

Target Akhir Tahun Ini Rampung

TARAKAN – Kementerian Perdagangan memberikan bantuan bagi Kota Tarakan, yang…

Jumat, 17 September 2021 20:40

KRI Bima Suci 3 Hari di Tarakan

TARAKAN – Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Bima Suci yang…

Jumat, 17 September 2021 20:38

Wagub Minta Tingkatkan Kemampuan SDM

TARAKAN - Sumber Daya Manusia (SDM) di Rumah Sakit Umum…

Jumat, 17 September 2021 20:33

Perbaiki Jalan Secara Permanen

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Tarakan mulai memperbaiki jalan yang rusak di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers