MANAGED BY:
RABU
22 SEPTEMBER
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Minggu, 25 Juli 2021 19:34
Satu Nakes Meninggal Dunia

Hamil Tiga Bulan, Sempat Dapat Plasma Konvalesen

BERDUKA: Keluarga bersama manajemen RSUD Tarakan, melepas ambulans yang membawa jenazah almarhum Marisi Edenta Sinaga menuju pemakaman Covid-19, Sabtu (24/7).

TARAKAN – Keluarga besar Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan berduka. Sebab, salah satu tenaga kesehatan (nakes) bernama Marisi Edenta Sinaga (39), meninggal dunia usai terpapar Covid-19. Almarhum langsung dimakamkan di pemakaman Covid-19, Sabtu (24/7).

Isak tangis sejumlah keluarga almarhum tak terbendung menyaksikan ambulans yang membawa jenazah, perlahan bergerak meninggalkan halaman parkir ruang perawatan Covid-19 RSUD Tarakan, menuju pemakaman Covid-19 di Kelurahan Juata Laut sekitar pukul 10.33 Wita.

Marisi Edenta Sinaga yang meninggal dunia setelah terpapar Covid-19, sudah mendapatkan perawatan intensif selama sepekan.  Pihak keluarga sudah ikhlas melepas Kepergian almarhum.

“Kami berusaha untuk mengikhlaskan, sebab inilah yang terbaik. Tuhan sudah membuatnya baik. Terima kasih untuk seluruh pihak manajemen rumah sakit,” tutur salah seorang keluarga sebelum melepas kepergian almarhum.

Menurut Direktur RSUD Tarakan dr Franky Sientoro Sp.A, kondisi almarhum saat terpapar Covid-19 sedang hamil 16 pekan atau sudah lebih 3 bulan. Franky menduga, kondisi kehamilannya itu yang membuat almarhum terpapar Covid-19 cukup berat, meskipun tidak memiliki komorbid atau penyakit penyerta. 

“Informasinya (kehamilan) anak kedua. Pada kondisi ibu hamil itu kalau kena covid juga cukup berat. Beberapa kasus yang dilaporkan, terutama di Indonesia, ibu-ibu hamil yang kena covid memang kondisinya tambah berat,” ujar Franky kepada awak media. 

Selain itu, almarhum juga belum divaksin. Tetapi bukan karena enggan divaksin, melainkan karena kondisinya yang sedang hamil muda.

“Karena pada periode awal mau vaksin, sudah hamil. Kemudian keguguran, kemudian hamil lagi, sehingga belum boleh divaksin karena masa kehamilannya masih muda,” ungkapnya.

Pihak RSUD Tarakan sendiri sudah berupaya maksimal dalam menangani almarhum. Menurut Franky, saat masuk ruang perawatan Covid-19, almarhum sudah merasakan gejala. Namun pihak RSUD Tarakan telah memberikan obat antivirus dan antibiotik. Bahkan sempat menyuplai darah plasma konvalesen ke dalam tubuh almarhum.

“Sejak awal kami rawat sudah dapat plasma konvalesen juga, kita sudah usahakan. Bahkan sudah mendapat terapi yang cukup kuat, obat-obat antivirus kita berikan. Tapi dua hari lalu saya dapat informasi (almarhum) dirawat di ruang ventilator,” katanya.

Marisi memang rentan terpapar Covid-19. Karena menurut Franky, semasa hidup almarhum bertugas sebagai tenaga analis RSUD Tarakan. Jabatannya adalah Koordinator Laboratorium Mikrobiologi yang bertugas memeriksa sampel di laboratorium RSUD Tarakan, termasuk memeriksa sampel pasien Covid-19.

Sepengetahuan pria yang juga Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kaltara ini, Marisi merupakan tenaga kesehatan pertama di Kaltara yang meninggal dunia setelah terpapar Covid-19.

Marisi merupakan satu dari belasan tenaga kesehatan RSUD Tarakan yang terpapar Covid-19, dampak peningkatan kasus di Tarakan. Franky membeberkan masih ada belasan tenaga kesehatan lagi yang terpapar, baik dokter, perawat, maupun non perawat. Hanya saja, kondisi mereka tidak seberat almarhum, sehingga hanya diminta melakukan isolasi mandiri di rumah.

Sedangkan secara keseluruhan hingga Sabtu (24/7), RSUD Tarakan sedang merawat 87 pasien Covid-19 dengan kondisi sedang dan berat. Jumlah itu sudah mencapai 87 persen dari kapasitas 100 tempat tidur yang disiapkan di ruang perawatan Covid-19.  

Dampak dari banyaknya pasien Covid-19 yang dirawat, membuat pihaknya membutuhkan banyak oksigen untuk mendukung pelayanan kepada pasien. Sementara ketersediaan oksigen juga terbatas.

Menurutnya, setiap 20 menit mobil masuk membawa tabung karena kebutuhan oksigen sangat tinggi. Dengan 87 pasien yang dirawat, diperkirakan 80 persen atau 70 pasien membutuhkan oksigen. Dengan kondisi itu pihaknya membutuhkan oksigen 720 ribu liter per hari atau 240 tabung.

“Tabungnya kita banyak sekali, tapi oksigennya yang tidak ada,” bebernya.

Dengan kondisi ini, Franky kembali mengimbau kepada masyarakat agar tidak menyepelekan Covid-19 karena kasusnya nyata dan dan dirasakan dampaknya. Salah satu upaya adalah dengan ikut vaksinasi, untuk menekan penularan Covid-19.

“Ada yang belum mau. Ya mau dipaksa juga tidak boleh karena itu haknya. Tapi kita terus mengimbau,” ungkapnya. (mrs/udi) 

 


BACA JUGA

Selasa, 21 September 2021 20:17

SKD Tetap Patuhi Prokes

SELEKSI Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2021…

Selasa, 21 September 2021 20:15

Menunggu hingga 8 Jam

TANJUNG SELOR – Gangguan jaringan yang terjadi selama 8 jam…

Senin, 20 September 2021 20:39

SKD Sempat Diundur, Di Tarakan 73 Peserta Tak Lolo

TANJUNG SELOR – Memasuki hari kelima pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar…

Senin, 20 September 2021 20:38

Kondisi Terapung Tak Bernyawa

TARAKAN – Tiga hari hilang sejak dilaporkan melompat ke laut…

Senin, 20 September 2021 20:35

Peluang Bulungan Dapat PI

TANJUNG SELOR – Seiring disetujuinya revisi Peraturan Daerah (Perda) Nomor…

Senin, 20 September 2021 20:30
BREAKING NEWS

SKD Sesi I Dilaksanakan Sore Hari

TANJUNG SELOR - Setelah gangguan selama 8 jam, Seleksi Kompetensi…

Senin, 20 September 2021 11:09

Tiga Daerah di Kaltara Potensial untuk Budi Daya Lobster

TANJUNG SELOR - Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi…

Senin, 20 September 2021 09:57
BREAKING NEWS

3 Jam Menunggu Akibat Gangguan Jaringan

TANJUNG SELOR - Para peserta Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), Calon…

Senin, 20 September 2021 09:55
BREAKING NEWS

Gangguan Jaringan Internet, SKD Tertunda

TANJUNG SELOR - Kembali, pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dalam…

Minggu, 19 September 2021 20:42

Masih Temukan Warga Tidak Pakai Masker

TARAKAN – Meskipun sosialisasi terhadap penerapan protokol kesehatan sudah sering…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers