MANAGED BY:
RABU
22 SEPTEMBER
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Minggu, 25 Juli 2021 19:35
Samakan Persepsi Berantas Narkotika
Yahya Ahmad Zein

TARAKAN - Aparat penegak hukum diminta menyamakan persepsi dalam penanganan penyalahgunaan narkotika, khususnya di Kaltara.

Dikatakan Dekan Fakultas Hukum, Universitas Borneo Tarakan, Yahya Ahmad Zein, mekanisme pencegahan penyalahgunaan narkotika, menjadi kunci utama untuk menekan peredaran narkotika.

Yahya menyebut, peredaran narkotika merupakan kejahatan luar biasa. Makanya aparat penegak hukum harus memiliki persepsi yang sama dalam memberantas narkotika. "Karena tidak bisa jalan sendiri. Semua saling membutuhkan. BNN (Badan Narkotika Nasional), Polri, Imigrasi, Lapas, Jaksa, dan Hakim, harus punya komitmen yang sama," tuturnya, Sabtu (24/7).

Menurutnya, aparatur hukum tidak hanya melakukan penindakan dan pemberantasan. Melainkan juga harus diutamakan pencegahan. Pasalnya, belakangan ini sudah ada keterlibatan anak di bawah umur dalam praktik penyalahgunaan narkotika.

"Ada anak sekolah juga yang terlibat. Bahkan barang buktinya sabu berkilo-kilo. Ini sangat meresahkan. Bahkan di Kaltara ini masuk dalam darurat narkotika. Sehingga semua stakeholder harus bersinergi," harapnya.

Ia menyampaikan, memang ada peraturan hukum bagi anak di bawah umur. Namun yang menjadi perhatian, proses hukum bisa menjadi efek jera bagi para pelaku anak di bawah umur. "Dari sisi hukum pasti disesuaikan dengan undang-undang peradilan anak," tuturnya.

Ditambahkan, ada beberapa bagian dalam proses hukum di Tarakan yang membutuhkan upaya bersama. Misalnya, dalam proses pembuktian barang bukti narkotika jenis sabu. Jika dari kepolisian, berkoordinasi kembali dengan BNN yang memiliki alat pembuktian.

"Contohnya pembuktian sabu benar atau tawas. Itu yang perlu proses dengan cepat. Sehingga para pelaku dapat kepastian hukum yang cepat juga. Tidak lama-lama lagi ditahan dan langsung diproses," jelasnya.

Tak hanya di dalam negeri, lanjut Yahya, indikasi narkotika yang didatangkan dari luar negeri semakin memprihatinkan. Maka dari itu ia juga berharap ada keseriusan dari aparat, khususnya aparat negara tetangga dalam memberantas narkotika. Pasalnya, narkotika jenis sabu-sabu yang beredar di Kaltara, diduga kuat didatangkan dari Malaysia. "Kami berharap, aparat punya komitmen bersama menjaga pintu-pintu masuk di Kaltara," katanya. (sas/udi)

 


BACA JUGA

Selasa, 21 September 2021 20:17

SKD Tetap Patuhi Prokes

SELEKSI Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2021…

Selasa, 21 September 2021 20:15

Menunggu hingga 8 Jam

TANJUNG SELOR – Gangguan jaringan yang terjadi selama 8 jam…

Senin, 20 September 2021 20:39

SKD Sempat Diundur, Di Tarakan 73 Peserta Tak Lolo

TANJUNG SELOR – Memasuki hari kelima pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar…

Senin, 20 September 2021 20:38

Kondisi Terapung Tak Bernyawa

TARAKAN – Tiga hari hilang sejak dilaporkan melompat ke laut…

Senin, 20 September 2021 20:35

Peluang Bulungan Dapat PI

TANJUNG SELOR – Seiring disetujuinya revisi Peraturan Daerah (Perda) Nomor…

Senin, 20 September 2021 20:30
BREAKING NEWS

SKD Sesi I Dilaksanakan Sore Hari

TANJUNG SELOR - Setelah gangguan selama 8 jam, Seleksi Kompetensi…

Senin, 20 September 2021 11:09

Tiga Daerah di Kaltara Potensial untuk Budi Daya Lobster

TANJUNG SELOR - Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi…

Senin, 20 September 2021 09:57
BREAKING NEWS

3 Jam Menunggu Akibat Gangguan Jaringan

TANJUNG SELOR - Para peserta Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), Calon…

Senin, 20 September 2021 09:55
BREAKING NEWS

Gangguan Jaringan Internet, SKD Tertunda

TANJUNG SELOR - Kembali, pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dalam…

Minggu, 19 September 2021 20:42

Masih Temukan Warga Tidak Pakai Masker

TARAKAN – Meskipun sosialisasi terhadap penerapan protokol kesehatan sudah sering…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers