MANAGED BY:
SELASA
21 SEPTEMBER
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Minggu, 25 Juli 2021 19:38
Persediaan Uang di Kaltara Meningkat
Ilustrasi

TARAKAN - Persediaan uang kas titipan Bank Indonesia di wilayah Kaltara, diperkirakan masih mencukupi untuk kebutuhan masyarakat. Kas titipan BI di Kaltara ini bekerja sama dengan Bankaltimtara yang terdapat Kabupaten Bulungan, Malinau, dan Nunukan. Tiga kas titipan tersebut dipastikan mampu menjangkau wilayah-wilayah lain melalui jaringan perbankan.

Kepala Kantor Perwakilan BI Kaltara, Yufrizal, mengatakan di momen Iduladha tahun ini, persediaan jumlah uang meningkat Rp 825 miliar atau sebesar 174 %. "Persediaan meningkat untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat,” katanya, Sabtu (23/7).

Meski terjadi peningkatan persediaan uang, pihaknya belum belum membuka persediaan penukaran uang rusak sejak 29 Juni hingga batas waktu yang belum ditentukan. Sebab sejumlah daerah di Kaltara telah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), untuk menekan angka penyebaran Covid-19.

Peniadaan penukaran uang lusuh dan rusak tersebut, menyesuaikan Siaran Pers Bank Indonesia Nomor 23/154/Dkom tanggal 28 Juni 2021 tentang PPKM yang diperketat. Yufrizal menuturkan, pihaknya juga patuh atas kebijakan PPKM tersebut dengan melakukan penyesuaian jadwal kegiatan operasional dan layanan publik.

"Kalau masyarakat yang ingin menukarkan uang rusak atau lusuh, dapat menukarkannya kepada bank-bank terdekat. Selanjutnya, bank akan menukarkan atau menyetorkan uang rusak atau lusuh tersebut ke BI. Langkah ini kami lakukan untuk mengurangi kerumunan dan keramaian untuk pencegahan penyebaran Covid-19," jelasnya.

Ditambahkan, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi sebelum melakukan penukaran uang lusuh atau rusak. Ia menuturkan, uang lusuh atau rusak akan diganti sebesar nilai nominal, namun kondisi fisik harus maksimal dua pertiga dari ukuran aslinya.

Dengan catatan, uang dalam satu kesatuan dengan atau tanpa nomor seri yang lengkap. Kemudian, tidak merupakan satu kesatuan dan kedua nomor seri pada uang rusak tersebut harus lengkap. Sedangkan untuk uang logam, kondisi fisiknya harus maksimal seperdua dari ukuran aslinya.

“Kami imbau masyarakat untuk mengenali rupiah menggunakan teknik 3D. Dilihat, diraba dan diterawang. Serta merawat rupiah menggunakan teknik 5J, jangan dilipat, jangan dibasahi, jangan dicoret, jangan diremas dan jangan distaples," imbuhnya. (sas/udi)


BACA JUGA

Kamis, 19 November 2015 18:03

Penghitungan Suara Gunakan Sistem Online

<p><strong>TANJUNG SELOR</strong> &ndash; Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Utara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers