MANAGED BY:
SELASA
21 SEPTEMBER
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Selasa, 27 Juli 2021 22:33
PTM Sementara Waktu Ditiadakan
KEMBALI TERAPKAN ONLINE: Guru SMPN 7 Tarakan saat memberikan materi kepada pelajar yang melaksanakan pembelajaran secara daring.

TARAKAN – Skenario pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 4 masih difinalkan Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan. Namun, bidang pendidikan sudah mulai menerapkannya. 

Wali Kota Tarakan Khairul telah menyarankan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Tarakan, untuk meniadakan sementara waktu Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah yang sudah berjalan sejak tahun ajaran baru. 

Disdikbud Tarakan telah membahasnya dan mengimbau ke sekolah, untuk meniadakan sementara waktu PTM. Kebijakan ini sudah berlaku sejak Senin (26/7). 

“Jadi mulai hari ini (kemarin, Red) tidak dilaksanakan lagi pembelajaran tatap muka,” terang Kepala Disdikbud Tarakan Tajuddin Tuwo kepada awak media, ditemui di ruang kerjanya, Senin (26/7).

Dengan ditiadakannya PTM, Tajuddin mengharapkan sekolah dan siswa kembali belajar secara online atau daring. Kebijakan ini akan dievaluasi setelah berakhirnya PPKM. Dengan melihat perkembangan kasus Covid-19. 

“Ada yang ingin pembelajaran tatap muka. Tentu di lain pihak masih ada yang tidak menginginkan pembelajaran tatap muka. Karena masih mengkhawatirkan anaknya bisa terkena Covid-19,” ungkapnya. 

Sejak Pemkot Tarakan mengizinkan sekolah membuka PTM, pihaknya sudah menyerahkan kepada sekolah untuk melaksanakan. Namun tetap melihat perkembangan Covid-19. 

Meskipun mendapat izin, jika kondisi di sekolah tidak memungkinkan melaksanakan PTM dengan berbagai kendala, bisa saja tidak dibuka. Namun, hampir semua sekolah baik TK, SD dan SMP telah melaksanakan PTM. 

Wali Kota Tarakan Khairul membenarkan kebijakan itu imbas dari penerapan PPKM Level 4. “Kalau di daerah-daerah yang ditetapkan di Level 4, maka pembelajaran online,” ujar Khairul, Senin (26/7). 

Mantan Sekretaris Daerah Tarakan ini mengakui rencana menyetop PTM sementara waktu. Masuk dalam skenario penerapan PPKM Level 4 yang akan dituangkan dalam Surat Edaran (SE). 

Menurutnya, kebijakan ini berlaku bagi sekolah yang sebelumnya telah mendapat rekomendasi dari kepala daerah melaksanakan PTM. Jika nantinya memungkinkan dibuka kembali, Pemkot Tarakan mempersilakan.

Pemkot Tarakan telah menyusun skenario PPKM Level 4 setelah merapatkan dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Khairul akan mengumumkan beberapa hari  ke depan.

Namun, PPKM Level 4 ini kemungkinan jadi diterapkan. Karena Khairul mengakui telah mendapatkan Surat Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) yang menetapkan Tarakan masuk daerah yang menerapkan PPKM Level 4. Pihaknya kini tinggal menunggu Surat Edaran dari Gubernur Kaltara. 

Menurutnya, selama ini Tarakan sudah menerapkan PPKM seperti menjaga jarak, memakai masker dan membatasi kapasitas ruangan. Namun dalam penerapan PPKM nanti, perlu diketatkan lagi pengawasannya. 

Pemkot Tarakan berupaya tidak menimbulkan kegaduhan di masyarakat, namun bisa menekan kasus Covid-19. Masyarakat masih dibolehkan beraktivitas namun tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes). 

Berkaitan Pemkot Tarakan memberikan bantuan seperti saat menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Khairul tidak menjanjikan. Karena kebijakan ini diterapkan mendadak.

“Memberikan bantuan kan harus dianggarkan,” imbuhnya. Sementara, sekolah yang sempat melaksanakan PTM, sejak Senin kembali menerapkan pembelajaran secara online. 

Kepala Sekolah Menegah Pertama (SMP) Negeri 7 Friny Napasti mengaku, tidak ada kendala menerapkannya karena pihaknya sudah menyiapkan dari awal.

“Siswa, guru memang sudah disiapkan untuk kondisi seperti ini,” ujar Friny. 

Sistem pembelajaran yang diterapkan yakni secara online. Akan tetapi, jika ada siswa atau orangtua yang tidak memiliki fasilitas daring, pihaknya menyiapkan sistem luring. Yakni memberi tugas yang bisa diambil orangtua siswa di sekolah. 

Setelah dikerjakan di rumah, dikumpulkan ke sekolah sesuai waktu yang ditentukan. “Untuk menyikapinya kami menyiapkan tugas-tugas luring. Pemberian materi luring bagi siswa yang memang betul-betul tidak punya fasilitas daring,” tuturnya. (mrs/uno) 


BACA JUGA

Senin, 20 September 2021 20:52

Ancaman Dunia Pendidikan

NUNUKAN – Pada masa pandemi Covid-19 saat ini, sejumlah anak…

Senin, 20 September 2021 11:06

Sengketa THM, PTUN Keluarkan Rekomendasi

Putusan yang ditunggu-tunggu terkait sengketa antara Pemkot Tarakan dengan pemilik…

Sabtu, 18 September 2021 21:30

Serbuan Vaksin Sasar Karyawan Perusahaan

TARAKAN – Program serbuan vaksin masih terlaksana di Tarakan. Sasarannya…

Sabtu, 18 September 2021 21:27

Tolak Tawaran Miras Nekat Tikam Penumpang

TARAKAN – Seorang warga Kabupaten Toli-Toli, Sulawesi Tengah, berinisial TA…

Sabtu, 18 September 2021 21:18

Perpanjang Sertifikat Pemilik HGB

TARAKAN – Putusan yang ditunggu-tunggu terkait sengketa antara Pemerintah Kota…

Jumat, 17 September 2021 20:48

Akhirnya 2 Kecamatan di Nunukan Boleh PTM

NUNUKAN – Ada 2 kecamatan di Kabupaten Nunukan sempat tidak…

Jumat, 17 September 2021 20:44

Target Akhir Tahun Ini Rampung

TARAKAN – Kementerian Perdagangan memberikan bantuan bagi Kota Tarakan, yang…

Jumat, 17 September 2021 20:40

KRI Bima Suci 3 Hari di Tarakan

TARAKAN – Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Bima Suci yang…

Jumat, 17 September 2021 20:38

Wagub Minta Tingkatkan Kemampuan SDM

TARAKAN - Sumber Daya Manusia (SDM) di Rumah Sakit Umum…

Jumat, 17 September 2021 20:33

Perbaiki Jalan Secara Permanen

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Tarakan mulai memperbaiki jalan yang rusak di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers