MANAGED BY:
SABTU
25 SEPTEMBER
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

EKONOMI

Rabu, 04 Agustus 2021 20:47
Ekspor Kaltara Tunjukkan Hasil Positif
AKTIVITAS BONGKAR MUAT: Pelabuhan Malundung Taraakan merupakan salah satu pelabuhan penunjang dalam ekspor Kaltara di dalam daerah.

TANJUNG SELOR – Pada semester awal tahun ini, kinerja ekspor Kalimantan Utara melalui pelabuhan di dalam daerah menunjukkan hasil positif. Catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara, ekspor kategori ini naik 23,44 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Nominal ekspor Kaltara melalui pelabuhan di dalam daerah sebesar USD 582,48 juta. Angka ini setara dengan Rp 8,42 triliun (mengacu kurs tengah BI 2/8: Rp 14.461). Dari tiga kelompok komoditi ekspor, seluruhnya tercatat mengalami pertumbuhan yang positif. 

Kinerja ekspor tertinggi ada di kelompok hasil pertanian. Nominalnya mencapai USD 13,54 juta (Rp 195,80 miliar). Sektor ini mampu tumbuh hingga 87,51 persen. Kinerja tertinggi kedua, kelompok hasil industri yang naik 33,59 persen. Terakhir, kelompok hasil tambang dengan pertumbuhan positif 20,97 persen, atau dari USD4 10,21 juta (Rp 5,93 triliun) menjadi USD 496,22 juta (Rp 7,17 triliun). 

Kendati ada di posisi terakhir, kelompok hasil tambang masih mendominasi nominal ekspor Kaltara secara akumulatif. Sektor ini memberi kontribusi lebih dari 80 persen. Komoditas ekspor Kaltara tidak hanya dikirim melalui pelabuhan di dalam daerah. 

Kepala BPS Kaltara Tina Wahyufitri mengatakan, ekspor Kaltara tetap tumbuh positif di masa pandemi tahun ini. Hal itu disebabkan seluruh komoditas non-migas di Kaltara memberi kontribusi dominan. Dibandingkan tahun 2020, ada kenaikan ekspor mencapai 81,66 persen.

“Hasil industri mengalami peningkatan sebesar 16,11 persen. Hal ini karena pada tahun 2021, sudah mulai dibuka pelabuhan ekspor di Nunukan, utamanya ke Malaysia,” terang Tina, kemarin (3/8). 

Kontribusi batu bara masih sangat dominan dalam mempengaruhi pertumbuhan ekspor Kaltara. Hal ini disebabkan kuantitas komoditi yang dihasilkan. Selain itu juga dipengaruhi fluktuasi harga yang cukup baik di semester I 2021. “Kontribusi batu bara masih sangat mempengaruhi pertumbuhan ekspor Kaltara. Karena ekspor kita kan didominasi oleh komoditi tersebut,” ungkap Tina.

Mengenai ekspor kelompok hasil pertanian yang mengalami peningkatan paling tinggi, dipengaruhi lima komoditi. Namun mayoritas berasal dari sub kelompok perikanan. Ada lima komoditi yang mendominasi ekspor kelompok ini. 

“Komoditi ekspor hasil pertanian yang dominan adalah kepiting, ikan laut, udang dan mangrove,” sebutnya. 

BPS mencatat ada tiga pelabuhan utama di luar daerah yang kerap menjadi lokasi pengiriman. Yakni pelabuhan di DKI Jakarta, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan.

Ekspor komoditi asal Kaltara melalui pelabuhan di DKI Jakarta naik 13,64 persen. Yaitu dari USD 1,71 juta (Rp 24,72 miliar) menjadi USD 1,94 juta (Rp 28,05 miliar). Selanjutnya di Jawa Timur, ekspor Kaltara mengalami penurunan 7,08 persen. Atau dari USD 62,69 juta (Rp 906,56 miliar) menjadi USD 58,25 juta (Rp 842,35 miliar).

Kondisi penurunan terjadi pada ekspor komoditi Kaltara melalui pelabuhan di Sulawesi Selatan. Dimana terjadi penurunan sebesar 5,21 persen. Atau dari USD 4,42 juta (Rp 63,91 miliar) menjadi USD 4,19 juta (Rp 60,59 miliar).

Ekspor Kaltara melalui pelabuhan-pelabuhan lain di luar daerah naik 177,72 persen. Nilainya dari USD 0,12 juta (Rp 1,73 miliar) menjadi USD 0,34 juta (Rp 4,91 miliar). Namun, secara akumulatif, terjadi penurunan sebesar 6,11 persen. Yakni dari USD 68,94 juta (Rp 996,94 miliar) menjadi USD 64,73 juta (Rp 936,06 miliar). 

Berdasarkan negara tujuan, diketahui ada 8 negara tujuan utama ekspor Kaltara. Yakni ke Tiongkok dengan nominal USD 226,47 juta (Rp 3,27 triliun), ke Filiphina dengan nominal USD 75,07 juta (Rp 1,08 triliun) dan ke Malaysia dengan nominal USD 91,11 juta (Rp 1,31 triliun).

Selanjutnya, ekspor ke Taiwan dengan nominal USD 26,64 juta (Rp 385,24 miliar), ke Thailand sebesar USD 24,49 juta (Rp 354,14 miliar) dan ke Jepang sebesar USD 27,38 juta (Rp 395,94 miliar). Kaltara juga melakukan ekspor ke India senilai USD 76,37 juta (Rp 1,10 triliun) dan ke Hongkong sebesar USD 4,39 juta (Rp 63,48 miliar).

Selain itu, ada juga sejumlah negara lain yang menjadi negara tujuan ekspor Kaltara. Pada semester I tahun ini, nominalnya mencapai USD 55,22 juta (Rp 798,53 miliar). Terjadi penurunan 62,06 persen dibandingkan tahun sebelumnya dengan nominal USD 145,55 juta (Rp 2,1 triliun).

Kenaikan kinerja ekspor turut berpengaruh terhadap naiknya kondisi neraca perdagangan luar negeri Kaltara. Pada semester I tahun ini, neraca perdagangan luar negeri Surplus USD 574,35 juta (Rp 8,3 triliun). Ini menandakan kinerja ekspor lebih besar USD 574,35 juta (Rp 8,3 triliun) dibandingkan impor yang masuk. Dibandingkan tahun lalu, surplus neraca perdagangan naik USD110,36 juta (Rp 1,6 triliun). (*/nnf/uno)


BACA JUGA

Selasa, 24 November 2015 18:39

Pasar Tenguyun jadi Lautan Sahabat Pejuang

<p><strong>TARAKAN &ndash;</strong> Setelah sukses menggelar jalan sehat santai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers