MANAGED BY:
SABTU
25 SEPTEMBER
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

BENUANTA

Kamis, 05 Agustus 2021 12:22
Embung Binalatung Sekadar Mengharapkan Hujan
Perjuangkan Bangun Pipa Bawah Laut, Dari Sekatak ke Tarakan
KEKURANGAN AIR BAKU: Produksi air bersih dari IPA Kampung Bugis disuplai dari Embung Binalatung.

Krisis air baku di Embung Binalatung (Kampung Satu) yang dialami Perusahaan Daerah (Perumda) Tirta Alam Tarakan, masih berlanjut sampai sekarang. Dampaknya membuat suplai air ke pelanggaan tidak lancar. Perumda Tirta Alam Tarakan bahkan harus mengambil kebijakan melakukan pendistribusian secara bergilir.

 

TARAKAN–Direktur Perumda Tirta Alam Tarakan Iwan Setiawan menjelaskan, kondisi Embung Binalatung tidak didukung dengan sumber air di sekitarnya, hanya bisa menampung air hujan.

Dengan kondisi itu, air baku di embung tersebut cepat berkurang jika tidak hujan. Karena embung itu menyuplai air untuk Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kampung Satu dan IPA Kampung Bugis. Seperti yang terjadi saat ini, Embung Binalatung krisis air baku karena hujan yang minim. Dampaknya suplai air ke pelanggan berkurang drastis hingga 75 persen.

“Itu yang dilayani IPA Kampung Satu sekarang harus bergantian. Dulu yang bisa kapasitas produksi 225 liter per detik, sekarang tinggal 60 liter per detik, artinya turun sekitar 75 persen. Yang 25 persen mau enggak mau giliran,” ujarnya, Rabu (4/8). Dampaknya dirasakan pelanggan di sebagian Kecamatan Tarakan Timur dan Kecamatan Tarakan Tengah. Seperti di Kelurahan Kampung Satu, Kampung Empat, Kampung Enam, Lingkas Ujung, Beringin dan Kelurahan Pamusian.

Sementara untuk daerah lainnya seperti sebagian Tarakan Barat dan Tarakan Utara masih aman. Karena pasokan air baku di Embung Persemaian masih mencukupi. Sehingga, IPA Persamaian dan IPA Juata masih bisa menyuplai dengan kapasitas maksimal.

Menurut Iwan, saat ini tidak ada cara lain kecuali mengharapkan hujan dengan intensitas tinggi untuk bisa memenuhi Embung Binalatung. Sedangkan jika dilakukan pengerukan di embung tersebut, Iwan menilai tidak efektif. Karena tidak ada sedimentasi lantaran tidak ada aliran sungai di sekitarnya.

Namun, Pemkot Tarakan sedang mengupayakan pemasangan pipa distribusi dari Embung Indulung untuk menyuplai air baku ke IPA Kampung Satu. Saat ini tinggal menyisakan sekitar 300 meter, serta menunggu dukungan listrik dari PLN.

“Kalau sudah ada air baku dari Indulung itu sudah agak bisa teratasi air baku yang di Kampung Satu, karena itu besar, sekitar 200 liter per detik,” tuturnya.

Sedangkan dalam jangka panjang, rencana mengambil air baku dari Sekatak sedang diseriusi Pemprov Kaltara untuk diperjuangkan di pusat. Iwan menyebut, pihaknya dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Tarakan sudah bertemu dengan gubernur Kaltara untuk menjelaskan rencana tersebut.

“Kemarin dibahas di kantor gubernur. Hasilnya gubernur akan menindaklanjuti. Nanti akan dibawa ke pusat, diperjuangkan bagaimana proyek bisa jalan,” ungkapnya.

Berdasarkan detail enginering design (DED) yang dibuat, ada tiga skema pembiayaan yang dirancang Pemkot Tarakan untuk mengambil air dari Sekatak. Pertama melalui Jembatan Bulan yang membutuhkan anggaran Rp 700 miliar. Namun, rencana itu dinilai tidak realistis seiring belum terbangunnya jembatan bulan.

Skema kedua adalah memasang pipa distribusi bawah laut dengan membutuhkan biaya Rp 1,2 triliun. Sedangkan skenario ketiga juga pemasangan pipa bawah laut namun dengan jalur yang lebih pendek.

Iwan menyerahkan sepenuhnya kepada Pemprov Kaltara untuk menindaklanjuti. Dia menilai, rencana itu memang harus dilakukan. Karena untuk jangka panjang, Tarakan memang harus ambil air dari daratan Kalimantan, tidak bisa hanya mengharapkan dari Tarakan.

“Kalau Pak Gubernur sih maunya secepatnya, lebih cepat lebih baik. Makanya kami menyambut baik Pak Gubernur, tentu jadi lompatan besar. Kalau seandainya itu terjadi, Tarakan tidak krisis air, kalau Pak Gubernur bisa realisasikan,” kuncinya. (kpg/mrs/dra/k8)

 

 

loading...

BACA JUGA

Jumat, 24 September 2021 20:38

6 Bulan PDPB Bertambah

KOMISI Pemilihan Umum (KPU) Bulungan mencatat ada 922 orang masuk…

Kamis, 23 September 2021 16:58

Gangguan Jaringan Berangsur Teratasi

TANJUNG SELOR – Selama pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), tiga…

Kamis, 23 September 2021 16:37

Antisipasi Terpapar, Panitia SKD Di-Swab

TANJUNG SELOR – Pemeriksaan swab antigen tidak hanya diberlakukan kepada…

Kamis, 23 September 2021 16:29

Perbaikan Butuh Waktu 2-4 Pekan

TERJADINYA gangguan jaringan internet dalam beberapa hari belakangan ini, menghambat…

Kamis, 23 September 2021 15:28

APBD Bulungan Naik Puluhan Miliar di Perubahan

TANJUNG SELOR–Pembahasan anggaran pendapatan belanja daerah perubahan (APBD-P), terus dikejar.…

Kamis, 23 September 2021 15:27

Mina Padi di Salimbatu Berdampak Positif

TANJUNG SELOR–Bupati Bulungan Syarwani belum lama ini meninjau panen ikan…

Senin, 20 September 2021 20:51

2 Desa Belum Teraliri Listrik

TANJUNG SELOR – Hingga saat ini masih ada desa yang…

Senin, 20 September 2021 20:48

Potensi Pengembangan Madrasah di Bulungan

TANJUNG SELOR – Kementerian Agama (Kemenag) Bulungan berencana membangun Madrasah…

Sabtu, 18 September 2021 21:22

Aplikasi SIPENANAM Permudah LKPM

TANJUNG SELOR - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu…

Jumat, 17 September 2021 20:45

Kawasan Khusus di Kaltara Butuh Rp 3 Triliun

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara telah menyusun alokasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers