MANAGED BY:
SABTU
16 OKTOBER
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Selasa, 24 Agustus 2021 20:59
Ada di Pedalaman, Rumah Sakit Ini Sudah 6 Tahun Belum Difungsikan
TAK DIFUNGSIKAN: Kondisi Rumah Sakit Pratama Sebuku yang sangat dibutuhkan masyarakat dalam pelayanan kesehatan.

WARGA pedalaman di Kabupaten Nunukan menuntut agar Rumah Sakit Pratama Sebuku, yang sudah 6 tahun bisa segera beroperasi. 

Dikarenakan sulitnya akses transportasi dan fasilitas kesehatan (Faskes) yang kian mencekik di masa pandemi Covid-19. Warga yang tinggal di pelosok terisolir, harus menempuh jarak sekitar 6 jam melewati jalur darat dan sungai. Untuk menuju RSUD Nunukan, ketika mereka harus dirujuk oleh Puskesmas setempat.

Akibatnya, ada kasus pasien meninggal dalam perjalanan sebelum mendapat penanganan medis. “Kondisi warga perbatasan selalu butuh konsentrasi serius para pemangku kebijakan. Warga kita masih kesulitan menuju RSUD Nunukan. Ada RS Pratama pun tapi tidak berfungsi,” keluh tokoh masyarakat Sembakung Anto Bolokot, Senin (23/8).

Ia mengatakan, di masa pandemi sebagian wilayah yang dekat dengan kabupaten lain. Seperti Kecamatan Lumbis, bisa lebih dekat dan mudah berobat ke Kabupaten Malinau. Hanya saja, semenjak rumah sakit Malinau tidak lagi menerima pasien dari luar daerah. Membuat kondisi warga pedalaman Nunukan yang sakit, terpaksa harus dibawa ke RSUD Nunukan.

Padahal, jarak tempuh bisa mencapai 6 jam perjalanan dengan biaya tidak sedikit. Berbeda jika hanya ke rumah sakit di Malinau, hanya butuh 2-5 liter bensin. 

“Ada yang membonceng keluarganya menggunakan sepeda motor, diikat dibelakang untuk menuju RSUD Nunukan. Ini perlu pemikiran serius dan respon cepat dari pemerintah daerah,” tambahnya.

Bahkan, hal ini pun kerap diunggah warga pedalaman di laman medsos Facebook dan terus menjadi perbincangan di kalangan netizen Nunukan. Mayoritas netizen, mempertanyakan keberadaan bangunan RS Pratama Sebuku yang sudah sekian lama tidak difungsikan.

Anto menyayangkan belum berfungsinya bangunan megah RS Pratama Sebuku yang dibangun tahun 2013 silam. Bahkan telah rampung tahun 2016. Padahal keberadaan RS Pratama menjadi harapan bagi sejumlah kecamatan. Seperti Kecamatan Sebuku, Seimanggaris, Tulin Onsoi, dan Sembakung.

Keberadaan RS Pratama tersebut yang berdiri di atas lahan milik PT Adindo Hutani Lestari dipermasalahkan. Padahal ada beberapa fasilitas umum milik pemerintah seperti kantor camat, gedung SMAN dan kantor PLN bisa beroperasi normal tanpa dipersoalkan.

“Kita sudah lakukan kunker (kunjungan kerja) soal ini. Alkes (Alat Kesehatan) sudah siap, hanya SDM dan status lahan yang masih jadi kendala. Ini pandemi, kita meminta pemerintah daerah tegas dan menjadikan persoalan ini fokus utama. Demi kemaslahatan warga di perbatasan,” pinta Anto.

Kesulitan akses kesehatan inipun ditanggapi Bupati Nunukan Hj Asmin Laura Hafid melalui juru bicara Pemkab Nunukan Hasan Basri Mursali. Dia mengatakan, permasalahan ini sudah dikoordinasikan dengan Gubernur Kaltara. 

“Bupati dan Gubernur sudah mempersiapkan anggarannya. Baik untuk pengadaan Alkes yang memang ada kewenangan dari Pemerintah Provinsi dan Pusat. Sementara untuk lahannya, memang ada masalah menyangkut Amdal (Analisis Dampak Lingkungan) dan sekarang sudah selesai,” tuturnya. 

Ia menegaskan, proses menuju operasional RS Pratama Sebuku tidak mudah. Pemkab Nunukan harus berkoordinasi dan berkomunikasi dengan Pemerintah Provinsi dan Pusat. (*/lik/*/viq/uno) 


BACA JUGA

Kamis, 19 November 2015 18:03

Penghitungan Suara Gunakan Sistem Online

<p><strong>TANJUNG SELOR</strong> &ndash; Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Utara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers