MANAGED BY:
SABTU
16 OKTOBER
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

BENUANTA

Jumat, 27 Agustus 2021 20:28
Bulungan Belum Miliki Alat Apheresis
PENDONOR: PMI Bulungan tetap melaksanakan donor darah bagi masyarakat yang membutuhkan.

TANJUNG SELOR – Pasien Covid-19 yang membutuhkan donor plasma konvalesen kian meningkat. Namun disayangkan tidak didukung dengan adanya peralatan untuk pendonor plasma konvalesen.

Pasalnya, di kabupaten/kota tidak semua memiliki peralatan untuk melayani donor plasma konvalesen. Seperti di Bulungan misalnya, Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Bulungan hingga kini belum bisa melayani donor plasma konvalesen setiap pasien positif Covid-19

Wakil UTD PMI Bulungan Idewan Budi Santoso mengatakan, pihaknya belum memiliki alat apheresis yang digunakan untuk mengambil plasma konvalesen dari para penyintas Covid-19.

“Alat itu mempunyai fungsi untuk memisahkan antara sel darah merah, sel darah putih, trombosit, dan plasma konvalesen,” jelasnya, Kamis (26/8). PMI Bulungan pun belum bisa melayani kebutuhan donor plasma konvalesen. 

Meskipun demikian, PMI Bulungan telah mengajukan permohonan bantuan alat apheresis kepada Pemerintah Pusat. Akan tetapi, hingga saat ini permohonan itu belum terealisasi. Sementara, pihaknya terkendala dengan keterbatasan dana jika harus mendatangkan alat apheresis secara mandiri.

Di Kaltara, terapi plasma konvalesen untuk pasien Covid-19 memang masih terbatas. Sementara ini baru tersedia di RSUD Tarakan, yang sudah melayani terapi plasma konvalesen. 

Menurutnya, terapi plasma konvalesen ini menjadi salah satu cara yang dilakukan kepada pasien Covid-19. Dengan memasukkan plasma darah dari penyintas Covid-19 yang sudah memiliki antibodi ke tubuh pasien Covid-19. Pendonor plasma konvalesen ini khusus untuk penyintas Covid-19 yang telah sembuh. Minimal tiga bulan dan tanpa gejala.

Budi menambahkan, proses donor plasma konvalesen memakan waktu lebih lama. Bisa satu hingga dua jam. Tak seperti donor darah biasa. Budi pun mengingatkan, agar masyarakat tidak perlu khawatir mendonorkan darah di masa pandemi Covid-19. Karena dalam pelaksanaan donor darah, PMI telah menerapkan protokol kesehatan (Prokes) yang sangat ketat.

Selain tidak adanya bukti penularan melalui transfusi darah. Darah yang didonorkan pun tidak akan langsung diberikan kepada penerima. Darah akan melalui beberapa proses pemeriksaan, penyaringan, dan pemisahan komponen. Sehingga aman untuk diberikan kepada orang yang membutuhkan. (*/nnf/uno) 


BACA JUGA

Jumat, 20 November 2015 18:16

165 Calon Banpol PP Tak Lolos Tes Fisik

<p><strong>TANJUNG SELOR</strong> &ndash; Sebanyak 165 orang calon anggota Bantuan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers