MANAGED BY:
SABTU
16 OKTOBER
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

BENUANTA

Jumat, 03 September 2021 20:56
NTP Kaltara Alami Surplus
SURPLUS: Hasil pertanian di perdesaan mengalami peningkatan pada Agustus lalu yang tumbuh 0,52 persen.

TANJUNG SELOR – Nilai Tukar Petani (NTP) Kalimantan Utara (Kaltara) pada Agustus lalu tumbuh 0,52 persen. Dari 105,62 persen pada Juli lalu menjadi 106,17 persen. Artinya, petani mengalami surplus/peningkatan daya beli. 

Hal itu dikarenakan harga yang petani terima, mengalami peningkatan lebih cepat dari harga yang dibayarkan terhadap tahun dasar. Peningkatan tersebut berdasarkan hasil pemantauan harga-harga perdesaan di 4 kabupaten di Kaltara. Peningkatan NTP Agustus dipengaruhi oleh naiknya NTP di tiga subsektor pertanian. Meliputi, subsektor tanaman pangan naik sebesar 0,35 persen, tanaman perkebunan rakyat naik 3,46 persen dan perikanan naik 0,50 persen. 

Sedangkan NTP pada subsektor hortikultura dan peternakan sama-sama turun, masing-masing 1,19 persen dan 1,64 persen. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara Tina Wahyufitri mengatakan, NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. 

NTP pun menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian. Dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun biaya produksi. Semakin tinggi NTP, secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan/daya beli petani.

“Dari indeks harga yang diterima petani, dapat dilihat fluktuasi harga barang-barang yang dihasilkan petani. Pada Agustus lalu, naik 0,28 persen dibanding Juli,” ungkap Tina, kemarin (2/9). 

Angka tersebut dari 111,52 persen menjadi 111,83 persen. Kenaikan itu menunjukkan tingkat harga produksi pertanian pada Agustus mengalami peningkatan, rata-rata 11,83 persen. Terhadap produk yang sama pada tahun dasar.

Peningkatan pada Agustus lalu disebabkan naiknya indeks harga di tiga subsektor pertanian. Yakni subsektor tanaman pangan 0,00 persen, tanaman perkebunan rakyat 3,24 persen dan perikanan 0,34 persen. Melalui indeks harga yang dibayar petani (Ib) dapat dilihat fluktuasi harga barang dan jasa, yang dikonsumsi oleh masyarakat perdesaan. Khususnya petani yang merupakan bagian terbesar dari masyarakat perdesaan, serta fluktuasi harga barang dan jasa yang diperlukan untuk memproduksi hasil pertanian. 

Pada Agustus, Ib Kaltara turun sebesar 0,24 persen. Bila dibanding Ib Juli 2021, yaitu dari 105,59 persen menjadi 105,33 persen. Penurunan Ib terjadi karena IKRT turun sebesar 0,32 persen. Penurunan Ib terjadi di semua subsektor pertanian. (*/nnf/uno)


BACA JUGA

Jumat, 20 November 2015 18:16

165 Calon Banpol PP Tak Lolos Tes Fisik

<p><strong>TANJUNG SELOR</strong> &ndash; Sebanyak 165 orang calon anggota Bantuan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers