MANAGED BY:
SENIN
18 OKTOBER
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Sabtu, 04 September 2021 20:05
Sungai Ini Diduga Tercemar Limbah Oli Bekas

Berdampak Terhadap Sungai Kampung Bugis

BERSIHKAN LIMBAH: Petugas membersihkan tumpahan oli bekas yang mencemari sungai Kampung Bugis.

TARAKAN – Sungai yang mengalir di Jalan Slamet Riyadi, Kampung Bugis, Kelurahan Karang Anyar, terutama di depan Kantor Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Alam Tarakan, sempat tercemar cairan minyak berwarna hitam pekat diduga limbah oli bekas. 

Perumda Tirta Alam Tarakan menerima laporan dari warga, Jumat (3/9) pagi. Bahkan perusahaan milik Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan ikut disibukkan dengan kondisi tersebut. 

“Kurang lebih 07.10 menit saya langsung ke lokasi. Ini masih berkurang, kalau tadi luar biasa, hitam pekat,” jelas Kepala Bagian (Kabag) Humas Perumda Tirta Alam Tarakan Sunarto, ditemui awak media disela memantau kegiatan pembersihan, Jumat (3/9) pagi. 

Perumda Tirta Alam Tarakan sudah menyikapi temuan itu, dengan melakukan survei ke lapangan menyusuri sumber limbah oli bekas. Pihaknya telah membersihkan oli bekas tersebut sesuai arahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tarakan. 

Dilakukannya pembersihan karena aliran sungai merupakan air baku, untuk memproduksi air bersih di Intalasi Pengolahan Air (IPA) Kampung Bugis. Perumda Tirta Alam Tarakan sempat menghentikan sementara produksi airnya, agar tidak sampai diproses IPA Kampung Bugis. 

“Sementara kami stop dulu produksi air bersih khususnya di jaringan Kampung Bugis,” ungkapnya.

Sunarto belum bisa membeberkan penyebab tercemarnya aliran sungai di Kampung Bugis tersebut. Disengaja atau tidak. Namun pihaknya sudah mendokumentasikan temuan tersebut melalui video dan gambar, nantinya menjadi bukti untuk ditindaklanjuti ke bagian terkait. 

Keterangan saksi, diketahui melihat kondisi aliran sungai itu dicemari cairan hitam pekat. Setelah dilihat lebih dekat, diduga tumpahan oli bekas. 

DLH Tarakan telah turun ke lapangan untuk mengambil sampel, guna diteliti lebih lanjut di laboratorium. Namun karena peralatan laboratorium DLH Tarakan terbatas untuk pengujian cairan minyak. Maka hasil uji laboratorium bisa ditindalanjuti ke laboratorium di Universitas Borneo Tarakan (UBT) atau ke Sucofindo. 

“Laboratorium kita alatnya terbatas, cuma bisa ngambil In situ. Seperti pH, suhunya, dan DO. Dari hasil ini dibawa ke laboratorium teregistrasi kayak UB sudah, dan Sucofindo,” ujar Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Laboratorium Pengelolaan Lingkungan DLH Tarakan Sukran Anang, Jumat (3/9).

Dari hasil pengambilan sampel yang sempat terbaca. Pihaknya mendapatkan hasil untuk pH mencapai 6,9 sekitar pukul 09.30 Wita. Artinya masih masuk kategori baku mutu sungai yang standarnya 6-9. Sementara oksigen terlarut (DO) mencapai 3,99, artinya masih bawah baku mutu sungai yang standarnya 5.  

Namun ia belum bisa memastikan layak atau tidaknya air untuk dikonsumsi. Karena perlu perhitungan lebih banyak. Secara keseluruhan ada 28 parameter yang menentukan air tersebut layak dikonsumsi atau tidak. Termasuk di dalamnya parameter pH dan DO. Untuk memastikan hal itu, perlu pengujian lebih lanjut.  (mrs/uno) 


BACA JUGA

Kamis, 19 November 2015 18:03

Penghitungan Suara Gunakan Sistem Online

<p><strong>TANJUNG SELOR</strong> &ndash; Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Utara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers