MANAGED BY:
SABTU
16 OKTOBER
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Selasa, 07 September 2021 19:00
Tarif Rapid Antigen Turun
SWAB PENUMPANG: Bagi penumpang speedboat yang akan menuju ke Tarakan terlebih dulu dilakukan swab antigen, beberapa bulan lalu.

TANJUNG SELOR – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) resmi memberlakukan harga tarif tertinggi untuk Rapid Diagnostic Test Antigen (RDT-Ag). Yang semula Rp 250 ribu turun menjadi Rp 99 ribu untuk Pulau Jawa dan Bali serta Rp 109 ribu bagi luar Pulau Jawa dan Bali.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinkes Bulungan Imam Sujono mengatakan Pemerintah Pusat sudah menjabarkan evaluasi harga acuan tertinggi RDT antigen. Oleh BPKP dilakukan sesuai surat permohonan Dirjen Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Nomor JP.02.03/I/2841/2021 tentang Permohonan Evaluasi Batasan Tarif Tertinggi Pemeriksaan RT-PCR dan RDT-Ag. 

Adapun penetapan batasan tarif tertinggi berdasarkan hasil evaluasi pemerintah, dengan mempertimbangkan komponen jasa pelayanan/SDM, komponen reagen dan bahan habis pakai (BHP). Termasuk komponen biaya administrasi, Overhead dan komponen biaya lainnya, yang disesuaikan kondisi saat ini. 

Sementara sumber data terkait kewajaran harga, diperoleh antara lain dari hasil audit BPKP, E-Katalog, dan harga pasar saat ini.

“Laporan saat ini sudah ada klinik di Tanjung Selor menerapkan harga rapid antigen hanya Rp 100 ribu, dari harga sebelumnya Rp 250 ribu,” ujar Imam, Senin (6/9). 

Dengan harga yang telah berubah, diharapakan masyarakat tidak terbebani melakukan Rapid Antigen secara mandiri. Karena mau sekolah, habis dinas luar, ingin berobat keluar kota, monitor usaha di luar kota semuanya perlu rapid antigen.

Imam menilai, rapid antigen ini bermanfaat untuk mendiagnosis orang-orang yang diketahui memiliki risiko besar terpapar virus. Swab antigen dan rapid antigen merupakan jenis tes yang sama. Disebut rapid karena hasil pemeriksaannya cepat. Sementara swab karena teknik pengambilan sampelnya dengan cara mengusap area dalam hidung. 

Swab antigen atau dikenal dengan rapid antigen, bekerja dengan cara mendeteksi protein tertentu dari virus yang memunculkan respons kekebalan tubuh. Pemberlakuan tarif baru untuk rapid antigen pun diterapakan di Tarakan. 

Satgas Penanganan Covid-19 Tarakan mengklaim sudah menyesuaikan harga rapid antigen terbaru, yang dikeluarkan Pemerintah Pusat sejak 1 September lalu. Aturan ini mengacu pada Surat Edaran Nomor HK 02.02/1/3065/2021 tentang Batasan Tarif Tertinggi Pemeriksaan Rapid Test Diagnostic Antigen (RDT-ag).

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Tarakan dr Devi Ika Indriarti mengakui, akan melakukan pengawasan kembali. Termasuk penyesuaian harga rapid antigen.

“Animo masyarakat (untuk melakukan testing) sama saja. Karena ini baru mulai. Kami hanya mengawasi penyesuaian harganya, dari fasilitas kesehatan yang menyesuaikan," singkatnya.

Sementara itu, Pimpinan Fasilitas Kesehatan, Klinik Pratama Polres Tarakan dr Nilvany Dwiyanti mengakui sudah menyesuaikan harga dari Kemenkes, yakni Rp 109 ribu. Sejak aturan tersebut diterbitkan, pihaknya terlebih dahulu melakukan sosialisasi kepada masyarakat. 

“Animo masyarakat untuk testing belum ada kenaikan signifikan. Karena, mungkin masih PPKM. Lagipula pelayanan faskes di lain masih tersedia. Jadi berjalan normal seperti biasa,” ungkapnya.

Biasanya dalam sehari, pihaknya melakukan rapid antigen sekitar 10 orang. Namun permintaan pelayanan tersebut tidak menentu. Selain itu, pihaknya juga masih melayani pelaksanaan vaksinasi dan kesehatan untuk anggota Polri di lingkungan Polres Tarakan beserta keluarga. (*/nnf/sas/uno) 


BACA JUGA

Jumat, 15 Oktober 2021 20:31

Pembangunan TPS3R Bisa Kurangi Sampah

TARAKAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan tidak tinggal diam dengan…

Jumat, 15 Oktober 2021 20:29

Bantuan bagi PKL Disalurkan Bertahap

TARAKAN - Bantuan tunai untuk pedagang kaki lima (PKL) dan…

Jumat, 15 Oktober 2021 20:27

Pemanfaatan Teknologi Kembangkan Pertanian

TARAKAN – Dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan di Tarakan, Wali…

Jumat, 15 Oktober 2021 20:25

Penerima Vaksin di Tarakan, Ada Dua Laporan Gejala Sesak Nafas

TARAKAN – Komisi Daerah (Komda) Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI)…

Jumat, 15 Oktober 2021 20:21

Dishub Prihatin Kondisi Pelayaran di Nunukan

NUNUKAN – Kepala Dinas Perhubungan Nunukan Abdul Halid mengaku prihatin…

Jumat, 15 Oktober 2021 20:11

12 Anak Yatim Dapat Bantuan

TARAKAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan melalui Dinas Sosial dan…

Kamis, 14 Oktober 2021 21:29

Remaja Ngaku Polisi, Lakukan Pemerkosaan di Toilet Umum

NUNUKAN – Remaja berinisial MR (17) diamankan Satuan Unit Kriminal…

Kamis, 14 Oktober 2021 21:01

Bupati Malinau Penuhi Panggilan ORI Kaltara

TARAKAN - Ombudsman RI Perwakilan Kaltara memanggil Bupati Malinau Wempi…

Kamis, 14 Oktober 2021 20:58

Siswi Hearing ke DPRD Tarakan

BANYAK pelajar yang khawatir akan kebersihan lingkungan sekitarnya. Akan tetapi,…

Rabu, 13 Oktober 2021 19:59

Tarakan Bisa Jadi Pangkalan Operasi

TARAKAN – Panglima Komando Operasi TNI Angkatan Udara (Pangkoopsau) II…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers