MANAGED BY:
SABTU
16 OKTOBER
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Kamis, 09 September 2021 19:17
Dugaan Pungli untuk Vaksin dan Swab PC, Oknum KKP Kena OTT
KENA OTT: Oknum KKP Tarakan (topi putih) diamankan Unit Tipikor Satreskrim Polres Tarakan karena dugaan pungli.

TARAKAN – Dengan masih terjadinya pandemi Covid-19, hal itu malah dimanfaatkan segelintar orang untuk meraup keuntungan pribadi. Seperti yang dilakukan oknum pegawai di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Tarakan berinisial VB. 

Pria tersebut tertangkap Operasi Tangkap Tangan (OTT) melakukan dugaan pungutan liar (pungli) vaksin Covid-19 berbayar. Penyelidikan pungli dilakukan Unit Tipikor Satreskrim Polres Tarakan selama dua pecan. Modus VB, paket vaksin dan swab PCR berbayar untuk syarat keberangkatan. 

Kapolres Tarakan AKBP Fillol Praja Arthadira menjelaskan, tersangka memiliki akses untuk bisa menjadwalkan vaksin dan mendaftar swab PCR. VB diduga kuat merupakan pegawai KKP Tarakan. “Instansi itu memiliki akses untuk pelaksanaan vaksinasi. Dari Pemerintah Pusat ada beberapa instansi yang dipercaya untuk melaksanakan vaksinasi,” jelas Kapolres, Rabu (8/9). 

Ia mengimbau kepada masyarakat Tarakan, apabila ada yang menawarkan vaksin dari instansi dengan berbayar, berarti pungli. Semua petugas yang turut serta diminta melaksanakan vaksinasi dengan baik tanpa meminta imbalan, sesuai instruksi dari pemerintah. “Vaksinasi dari pemerintah gratis, untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. Tak benar kalau ada vaksinasi berbayar dari instansi manapun,” tegasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Tarakan Iptu Muhammad Aldi menambahkan, pengungkapan pungli vaksin usai mendapatkan informasi dari masyarakat, adanya praktik vaksin berbayar. Berdasarkan informasi tersebut, penyelidikan dilakukan hingga didapatkan informasi, 2 September lalu. Ada 4 orang termasuk saksi yang sudah mendaftarkan diri, namun tidak juga divaksin. 

“Saksi kemudian meminta tolong kepada tersangka yang saat ini kami amankan. Tersangka berperan sebagai calo yang bisa mengurus kegiatan vaksin,” tuturnya.

Selain vaksin, VB menawarkan paket swab PCR dan tiket untuk keberangkatan. Selanjutnya, empat orang korban memberikan uang sejumlah Rp 5 juta, sebagai uang muka untuk pengurusan paket. Lokasi pemberian uang di tempat VB bekerja.

Pada Senin lalu (6/9), keempat orang saksi diminta tersangka melakukan vaksin dosis pertama di KKP. Kemudian, untuk pelaksanaan PCR di RS Pertamina. Setelah PCR dan vaksin dilakukan, keempatnya menyerahkan uang Rp 5,8 juta kepada VB. “Waktu penyerahan uang, sudah diikuti personel kami. Pada saat uang diterima, VB langsung diamankan Unit Tipikor Satreskrim Polres Tarakan,” ungkapnya.

Saat mengamankan tesangka, barang bukti berupa uang tunai Rp 7,9 juta, empat lembar kartu vaksin Covid-19, empat lembar kwitansi dari RS Pertamina dan handphone milik tersangka turut disita. Pihaknya masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan pengembangan terhadap kasus yang melibatkan oknum pegawai KKP. Termasuk paket yang ditawarkan tersangka, vaksin dan PCR dengan harga yang tinggi. 

“Empat orang saksi ini saja membayar Rp 10,8 juta. Ada juga keterangan saksi, waktu ditawarkan paket itu, semuanya wajib sama tersangka saja. Kalau mau diurus satu persatu misalnya, tiketnya atau PCR sendiri, itu tidak boleh. Kalau tidak sama tersangka, nanti korbannya dapat giliran vaksin di Oktober,” urainya. 

Kini tersangka disangkakan Pasal 368 KUHP, ditambah pasal berkaitan tipikor atau suap. Dengan ancaman 9 tahun penjara. Namun, penerapan pasal selanjutnya, masih akan melengkapi dengan pemeriksaan ahli terlebih dahulu. (sas/uno)


BACA JUGA

Kamis, 19 November 2015 18:03

Penghitungan Suara Gunakan Sistem Online

<p><strong>TANJUNG SELOR</strong> &ndash; Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Utara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers