MANAGED BY:
SABTU
16 OKTOBER
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Jumat, 17 September 2021 20:48
Akhirnya 2 Kecamatan di Nunukan Boleh PTM

Khusus Bagi Pelajar yang Sudah Divaksin

TEMU KANGEN: Pelajar SMP Negeri 1 Nunukan masuk sekolah di hari pertama karena diperbolehkan PTM, kemarin (16/9).

NUNUKAN – Ada 2 kecamatan di Kabupaten Nunukan sempat tidak diperbolehkan untuk Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Yakni, Kecamatan Nunukan dan Nunukan Selatan. 

Pertimbangannya, dua kecamatan tersebut menjadi daerah penyumbang kasus konfirmasi terbanyak dan sebagai akses utama keluar masuk orang serta barang. Namun, per Kamis (16/9), dua kecamatan tersebut pun diperbolehkan PTM. Sekolah yang memulai PTM, diantaranya SMPN 1 dan SMPN 2 Nunukan, serta SMPN 1 Nunukan Selatan.

“Mulai hari ini (kemarin, Red) sejumlah SMP mempersiapan hal terkait PTM. Kita siapkan proses belajar mengajar dengan segala aturan dan pembatasan yang ada,” ujar Kepala SMPN 1 Nunukan Rustiningsih, kemarin (16/9).

Di SMPN 1 Nunukan, ada 156 pelajar dari keseluruhan 711 siswa yang masuk sekolah. Terhadap pelajar tersebut dipastikan sudah vaksin, dibuktikan dengan sertifikat vaksin. Sementara 555 pelajar sisanya, masih diupayakan untuk bisa mengikuti program serbuan vaksin massal.

“Sementara ini hanya yang sudah vaksin diperbolehkan masuk sekolah. Jadi selain PTM, belajar daring masih tetap kami lakukan bagi pelajar yang belum vaksin. Kita sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan instansi yang menggelar vaksin massal agar memprioritaskan para pelajar supaya segera ikut PTM,” harapnya.

Menurut Rustiningsih, ada kendala dalam vaksinasi pelajar SMPN 1 Nunukan karena tidak mau divaksin. Penolakan tersebut karena berbagai alasan. Seperti ada yang takut jarum suntik dan faktor orang tua yang tidak setuju.

“Kita sudah mendata pelajar yang belum vaksin. Bagaimanapun juga, vaksin perlu karena jadi syarat PTM. Kita akan lakukan pendekatan sosial dan mengedukasi akan pentingnya vaksin,” jelasnya.

Terkait PTM, Bupati Nunukan Hj Asmin Laura Hafid sudah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 268-BPBD/360/IX/2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 dan mengoptimalisasi Posko Penanganan Covid-19 di tingkat kelurahan dan desa, untuk pengendalian penyebaran virus Covid-19 di wilayah Nunukan.

Terkait SE tersebut, Rustiningsih menegaskan sekolahnya memberlakukan proses belajar mengajar sesuai ketentuan yang ada. Maksimal 50 persen kapasitas kelas dan durasi waktu belajar paling dua jam.

Dari pantauan media ini, sejumlah pelajar terlihat menikmati hari pertama masuk sekolah. Pelajar merasa betah berlama-lama di lingkungan sekolah, saling berbagi cerita dan canda, setelah sekitar 1,5 tahun menghabiskan waktu di rumah dengan belajar daring. 

Seperti yang diungkapkan Sherina, pelajar kelas 9 C SMPN 1 Nunukan. Ia mengaku cukup senang bisa berkumpul bersama teman di sekolah.

“Rasanya jauh beda belajar lewat handphone dengan daring. Suasananya baru, dan mendapat penjelasan langsung dari guru lebih mudah dipahami, daripada lewat handphone,” ucapnya. 

Senada juga diutarakan Gendis Chantika, cukup antusias di hari pertama PTM. Saking semangatnya, ia bersiap sejak pagi buta tidak sabar bertemu dan bermain dengan teman di sekolah.

“Semangatlah pergi sekolah. Suntuk juga di rumah terus, jadi mending PTM karena interaksinya langsung. Kita bisa langsung tanya jawab sepuasnya. Inilah aslinya sekolah,” ungkap dia.

Terpisah, Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan Nunukan Widodo menjelaskan, PTM untuk Kecamatan Nunukan dan Nunukan Selatan diputuskan setelah melakukan rapat tekhnis berbagai sektor.

Untuk memastikan PTM berjalan lancar, Dinas Pendidikan lakukan pemantauan dan akan evaluasi. Agar tidak kecolongan di masa pandemi Covid-19 masih cukup mengkhawatirkan, khususnya di Kecamatan Nunukan dan Nunukan Selatan.

“Sementara ini masih pelajar yang sudah vaksin yang boleh PTM. Kita terus lakukan pemantauan, dan memastikan prokes diberlakukan sesuai aturan,” pintanya. 

Dari berbagai pemantauan dan evaluasi yang dilakukan, Dinas Pendidikan Nunukan belum mendapati laporan adanya masalah kesehatan ataupun kendala yang terjadi.

Alhamdulillah saat ini 21 Kecamatan di Kabupaten Nunukan sudah mulai PTM. Kita berharap semua berlangsung kondusif, tidak ada sebaran wabah dan pembelajaran bisa kembali normal,” harapnya. (*/lik/*/viq/uno) 


BACA JUGA

Jumat, 15 Oktober 2021 20:31

Pembangunan TPS3R Bisa Kurangi Sampah

TARAKAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan tidak tinggal diam dengan…

Jumat, 15 Oktober 2021 20:29

Bantuan bagi PKL Disalurkan Bertahap

TARAKAN - Bantuan tunai untuk pedagang kaki lima (PKL) dan…

Jumat, 15 Oktober 2021 20:27

Pemanfaatan Teknologi Kembangkan Pertanian

TARAKAN – Dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan di Tarakan, Wali…

Jumat, 15 Oktober 2021 20:25

Penerima Vaksin di Tarakan, Ada Dua Laporan Gejala Sesak Nafas

TARAKAN – Komisi Daerah (Komda) Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI)…

Jumat, 15 Oktober 2021 20:21

Dishub Prihatin Kondisi Pelayaran di Nunukan

NUNUKAN – Kepala Dinas Perhubungan Nunukan Abdul Halid mengaku prihatin…

Jumat, 15 Oktober 2021 20:11

12 Anak Yatim Dapat Bantuan

TARAKAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan melalui Dinas Sosial dan…

Kamis, 14 Oktober 2021 21:29

Remaja Ngaku Polisi, Lakukan Pemerkosaan di Toilet Umum

NUNUKAN – Remaja berinisial MR (17) diamankan Satuan Unit Kriminal…

Kamis, 14 Oktober 2021 21:01

Bupati Malinau Penuhi Panggilan ORI Kaltara

TARAKAN - Ombudsman RI Perwakilan Kaltara memanggil Bupati Malinau Wempi…

Kamis, 14 Oktober 2021 20:58

Siswi Hearing ke DPRD Tarakan

BANYAK pelajar yang khawatir akan kebersihan lingkungan sekitarnya. Akan tetapi,…

Rabu, 13 Oktober 2021 19:59

Tarakan Bisa Jadi Pangkalan Operasi

TARAKAN – Panglima Komando Operasi TNI Angkatan Udara (Pangkoopsau) II…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers