MANAGED BY:
SABTU
16 OKTOBER
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Senin, 20 September 2021 20:39
SKD Sempat Diundur, Di Tarakan 73 Peserta Tak Lolo
REGISTRASI: Peserta CPNS mengikuti SKD yang terlaksana di Laboratorium CAT Jalan Durian Tanjung Selor, Minggu (19/9).

TANJUNG SELOR – Memasuki hari kelima pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS Kaltara di Laboratorium Computer Assisted Test (CAT) Jalan Durian Tanjung Selor, menemui kendala. 

Bahkan, SKD sempat dihentikan beberapa jam. Dikarenakan adanya gangguan jaringan dan server yang down. Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltara Suriansyah membenarkan terjadinya kendala tersebut dan terhenti selama 4,5 jam. Menurut Suriansyah, gangguan server tidak hanya terjadi di Kaltara, bahkan hampir seluruh wilayah. Hal itu diakibatkan server pusat yang mengalami gangguan.

“Itu nasional dan hanya terjadi pada Sabtu (18/9) saja. Untuk hari ini (kemarin, Red) tak ada kendala,” terang Suriansyah, Minggu (19/9).

Dampak server down, mengharuskan jadwal ujian dimundurkan. Apabila terjadi kembali, maka pihaknya akan mengikuti instruksi dari Panitia Pelaksana Nasional (Panselnas) dalam hal ini BKN.

Hingga kini, Suriansyah memastikan pelaksanaan SKD sudah berangsur normal. Dengan harapan kejadian serupa tidak terulang kembali. Semenetara itu, Pengawas SKD CPNS Kaltara dari Kantor Regional (Kanreg) VIII BKN Banjarmasin Suryaningsih menjelaskan, selama server mengalami down, maka tidak dapat terhubung dengan sistem di pusat. Sebab cara kerjanya sama dengan internet. 

“Sejak pertama memulai SKD, baru Sabtu itu server kami down. Server down pun mulai jam 08.00 pagi hingga 12.30 Wita,” ujarnya. 

Saat server mengalami down, pihaknya langsung berkoordinasi dengan teknisi di pusat dan melakukan restart. Jadwal SKD terpaksa diundur, bahkan sesi keempat pada Sabtu lalu itu berakhir malam hari.

Server down belum diketahui penyebabnya. Namun, gangguan tersebut tidak akan mengubah hasil atau nilai dari peserta seleksi. “Tak berpengaruh pada hasilnya, saat peserta ujian kembali soalnya tetap tersimpan dan waktunya tak berubah . Jadi tak akan merugikan peserta,” tuturnya. 

Di Tarakan, SKD CPNS formasi umum di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan, sudah berakhir pada Rabu (15/9) pekan lalu. Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Tarakan yang dikonfirmasi belum bisa memastikan peserta yang lolos ke tahap selanjutnya. 

Akan tetapi, ada 73 peserta yang dipastikan gugur lebih awal. 72 peserta di antaranya tidak hadir tanpa keterangan. 

“Saat SKD ada 73 orang tak hadir,” ujar Kepala Bidang Perencanaan dan Mutasi Kepegawaian BKPSDM Tarakan Eko Sucipto, Jumat lalu (17/9). 

Sedangkan satu peserta lainnya menurut Eko, terkonfirmasi Covid-19. Namun pihaknya tidak bisa mejadwalkan ulang SKD karena peserta melapor tidak sesuai waktu yang ditentukan dalam aturan. Di mana peserta melaporkan pada hari H mengikuti SKD. 

“Ada, tapi waktunya tidak sesuai dengan ketentuan. Ketentuannya H-1 harus dilaporkan, prosesnya tidak langsung. Kalau H-1 mereka melaporkan kita akan melanjutkan ke BKN pusat menunda jadwal itu,” bebernya.    

BKPSDM Tarakan masih menunggu pengumuman secara nasional oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN). Namun sebenarnya peserta sudah bisa melihat hasilnya melalui Youtube BKN Tarakan. 

Ada tiga besar peserta peraih nilai tertinggi. Di urutan teratas diraih Nur Fadilla Indah Sari yang mengikuti seleksi pada Minggu (12/9) di sesi pertama. 

Peserta yang mendaftar pada formasi perawat dengan penempatan Rumah Sakit Umum Kota Tarakan (RSUKT) ini meraih total nilai 467. Rinciannya Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) 125 poin, Tes Intelegensi Umum (TIU) 135 poin dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP) 207 poin.

Di posisi kedua diraih Yulia Magdasari yang mendaftar pada formasi dokter umum untuk penempatan di RSUKT. Ia meriah total nilai 462, rinciannya nilai TWK 125, TIU 160 dan nilai TKP 177.

Sementara peringkat ketiga Amodihon Pardamean, yang mendaftar pada formasi umum dengan penempatan di BKPSDM Tarakan jabatan asesor SDM aparatur. Rincian nilai TWK 95, TIU 155, TKP 188, sehingga total nilai 438. 

“Kita masih menghitung secara manual saja. Tapi enggak berani juga hitungan kami kemudian nyatakan benar, karena secara sistem nanti,” tuturnya. 

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Tarakan Hamid Amren memastikan pelaksanaan SKD CPNS Pemkot Tarakan berlangsung lancar dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Kita juga apresiasi ke BKN UPT Tarakan yang telah melaksanakan cukup baik dan pola baru yang diterapkan BKN. Saya kira cukup bermanfaat terlebih-lebih di dalam pandemi Covid-19 ini. Bayangkan Tarakan 724 peserta, KTT 1.000 peserta, kalau model lama itu, kita turunkan polisi pun tidak aman,” singkatnya. (mrs/uno) 


BACA JUGA

Kamis, 19 November 2015 18:03

Penghitungan Suara Gunakan Sistem Online

<p><strong>TANJUNG SELOR</strong> &ndash; Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Utara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers