MANAGED BY:
SABTU
16 OKTOBER
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Senin, 20 September 2021 20:52
Ancaman Dunia Pendidikan

Pelajar Bekerja Jadi Buruh Ikat Rumput Laut

MENGANCAM PENDIDIKAN: Masih ditemukan anak usia sekolah yang menghabiskan waktu bekerja di lokasi panen rumput laut.

NUNUKAN – Pada masa pandemi Covid-19 saat ini, sejumlah anak sekolah di Kabupaten Nunukan banyak terlihat di lokasi panen rumput laut. Mayoritas mereka dibawa orang tuanya untuk membantu menghasilkan uang, dari mengikat rumput laut. 

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Nunukan Abdul Wahid mengakui, para murid sekolah khususnya SD dan SMP, banyak menghabiskan waktu di mess rumput laut sepanjang pesisir pantai.

“Untuk sekolah SD saja, asumsinya ada sekitar 15 persen di satu sekolahan yang muridnya bekerja sebagai buruh ikat rumput laut. Satu sisi mereka membantu orang tua, sisi lain ada ancaman yang berbahaya. Karena bisa menjadi sebab learning loss dan lost generation,” terang Wahid, Minggu (19/9). 

Yang disebut learning loss merupakan hilangnya pengetahuan dan keterampilan secara spesifik atau umum. Bisa berupa kemunduran dalam kemajuan akademis. Penyebab paling umum karena diskontinuitas dalam pendidikan siswa.

Kasus ini dikhawatirkan terjadi di Nunukan, mengingat adaptasi pembelajaran masih belum optimal dan dilakukan secara virtual. “Hak dasar pendidikan siswa seakan terabaikan. Selama ini proses belajar mengajar dilakukan daring. Tak semua bisa terpantau dan banyak murid ataupun pelajar yang slow respon. Sehingga guru harus setiap hari mengingatkan tugas sekolahnya,” bebernya. 

Dari sejumlah penelusuran yang dilakukannya, para murid yang slow respon mayoritas bekerja sebagai pengikat rumput laut. Persoalan ini menjadi perkara yang butuh perhatian serius. Orang tua memilih mengerjakan tugas anaknya ketimbang mendampingi belajar.

Pernyataan ini dibuktikan dengan tes ujian tertulis, yang dilakukan secara langsung di SDN 005 Nunukan. Wahid yang juga sebagai Kepala SDN 005 Nunukan ini, sempat meminta para orang tua murid menandatangani ujian langsung di sekolah. 

“Ujian kita lakukan untuk anak kelas 1 SD. Hasilnya banyak anak-anak yang menangis tak bisa mengerjakan soal. Karena masih banyak dari mereka yang tak bisa menulis ataupun membaca,” katanya prihatin.

Aktifnya anak-anak usia sekolah di mess rumput laut, diakui atau tidak akan membangun mindset seperti orang tuanya. Perlahan anak-anak akan berpikir untuk bekerja saja ketimbang bersekolah.

“Dengan mudah mendapat uang, anak-anak bisa membeli apa yang mereka inginkan. Kondisi ini akan menggeser peranan pentingnya pendidikan pada usia dini. Imbasnya, kita kehilangan generasi emas di masa mendatang,” tutur Wahid.

Persoalan ini juga sudah disampaikan saat rapat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Sayangnya, isu penting ini belum mendapat tanggapan serius dari instansi yang memiliki kewenangan. 

Wahid menyayangkan kebijakan di masa pandemi Covid-19 hanya berfokus pada isu kesehatan. Pemangku kebijakan terlalu perhatian dengan dampak kesehatan. Tanpa mempertimbangkan dampak pendidikan. “Ini masih menjadi keprihatinan kami. Semoga persoalan ini segera dicarikan solusi,” harapnya. (*/lik/*/viq/uno) 


BACA JUGA

Jumat, 15 Oktober 2021 20:31

Pembangunan TPS3R Bisa Kurangi Sampah

TARAKAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan tidak tinggal diam dengan…

Jumat, 15 Oktober 2021 20:29

Bantuan bagi PKL Disalurkan Bertahap

TARAKAN - Bantuan tunai untuk pedagang kaki lima (PKL) dan…

Jumat, 15 Oktober 2021 20:27

Pemanfaatan Teknologi Kembangkan Pertanian

TARAKAN – Dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan di Tarakan, Wali…

Jumat, 15 Oktober 2021 20:25

Penerima Vaksin di Tarakan, Ada Dua Laporan Gejala Sesak Nafas

TARAKAN – Komisi Daerah (Komda) Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI)…

Jumat, 15 Oktober 2021 20:21

Dishub Prihatin Kondisi Pelayaran di Nunukan

NUNUKAN – Kepala Dinas Perhubungan Nunukan Abdul Halid mengaku prihatin…

Jumat, 15 Oktober 2021 20:11

12 Anak Yatim Dapat Bantuan

TARAKAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan melalui Dinas Sosial dan…

Kamis, 14 Oktober 2021 21:29

Remaja Ngaku Polisi, Lakukan Pemerkosaan di Toilet Umum

NUNUKAN – Remaja berinisial MR (17) diamankan Satuan Unit Kriminal…

Kamis, 14 Oktober 2021 21:01

Bupati Malinau Penuhi Panggilan ORI Kaltara

TARAKAN - Ombudsman RI Perwakilan Kaltara memanggil Bupati Malinau Wempi…

Kamis, 14 Oktober 2021 20:58

Siswi Hearing ke DPRD Tarakan

BANYAK pelajar yang khawatir akan kebersihan lingkungan sekitarnya. Akan tetapi,…

Rabu, 13 Oktober 2021 19:59

Tarakan Bisa Jadi Pangkalan Operasi

TARAKAN – Panglima Komando Operasi TNI Angkatan Udara (Pangkoopsau) II…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers