MANAGED BY:
SABTU
16 OKTOBER
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Rabu, 22 September 2021 16:01
2 IRT Bawa Sabu
BARANG HARAM: Satresnarkoba Polres Nunukan mengamankan barang bukti narkotika diduga jenis sabu.

SATUAN Resort Narkoba (Satresnarkoba) Polres Nunukan menggagalkan upaya penyelundupan 2 kilogram (kg) narkotika golongan I jenis sabu dari atas KM Bukit Siguntang. Yang berlayar dari Tarakan menuju Nunukan, pada Kamis malam lalu (16/9).

Dalam kasus tersebut, polisi mengamankan dua ibu rumah tangga (IRT) asal Pare-Pare, Sulawesi Selatan. Masing-masing berinisial PM (26) dan S (27). “Keduanya berada dalam kamar nomor 5035 di KM Bukit Siguntang. Kami amankan ketika kapal berlabuh di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan,” terang Kapolres Nunukan AKBP Syaiful Anwar melalui Kasubag Humas Iptu Khoirul Anam, Selasa (21/9).

Khoirul mengungkapkan, operasi narkoba dimulai pada Senin pekan lalu (13/9). Saat itu, personel Opsnal Satresnarkoba mendapatkan informasi dari masyarakat. Bahwa ada dua orang perempuan diduga membawa narkoba menaiki KM Bukit Siguntang yang berlayar dari Kota Tarakan menuju Nunukan.

Kebetulan, dalam kapal tersebut ada sejumlah anggota Resnarkoba yang menumpang untuk kembali ke Nunukan. Sehingga, mereka diperintahkan untuk menindaklanjuti laporan tersebut.

Setelah melakukan pengamatan dan pencarian, akhirnya pada Selasa (14/9), sekira pukul 05.40 Wita. Polisi berhasil mengamankan dua IRT yang dicurigai membawa narkoba tersebut. “Saat interogasi, keduanya mengakui masing-masing membawa sabu yang disembunyikan di bagian perut. Dengan cara dibungkus menggunakan kain stagen warna hitam,” jelasnya.

Keduanya langsung mengeluarkan sendiri barang bukti sabu yang mereka sembunyikan di badannya. Terlihat barang bukti narkoba dikemas dalam bentuk panjang yang dilakban warna cokelat. Masing-masing IRT, membawa dua kemasan panjang. Setiap kemasan berisi 20 bungkus diduga sabu.

“Keduanya mengaku disuruh warga Tawau Malaysia berinisial A yang saat ini menjadi DPO (Daftar Pencarian Orang). IRT ini dijanjikan upah Rp 80 juta dibagi dua dan akan dibayarkan setelah barang sampai tujuan,” tuturnya.

Berbekal pengakuan dari IRT tersebut, polisi langsung melakukan Control Deliveri (COD) ke Pare-Pare. Di kota tersebut, mereka menangkap dua orang yang diduga sebagai penerima barang. Keduanya berinisial S (28) seorang pegawai swasta dan S (22) yang berstatus mahasiswa. Mereka tercatat sebagai warga Kota Barru, Sulawesi Selatan.

Selain 4 tersangka, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti lain. Diantaranya, 40 bungkus plastik transparan yang diduga berisi sabu dengan berat sekitar 2 kg. Lalu, 2 kain stagen warna hitam, 1 unit ponsel Vivo, 1 handphone Oppo, dan gulungan lakban warna cokelat. Para tersangka terancam Pasal 114 ayat (2) Subsider Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (*/lik/*/viq/uno)


BACA JUGA

Kamis, 19 November 2015 18:03

Penghitungan Suara Gunakan Sistem Online

<p><strong>TANJUNG SELOR</strong> &ndash; Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Utara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers