MANAGED BY:
SABTU
16 OKTOBER
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

BENUANTA

Kamis, 23 September 2021 16:29
Perbaikan Butuh Waktu 2-4 Pekan
Ilustrasi

TERJADINYA gangguan jaringan internet dalam beberapa hari belakangan ini, menghambat kinerja masyarakat. Perbaikan kabel fiber optik (FO) yang sempat putus diperkirakan buthu waktu 2-4 pekan kedepan.

Dikatakan General Manager Wilayah Usaha Telekomunikasi (Witel) Telkom Kaltara Rizal Fahmi, saat ini masih terjadi gangguan kabel laut yang berjarak 7 Kilometer (Km) dari Bukit Dangas, Batam, Kepulauan Riau. Diduga, putusnya kabel fiber optik dikarenakan benturan jangkar kapal.

“Saat ini tim maintenance menuju ke sana untuk lakukan perbaikan dan jalur itu sendiri estimasi dua sampai empat minggu selesai perbaikan,” ungkapnya, Rabu (22/9).

Pihaknya kini melakukan pengalihan rute atau jalur. Jalur sebelumnya berada dari Pontianak ke Batam, Batam ke Singapura hingga jalur internasional. Sementara saat ini jalur telekomunikasi dialihkan dari Surabaya ke Ulin Banjarmasin hingga Jawa Timur. Kemudian pengalihan  dari Pontianak diarahkan ke Jatinegara dan Jakarta.

“Untuk menjaga layanan Indihome dan Telkomsel. Jadi dialihkan semua rutenya ke lokasi yang disebutkan. Rute alternatif yang dialihkan tidak sesempurna rute awal atau yang seharusnya menjadi jalur utama. Itu yang dirasakan pelanggan, terutama masa-masa jam puncak di pukul 21.00 Wita malam sampai sore,” jelasnya.

Menurut Rizal, jaringan kabel yang ditanam di laut jalurnya ada yang menuju ke Batam, Paniki menuju arah Amerika. Kalau dari Batam mengarah ke Singapura. Semua yang diakses servernya ada di Singapura atau di luar Indonesia. Di Indonesia hanya sedikit yang memiliki server tersebut.

“Untuk YouTube, Facebook itu server dari luar semua. Otomatis kita mau akses keluar harus lewati jalur internasional. Kalau kabel di Batam bermasalah, maka dampaknya se Indonesia seperti dirasakan saat ini,” ungkapnya.

Dampak pengalihan rute dirasakan di Sulawesi, Kawasan Timur Indonesia dan Jawa. Terkecuali Pulau Sumatera. Kabel fiber optik saat ini terlalu sensitif jika terkena debu. Sehingga mengurangi laju kecepatan internet.

“Dulu kabel tembaga, terkena hujan masih bisa tersambung. Sekarang kabel optik, dengan debu saja bisa ganggu kualitas layanan pelanggan. Itu konsekuensi teknologi. Semakin tinggi kualitasnya, semakin sensitif terhadap gangguan yang ada,” pungkasnya. (sas/uno)


BACA JUGA

Jumat, 20 November 2015 18:16

165 Calon Banpol PP Tak Lolos Tes Fisik

<p><strong>TANJUNG SELOR</strong> &ndash; Sebanyak 165 orang calon anggota Bantuan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers