MANAGED BY:
SENIN
29 NOVEMBER
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Kamis, 30 September 2021 20:26
Prioritas untuk Penanganan Covid-19
Khairul

DEWAN Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan masih membahas Rancangan APBDP Tahun 2021. Agar bisa disahkan sebelum batas waktu yang ditentukan. 

APBD Perubahan Tarakan diprediksi tidak banyak mengalami perubahan dari APBD murni. Hanya sedikit pergeseran nilai yang dipengaruhi beberapa faktor. Di antaranya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan penurunan Dana Bagi Hasil (DBH). 

“Ada penambahan PAD, kita dapat dari menggali sumber potensi lokal. Tetapi ada DAU (Dana Alokasi Umum) dan DBH kita yang dipotong,” ujar Wali Kota Tarakan Khairul, Rabu (29/9). 

Tahun ini, menurut Khairul, difokuskan pada penanganan Covid-19 termasuk di dalamnya pemulihan ekonomi. Sesuai instruksi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait refocusing anggaran dalam penanganan Covid-19. 

Berdasarkan syarat yang ditentukan, Pemkot Tarakan mengalokasikan minimal 8 persen untuk vaksinasi. Lalu 25 persen untuk pemulihan ekonomi nasional yang dituangkan dalam berbagai kegiatan. Bahkan program dana Rukun Tetangga (RT) juga masuk dalam bagian pemulihan ekonomi nasional. 

Demikian juga dengan pembelian obat, alat kesehatan, pembayaran insentif tenaga kesehatan dan lain-lain. Sementara itu, berdasarkan keterangan Wakil Ketua DPRD Tarakan Yulius Dinandus, prediksi pendapatan yang diusulkan Pemkot Tarakan dalam rancangan APDBP sebesar Rp 1.015.752.934.582 atau Rp 1,015 triliun. Sedangkan prediksi belanja sebesar Rp 1.074.455.406.505, atau Rp 1,074 triliun. 

“Itu yang menjadi bagian belanja kita untuk sementara yang kita MoU-kan,” beber Yulius, Selasa lalu (28/9).

Diakui Yulius, ada kenaikan PAD dari anggaran murni yang mencapai 24 persen. Di antaranya disumbangkan dari pendapatan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Rumah Sakit Umum Kota Tarakan (RSUKT) dan sejumlah puskesmas. 

Pembahasan rancangan APBDP telah menyelesaikan tahap pandangan umum fraksi dan jawaban pemerintah atas pandangan umum fraksi. Pada prinsipnya, 7 fraksi di DPRD Tarakan menerima nota pengantar RAPDP Pemkot Tarakan, dengan beberapa catatan yang memerlukan jawaban. (mrs/uno) 


BACA JUGA

Minggu, 28 November 2021 20:03

Pendidikan Program Unggulan Teratas

TARAKAN – Untuk mendukung penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD),…

Minggu, 28 November 2021 20:03

Satu Tersangka Penganiayaan Diamankan

TARAKAN - Kurang dari sehari, Satuan Reskrim Polres Tarakan berhasil…

Minggu, 28 November 2021 19:59

Satu Pengedar Masuk DPO

TARAKAN - Satuan Resnarkoba Polres Tarakan mengungkap peredaran sabu-sabu di…

Minggu, 28 November 2021 19:56

Nicky Pimpin PWI Kaltara

TANJUNG SELOR - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Utara (Kaltara)…

Minggu, 28 November 2021 19:55

Ajak Pihak Ketiga Kelola Videotron

TANJUNG SELOR – Karena beban biaya yang cukup tinggi, pengelolaan…

Minggu, 28 November 2021 19:54

BKD Antisipasi Kecurangan Pelaksanaan SKB

TANJUNG SELOR - Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) Calon Pegawai…

Minggu, 28 November 2021 10:43
Soal Tiga Siswa Penganut Saksi Yehowa yang Tak Naik Kelas 3 Tahun

Mantan Kepala SDN 051 Juata Permai Bantah Lakukan Intoleransi dan Diskriminasi Keyakinan

TARAKAN – Wali Kota Tarakan Khairul angkat bicara terkait persoalan…

Minggu, 28 November 2021 10:35

Surat Suara Disederhanakan

TANJUNG SELOR - Meski belum dipastikan pelaksanaan pemilu 2024, Komisi…

Minggu, 28 November 2021 10:29

Potensi Besar Industri Hijau di Kaltara

TANJUNG SELOR–Pemerintah Provinsi Kaltara berharap pengembangan industri hijau di Kaltara…

Minggu, 28 November 2021 10:27

Elpiji ke Krayan Mulai Normal, Warga Tak Masalah Mengantre asalkan Stok Terpenuhi

Kerusakan pesawat Casa milik PT Pelita Air Service (PAS), beberapa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers