MANAGED BY:
SENIN
29 NOVEMBER
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

EKONOMI

Selasa, 05 Oktober 2021 20:28
Bandeng Beku Rambah Tiongkok
HASIL PERIKANAN: Pelepasan ekspor 25 ton ikan bandeng beku ke Tiongkok di Pelabuhan Malundung Tarakan, Senin (4/10).

TARAKAN –  Meski di tengah pandemi Covid-19 yang masih melanda, ekspor perikanan Kaltara tetap menggeliat. Terbaru, sebanyak 2.500 carton dengan berat 25 ton ikan bandeng beku di kirim ke Tiongkok. 

Ekspor hasil perikanan tersebut dilakukan PT Tarakan Fiserindo Sipatuo, di pelabuhan Malundung, Senin (4/10). Kantor Bea Cukai Tarakan turut menyambut baik kegiatan ekspor tersebut. Ini sesuai upaya yang dilakukan Bea Cukai Tarakan, dalam mendukung program pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19.

Menurut Kepala Kantor Bea Cukai Tarakan Minhajuddin Nafsah, pihaknya sebenarnya sudah menginisiasi kegiatan ini sejak 2019. Dengan berdiskusi bersama Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Tarakan beserta jajarannya.

Dilanjutkan pada 2020 dengan berkomunikasi intens kepada Kepala Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Tarakan. “Kami lakukan FGD (Forum Group Discution) dan penandatanganan MoU. Terakhir pada Julilalu, Alhamdulillah kami menjalin komunikasi dan berkoordinasi dengan Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM Kota Tarakan,” terang Minhajuddin, Senin (4/10).

Niat baik itu mendapat respon dari PT Tarakan Fiserindo Sipatuo, yang kemudian mencoba mengurus perizinan ekspor ke Kantor Bea Cukai Tarakan.

Alhamdulillah itikad baik bisa terwujud. Dari pimpinan PT Tarakan Fiserindo Sipatuo datang ke kantor mendiskusikan. Saya instruksikan seluruh jajaran bentuk tim untuk dibantu. Mulai penyiapan modul, persyaratan administrasi, asistensi sampai dengan pengisian deklarasi pemberitahuan ekspor barang,” ungkapnya.

Berangkat dari Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 Tahun 2020 terkait program percepatan pemulian ekonomi nasional, Minhajuddin berkomitmen untuk senantiasa melindungi, mempertahankan dan meningkatkan kemampuan ekonomi para pelaku usaha, khususnya di Tarakan.

Diharapkan sebagai upaya pemulihan ekonomi nasional, khususnya di Tarakan dan Kaltara. Dengan demikian, pelaku usaha bisa lakukan kegiatan yang berdampak pada perputaran roda ekonomi.

Pihaknya juga berpedoman pada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 5 Tahun 2020 mengenai Nasional Logistik Ekosistem. Dimana dalam aturan itu diatur kolaborasi antara logistik, perbaikan iklim usaha serta upaya meningkatkan daya saing perekonomian daerah.

“Adanya kegiatan ekspor di suatu daerah, akan meningkatkan devisa negara. Di lain sisi akan menggerakkan atau memperluas lapangan kerja. Segala sektor akan berdampak positif, karena akan terjadi multi player efek sektor-sektor lain,” tuturnya.

Diakui Minhajuddin, ini bukan ekspor pertama kali di Tarakan. Hal ini sebagai momentum awal bagi perusahaan, untuk bisa melakukan kegiatan ekspor secara kontinu. Dengan pemberitahuan atau deklarasi ekspor barangnya melalui Tarakan. Secara otomatis di level statistik nasional, Tarakan masuk dalam kategori ekspor produk perikanan yang terbaik.

Data yang diperolehnya dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, sejak 2019- 2021, ekspor produk perikanan di Tarakan selalu masuk 10 besar. Bahkan masih terbesar di Kalimantan. 

“Tahun 2019 kita berada di peringkat 10, tahun 2020 juga demikian. Alhamdulillah di sepanjang periode 2021 sampai September ini, kita berada di peringkat 9. Artinya, ekspor perikanan yang dilakukan termasuk di Kalimantan kita yang terbesar,” ujarnya. 

Ke depan, Minhajuddin berharap memrlui momen ini bisa menjadi pemicu bagi semua pelaku usaha. Tidak hanya yang bergerak di sektor perikanan, tapi bagi pelaku usaha dan sektor lain.

Potensi ekspor yang bisa digali seperti rumput laut. Hasil pemetaan data, ternyata rumput laut Kaltara sangat berkualitas dan bisa menembus pasar mancanegara. “Data yang ada di Bea Cukai Makassar, yang saya himpun per tiga bulan terakhir ini. Ekspor melalui Bea Cukai Makassar yang notabene barangnya atau rumput lautnya itu berasal dari Tarakan. Sekitar 355 ton per bulan atau USD 5,5 juta per tahun. Sehingga kalau ditotal sekitar 4 ribu sampai 5 ribu ton pertahun,” urainya. 

Selain itu, ia juga berharap ke depan ada upaya ekspor yang dilakukan via udara yang sudah tidak ada sejak 2020 hingga sekarang. (mrs/uno) 


BACA JUGA

Selasa, 24 November 2015 18:39

Pasar Tenguyun jadi Lautan Sahabat Pejuang

<p><strong>TARAKAN &ndash;</strong> Setelah sukses menggelar jalan sehat santai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers