MANAGED BY:
SENIN
29 NOVEMBER
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Kamis, 07 Oktober 2021 19:12
Perlu Dilestarikan
ADAT: Ritual tolak bala merupakan rangkaian kegiatan untuk pelestarian budaya, salah satunya dengan membagikan 1.000 ketupat.

RITUAL adat diakhir bulan Safar menjadi salah satu budaya yang masih dilestarikan di Desa Salimbatu, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan. Mulai dari ritual tolak bala hingga membagikan 1.000 ketupat.

Pebais Rasa, Petawoy de Bala yang bermakna menjauhkan segala macam bahaya, menjadi tradisi yang patut dilestarikan. Ketua Panita Pelaksana Ilhamsyah menjelaskan, tolak bala ini sangat sakral bagi masyarakat suku Tidung. Bahkan sudah berlangsung turun temurun. Sehingga, generasi yang ada saat ini wajib memperingati setiap tahun di bulan Safar, akhir Arba (akhir bulan) hari Rabu.

“Kegiatan tolak balak akbar ini perdana. Karena bisanya kegiatan dilakukan per kelompok warga di Desa Salimbatu,” ungkapnya, Rabu (6/10).

Selain membagikan ketupat, biasanya dilakukan ritual meniju atau mandi. Namun selama pandemi Covid-19 ini, tidak dilaksanakan ritual tersebut. Sebab, ritual itu mengharuskan masyarakat berkumpul. 

“Ini kita lakukan untuk melestarikan budaya. Sebab, jika tidak dilaksanakan maka lambat laun akan hilang,” ujarnya. Ritual lainnya seperti pembagian 1.000 ketupat memiliki makna, yakni kebersamaan. 

Sementara itu, Kepala Desa Salimbatu Asnawi mengatakan, selain tolak bala, ritual ini juga memiliki makna kebersamaan. Terdapat anggapan bulan Safar itu merupakan bulan nahas. Apalagi, Salimbatu mayoritas muslim. Tradisi ini ada kaitannya dengan sejarah agama Islam. 

Akan tetapi, harus dilestarikan karena merupakan budaya asli Tidung. “Dengan adanya kegiatan hari ini (kemarin, Red) budaya yang ada di Salimbatu bisa lebih dikenal masyarakat luar,” jelasnya.

Ditempat yang sama, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Bulungan Syafril menyambut positif kegiatan tolak bala. Diharapkan, daerah ini bisa lebih aman dan wabah pandemi Covid-19 bisa segera berakhir.

Ritual tolak bala ini merupakan salah satu budaya yang ada di Bulungan. Ke depanya kegiatan seperti ini bisa berjalan lebih baik lagi. Sehingga generasi muda bisa mengetahui budaya dan agama. (fai/uno) 


BACA JUGA

Minggu, 22 November 2015 19:15

Perang Proksi Ancaman Warga Kaltara

<p style="text-align: justify;"><strong>TANJUNG SELOR</strong> &ndash;…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers