MANAGED BY:
SENIN
29 NOVEMBER
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

BENUANTA

Jumat, 08 Oktober 2021 20:57
Kekurangan Gizi Berakibat Stunting
Imam Sujono

TANJUNG SELOR – Kekurangan gizi bagi balita dalam waktu 1.000 hari pertama kehidupan, dapat mengakibatkan stunting. Tidak hanya menyebabkan hambatan bagi pertumbuhan gizi dan kerentanan terhadap berbagai penyakit, namun dapat mengancam perkembangan kognitif.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bulungan Imam Sujono, hal itu yang akan mempengaruhi tingkat kecerdasan, produktivitas anak serta risiko terjadinya gangguan metabolisme. Yang berdampak pada risiko terjadinya penyakit regeneratif ketika usia dewasa nanti. 

Stunting merupakan salah satu masalah gizi terbesar balita di Indonesia. Hasil riset kesehatan, data pada tahun 2018 sebanyak 30,8 persen balita secara nasional menderita stunting.

“Masih tingginya prevelansi stunting secara nasional, Kabupaten Bulungan telah menetapkan tahun 2020 sebagai lokus pencegahan stunting. Dari 2.600 kabupaten kota,” jelas Imam, kemarin (7/10). 

Diakui Imam, hasil survei USG tahun 2016-2017 angka prevelansi stunting di Bulungan di atas 30 persen. Pencegahan stunting memerlukan langkah intervensi yang terpadu. Dengan melibatkan lintas sektoral dan menyasar prioritas kelompok. Merupakan kunci keberhasilan perbaikan gizi dan tumbuh kembang anak. Yang pada akhirnya membantu terhadap pencegahan stunting.

Strategi nasional dalam pencegahan stunting ini, lanjut Imam, ada 5 pilar. Mencakup, pertama komitmen dan misi kepemimpinan. Bulungan telah melaksanakan hal tersebut dari beberapa tahun yang lalu. Kedua, kampanye nasional perubahan prilaku. Ketiga kovergensi, koordinasi dan konsolidasi program pusat, daerah dan desa. Keempat, gizi dan ketahanan pangan dan kelima pemantauan serta evaluasi.

“Kelima pilar startegi ini diharapkan dapat diselenggarakan di semua tingkatan pemerintah. Dengan melibatkan berbagai institusi, pemerintah yang terkait maupun non pemerintah. Seperti swasta, organisasi masyarakat, organisasi profesi dan kelompok-kelompok lainnya,” harapnya. (*/nnf/uno) 


BACA JUGA

Minggu, 28 November 2021 20:01

Tunggu Hibah Lahan Tuntas

TARAKAN - Pemerintah Kota Tarakan mempersiapkan lahan seluas 5 hektare,…

Minggu, 28 November 2021 10:34

Banyak Sampah di Sungai, Masyarakat Diminta Sadar

TIDENG PALE - Tingkat kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada…

Minggu, 28 November 2021 10:32

Kilat Setuju Libur Natal dan Tahun Baru 2022 Ditiadakan

TANJUNG SELOR - Pemerintah menghapus cuti bersama Natal dan tahun…

Sabtu, 27 November 2021 20:10

Bupati Temui Mahasiswa di Bandung

TANJUNG SELOR – Mahasiswa yang mengenyam Pendidikan di Bandung, Jawa…

Sabtu, 27 November 2021 20:00

Terima Mandat

SETELAH terbentuk di sejumlah wilayah di Tanah Air, Pimpinan Daerah…

Jumat, 26 November 2021 19:59

Belum Ada Laporan Terkait Siswa Terpapar Covid saat PTM

TARAKAN – Penerapan pembelajaran tatap muka (PTM) di Tarakan sudah…

Jumat, 26 November 2021 19:55

Dukungan Upaya Pemanfaatan IT

TANJUNG SELOR - Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian (DKIP) Bulungan…

Kamis, 25 November 2021 20:07

Penyusunan RKA Melalui SIPD

TANJUNG SELOR - Rencana kerja dan anggaran (RKA) Tahun Anggaran…

Kamis, 25 November 2021 19:43

Berpotensi Disederhanakan

TANJUNG SELOR – Meskipun belum dipastikan pelaksanaan Pemilu 2024, Komisi…

Rabu, 24 November 2021 16:51

PJUTS Dialihkan Jadi Listrik

TANJUNG SELOR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan perlahan-lahan merealisasikan yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers