MANAGED BY:
SABTU
16 OKTOBER
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Selasa, 12 Oktober 2021 12:00
Target 60 Ribu Dosis Habis dalam Dua Minggu
SIAPKAN PTM DI SEKOLAH: Jika sudah turun level PPKM, Pemkot Tarakan bakal membuka PTM di sekolah.

TARAKAN – Capaian vaksinasi yang masih rendah membuat Kota Tarakan masih menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level IV. Berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Percepatan dan Penanganan Covid-19 Tarakan pada Minggu (10/10), capaian vaksinasi dosis 1 mencapai 76.439 dosis atau 35,79 persen dari sasaran 213.564 orang. 

Sedangan dosis kedua baru mencapai 35.565 dosis atan 16,65 persen. Adapun dosis ketiga untuk tenaga kesehatan mencapai 1.952 dosis atau 63,42 persen dari sasaran 3.078 orang. Alasan itu memotivasi  Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan untuk berupaya menurunkannya. Di antaranya dengan menggencarkan pelaksanaan vaksinasi untuk mengejar target herd immunity.

Karena itu, sejak Senin (11/10), Pemkot Tarakan melaksanakan vaksinasi massal dengan sasaran seluruh masyarakat yang memenuhi syarat divaksin. Pemkot Tarakan sendiri mendapat dukungan 60 ribu lebih dosis vaksin yang akan didistribusikan ke sejumlah fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit.

Selain itu, Pemkot Tarakan juga berakselerasi dengan instansi vertikal untuk percepatan vaksinasi. Di antaranya dengan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) XIII/Tarakan yang menggelar vaksinasi untuk pelajar usia 12-17, Senin (11/10).

“Kita berharap mudah-mudahan dengan gerakan bersama ini, kita bisa mempercepat, mengakselerasi cakupan imunisasi di atas 50 persen dalam waktu 2 minggu ke depan ini sehingga harapan kita Tarakan bisa herd immunity,” harap Wali Kota Khairul kepada awak media, ditemui awak media disela memantau vaksinasi di SMAN 2 dan SMAN 4 Tarakan.

Namun demikian, bagi Khairul, yang paling penting dari pelaksanaan vaksinasi ini, dapat memberikan rasa percaya diri kepada masyarakat untuk beraktivitas. Termasuk dalam mendukung Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah.

Mantan Sekretaris Daerah Tarakan ini mengaku telah mendapatkan pesan dari Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim agar segera membuka PTM.

Karena Mendikbudristek mengkhawatirkan Indonesia bakal tertinggal dengan negara lainnya jika siswa terlalu lama belajar di rumah. Sementara hanya Indonesia yang belum melaksanakan PTM. “Sesuai juga pesan dari mas menteri pendidikan waktu kami ketemu kemarin, segera pak wali kalau bisa lakukan PTM. Saya bilang kami begitu turun levelnya dari level IV ke level III pasti segera PTM di Tarakan,” tuturnya. 

Namun demikian, tidak hanya dengan instansi vertikal seperti TNI/Polri saja, Khairul berharap masyarakat bisa bergabung bersama Pemkot Tarakan untuk menuntaskan proses vaksinasi seiring telah banyaknya stok vaksin yang datang.  

Pemkot Tarakan saat ini menerima sekira 60 ribu lebih dosis vaksin yang akan diupayakan habis dalam dua minggu ke depan. Di antara sasarannya adalah anak sekolah. Sehingga bisa menghadirkan rasa percaya diri. Dalam rangka mendukung PTM di sekolah, Pemkot Tarakan sebelumnya telah melakukan vaksinasi kepada tenaga pendidik atau guru serta tenaga kependidikan. Saat ini, Pemkot Tarakan juga sedang melakukan swab kepada seluruh tenaga pendidik dan kependidikan. Sehingga jika Kota Tarakan sudah turun level, PTM bisa dibuka.

“Apalagi yang kita khawatirkan. Guru sudah divaksin, murid sudah divaksin, pelaksanaan PTM nya sesuai protokol kesehatan, lalu juga guru-gurunya itu di swab semua sebelum masuk. Dan tentu ada asassement dari satgas melihat kesiapan sekolah penerapan protokol kesehatan,” tuturnya.  

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Tarakan Tajuddin Tuwo mengaku hanya ada beberapa guru yang belum divaksin karena penyakit bawaan maupun pertimbangan lainnnya. 

“Seluruh guru kami jamin bahwa sudah tervaksin secara keseluruhan kecuali ada beberapa guru yang belum bisa divaksin. Karena ada penyakit bawaan atau ada hal-hal lain sehingga tidak bisa dilaksanakan vaksinas,” tuturnya kepada awak media, Senin (11/10).

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Tarakan, ada 70 sekolah mulai jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang telah mendapatkan izin untuk melaksanakan PTM. Pelaksanaanya dilakukan setelah kota Tarakan turun level.

“Insya Allah kita laksanakan PTM ketika PPKM nya sudah dicabut,” tuturnya. Kepala SMAN 2 Tarakan Erni Nurjanah mengaku pihaknya sudah melakukan persiapan untuk pelaksanaan PTM. “Kami sejak Januari itu sudah siap. Karena beberapa kali mau PTM enggak jadi. Malah kami tambah-tambah tempat cuci tangan, hand sanitizer. Kalau menyemprot ruangan meskipun tidak ada siswa kami lakukan setiap satu bulan sekali, kalau enggak dua minggu sekali.” tuturnya.

Pihaknya juga sudah melakukan jajak pendapat orangtua, dimana 70 persen setuju untuk dilakukan PTM. Terbaru, pihaknya melakukan simulasi PTM mulai dari masuk hingga pulang sekolah. Salah satu siswa SMAN 2 Tarakan Nabila juga berharap segera dilaksanakan PTM. Selain ingin bertemu lagi dengan teman-temannya, ia menilai proses belajar secara daring lebih sulit daripada tatap muka.

“Karena online jadi kadang materinya kurang mengerti, guru-gurunya juga kadang menjelasinnya bukan lewat zoom, jadinya lewat materi dikirim di youtube, itupun siswanya malas nonton youtube,” tutur Nabila. (mrs)


BACA JUGA

Kamis, 19 November 2015 18:03

Penghitungan Suara Gunakan Sistem Online

<p><strong>TANJUNG SELOR</strong> &ndash; Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Utara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers