MANAGED BY:
SABTU
16 OKTOBER
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Selasa, 12 Oktober 2021 21:20
Miliki Laboratorium PCR
DIRESMIKAN: Bupati Nunukan Asmin Laura Hafid meresmikan keberadaan laboratorium PCR, kemarin (11/10).

KABUPATEN Nunukan kini sudah memiliki Laboratorium Polymerace Chain Reaction (PCR) untuk pemeriksaan sample swab bagi pengidap Covid-19. 

Gedung berfasilitas standar nasional dengan keberadaan ruang bertekanan positif dan negatif ini, akan menjadi sentral. Dalam pencegahan dan deteksi dini bagi masuknya virus Covid-19 varian baru. Berpotensi dibawa oleh eks Pekerja Migran Indonesia (PMI), yang dideportasi oleh Malaysia. 

Direktur RSUD Nunukan dr Dulman mengatakan, adanya Laboratorium PCR, Nunukan tidak perlu lagi mengkhawatirkan potensi penularan eks PMI/Deportan dari Malaysia.

“Selama ini deportasi PMI rutin dikirim via Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, diperiksa PCR dan samplenya harus menunggu cukup lama dari BBLK Surabaya. Selama itu potensi penularan tentu ada dan menjadi kekhawatiran,” jelas Dulman, kemarin (11/10). 

Dengan terbangunnya Laboratorium PCR, maka bisa langsung tahu hasil pemeriksaan pasien. Bahkan tidak perlu lagi menunggu lama, seperti saat sampel dikirim ke BBLK Surabaya. 

Gedung yang dibangun dengan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) sekitar Rp 1,7 miliar, berlokasi di Jalan Angkasa Nunukan Timur. Bahkan, Nunukan masih memiliki PCR Mobile dengan kemampuan yang sama. Termasuk PCR portable dengan kemampuan 6 sample sekali running. RSUD Nunukan sudah menyiapkan tiga dokter spesialis patologi untuk pemeriksaan PCR. 

“Kita berharap dengan peralatan dan SDM yang ada, beranda negeri ini mampu menangkal masuknya varian Lambda yang sudah menyebar di Malaysia,” lanjut Dulman. 

Seluruh PMI yang akan dideportasi dari Malaysia melalui Nunukan, setiap personnya dipastikan wajib menjalani pemeriksaan PCR tanpa kecuali. “Ada sekitar 1.400 PMI yang akan dideportasi dalam waktu dekat. Kita akan melihat dulu mekanisme pemeriksaannya. Kita tak ingin kebobolan dengan merebaknya virus Lambda di Malaysia,” ungkap Dulman. (*/lik/*/viq/uno) 


BACA JUGA

Jumat, 15 Oktober 2021 20:31

Pembangunan TPS3R Bisa Kurangi Sampah

TARAKAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan tidak tinggal diam dengan…

Jumat, 15 Oktober 2021 20:29

Bantuan bagi PKL Disalurkan Bertahap

TARAKAN - Bantuan tunai untuk pedagang kaki lima (PKL) dan…

Jumat, 15 Oktober 2021 20:27

Pemanfaatan Teknologi Kembangkan Pertanian

TARAKAN – Dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan di Tarakan, Wali…

Jumat, 15 Oktober 2021 20:25

Penerima Vaksin di Tarakan, Ada Dua Laporan Gejala Sesak Nafas

TARAKAN – Komisi Daerah (Komda) Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI)…

Jumat, 15 Oktober 2021 20:21

Dishub Prihatin Kondisi Pelayaran di Nunukan

NUNUKAN – Kepala Dinas Perhubungan Nunukan Abdul Halid mengaku prihatin…

Jumat, 15 Oktober 2021 20:11

12 Anak Yatim Dapat Bantuan

TARAKAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan melalui Dinas Sosial dan…

Kamis, 14 Oktober 2021 21:29

Remaja Ngaku Polisi, Lakukan Pemerkosaan di Toilet Umum

NUNUKAN – Remaja berinisial MR (17) diamankan Satuan Unit Kriminal…

Kamis, 14 Oktober 2021 21:01

Bupati Malinau Penuhi Panggilan ORI Kaltara

TARAKAN - Ombudsman RI Perwakilan Kaltara memanggil Bupati Malinau Wempi…

Kamis, 14 Oktober 2021 20:58

Siswi Hearing ke DPRD Tarakan

BANYAK pelajar yang khawatir akan kebersihan lingkungan sekitarnya. Akan tetapi,…

Rabu, 13 Oktober 2021 19:59

Tarakan Bisa Jadi Pangkalan Operasi

TARAKAN – Panglima Komando Operasi TNI Angkatan Udara (Pangkoopsau) II…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers