MANAGED BY:
SENIN
29 NOVEMBER
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Minggu, 17 Oktober 2021 19:24
Dua Muncikari Divonis Berbeda

Putusan Lebih Ringan, JPU Masih Pikir-Pikir

MUNCIKARI: Pelaku tindak pidana perdagangan orang, saat diamankan pihak kepolisian, belum lama ini.

TARAKAN - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tarakan menjatuhkan hukuman pidana penjara berbeda, untuk dua terdakwa kasus human trafficking.

Muhammad Yus divonis pidana 3 tahun penjara ditambah denda Rp 120 juta dengan ketentuan jika tidak dibayar akan diganti pidana kurungan 3 bulan. Kemudian Devita Ariyani alias Dora divonis 10 bulan penjara.

Dalam pembelaan yang dibacakan Penasihat Hukumnya, Nunung Tri Sulistyawati dan dibacakan Dora juga di persidangan. Mereka meminta Majelis Hakim membebaskan semua tuntutan atau diberikan hukuman yang seringan-ringannya.

"Saya memohon ampun, Majelis Hakim menjatuhkan hukuman yang seringan-ringannya atas apa yang sudah saya perbuat. Saya masih berjuang membiayai tiga orang anak saya," ujar Dora, dalam pembelaannya dua pekan lalu di persidangan.

Sebelumnya, atas dua terdakwa ini Jaksa Penuntut Umum (JPU) meminta Majelis Hakim menjatuhkan hukuman 4 tahun penjara. Namun, Majelis Hakim menjatuhkan hukuman lebih ringan dengan vonis yang berbeda untuk kedua terdakwa.

"Menyatakan terdakwa Devita Ariyani terbukti secara sadar dan meyakinkan melakukan tindak pidana, dengan sengaja turut serta dilakukannya perbuatan cabul oleh orang lain dengan orang lain, dan menjadikannya mata pencaharian, sebagaimana dalam dakwaan alternatif ketiga. Menjatuhkan pidana dengan pidana penjara 10 bulan," dikutip dalam laman Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Tarakan.

Sementara itu, Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Tarakan, Andi Aulia Rahman mengatakan, pihaknya masih pikir-pikir untuk perkara Muhammad Yus, dan langsung menyatakan banding untuk perkara Dora. Namun, terhadap putusan tersebut pihaknya menghargai sesuai dengan kewenangan dari Majelis Hakim.

"Kedua terdakwa itu terbukti dalam Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Tapi antara Devita dan rekannya itu ada perbedaan, dari segi tindak pidana yang dilakukan keduanya dan pasal sangkaan maupun Undang-Undangnya," ungkapnya.

Muhammad Yus, kata Andi, dalam putusan Majelis Hakim sudah memuat hampir semua tuntutan JPU. Sedangkan untuk Devita dengan tuntutan TPPO, oleh Majelis Hakim diputus dengan pidana Pasal 506 KUHP. "Hak dari Pengadilan kami hargai. Kami akan konsultasi dulu terhadap putusan tersebut apakah akan menyatakan banding atau menerima," tegasnya.

Penasihat Hukum terdakwa, Nunung Tri Sulistyawati saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya masih akan berkonsultasi dulu dengan kliennya, terkait putusan dari Majelis Hakim.

"Saya tidak hadir waktu putusan dibacakan. Kebetulan sedang berada di luar kota. Nanti saya konsultasi dengan terdakwa dulu, apakah menerima atau tidak. Tapi terdakwa sebenarnya menyerahkan sepenuhnya kepada penasihat hukum. Nanti, Senin (18/10) kami nyatakan sikap," pungkasnya. (sas/har)

 


BACA JUGA

Minggu, 28 November 2021 20:03

Pendidikan Program Unggulan Teratas

TARAKAN – Untuk mendukung penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD),…

Minggu, 28 November 2021 20:03

Satu Tersangka Penganiayaan Diamankan

TARAKAN - Kurang dari sehari, Satuan Reskrim Polres Tarakan berhasil…

Minggu, 28 November 2021 19:59

Satu Pengedar Masuk DPO

TARAKAN - Satuan Resnarkoba Polres Tarakan mengungkap peredaran sabu-sabu di…

Minggu, 28 November 2021 19:56

Nicky Pimpin PWI Kaltara

TANJUNG SELOR - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Utara (Kaltara)…

Minggu, 28 November 2021 19:55

Ajak Pihak Ketiga Kelola Videotron

TANJUNG SELOR – Karena beban biaya yang cukup tinggi, pengelolaan…

Minggu, 28 November 2021 19:54

BKD Antisipasi Kecurangan Pelaksanaan SKB

TANJUNG SELOR - Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) Calon Pegawai…

Minggu, 28 November 2021 10:43
Soal Tiga Siswa Penganut Saksi Yehowa yang Tak Naik Kelas 3 Tahun

Mantan Kepala SDN 051 Juata Permai Bantah Lakukan Intoleransi dan Diskriminasi Keyakinan

TARAKAN – Wali Kota Tarakan Khairul angkat bicara terkait persoalan…

Minggu, 28 November 2021 10:35

Surat Suara Disederhanakan

TANJUNG SELOR - Meski belum dipastikan pelaksanaan pemilu 2024, Komisi…

Minggu, 28 November 2021 10:29

Potensi Besar Industri Hijau di Kaltara

TANJUNG SELOR–Pemerintah Provinsi Kaltara berharap pengembangan industri hijau di Kaltara…

Minggu, 28 November 2021 10:27

Elpiji ke Krayan Mulai Normal, Warga Tak Masalah Mengantre asalkan Stok Terpenuhi

Kerusakan pesawat Casa milik PT Pelita Air Service (PAS), beberapa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers