MANAGED BY:
KAMIS
09 DESEMBER
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Jumat, 22 Oktober 2021 20:58
Panen Padi Pakai Teknologi Hazton
PANEN PADI: Petani memisahkan padi dari daunnya dengan mesin perontok padi.

TARAKAN – Dalam mendukung ketahanan pangan lokal, Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) terus melakukan berbagai upaya mengembangkan pertanian. 

Selain melanjutkan penanaman demplot bawang merah, yang mulai menunjukkan pertumbuhan pada daun. Belum lama ini juga membantu petani sawah untuk mengembangkan tanaman padi. 

DKPP mencoba menerapkan teknologi Hazton, yang banyak digunakan di kalangan masyarakat pertanian Indonesia. Karena mampu meningkatkan hasil panen dari biasanya. Upaya tersebut berbuah hasil. Panen perdana di lahan petani di Jalan Serumpun 1 Mamburungan, dengan menggunakan teknologi Hazton, mampu menghasilkan gabah kering hingga dua kali lipat. 

“Biasa kita panen cuma 3,9 ton gabah kering. Ini bisa menghasilkan 6,8 ton,” terang Kepala Bidang Pertanian DKPP Tarakan Husna Ersant Dirgantara, beberapa waktu lalu.

Teknologi Hazton merupakan cara bertanam padi dengan menggunakan bibit tua yang berumur 25-35 hari setelah semai. Dengan jumlah bibit padat 25 – 30 bibit per lubang tanam. Sedangkan cara tanam biasa hanya 4 – 5 bibit per lubang tanam. 

Sayangnya, hasil panen lokal hanya bisa mencukupi kebutuhan petani itu. Keterbatasan lahan membuat DKPP tidak bisa mengembangkan lahan pertanian sawah lebih luas lagi.

Pengembangan tanaman padi ini, selain membantu cara bercocok tanam dengan teknologi Hazton. Petani juga mendapatkan bantuan bibit, pupuk, pestisida serta bantuan dari Pemerintah Pusat berupa mesin perontok padi. 

Tahun ini ada dua kelompok tani yang mendapatkan, yakni Serumpun 1 dan Mapan Sejahtera. Tanaman padi rutin menghasilkan panen setiap tahun dua kali dengan usia tanam 3 bulan. Pada tanaman buah-buahan, DKPP sedang mengembangkan Kecamatan Tarakan Utara menjadi centra penghasil buah. Bantuan bibit buah seperti durian dan mangga dari Pemprov Kaltara telah disalurkan kepada petani. 

Tidak hanya itu, buah alpukat juga turut ditanam. Ersan menilai buah yang kerab dibuat jus tersebut cocok ditanam di Tarakan. Ada sekitar 15 hektare lahan yang bisa dimanfaatkan untuk menanam buah. (mrs/uno) 


BACA JUGA

Minggu, 22 November 2015 19:15

Perang Proksi Ancaman Warga Kaltara

<p style="text-align: justify;"><strong>TANJUNG SELOR</strong> &ndash;…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers