MANAGED BY:
SENIN
29 NOVEMBER
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Sabtu, 23 Oktober 2021 20:35
TKW Ditipu Calo TKI

Dijanjikan Pekerjaan dengan Gaji Tinggi

DIDEPORTASI: Tenri sempat ditipu oleh calo TKI karena dijanjikan pekerjaan dengan gaji tinggi di Malaysia.

NUNUKAN – Nasib naas dialami Tenri Binti Nurung (22), yang dijanjikan pekerjaan layak dengan gaji menggiurkan di Tawau Malaysia. Namun, pekerjaan tersebut tidak pernah diberikan. 

Wanita asal Kota Palopo, Sulawesi Selatan ini rela membawa serta anaknya yang masih berusia setahun. Agar bisa bekerja sebagai TKW di Malaysia.

“Saya masuk Malaysia tahun 2019 bersama suami. Ditawari kerja di kebun milik orang China dengan upah 1.500 Ringgit per bulan. Kami berpikir daripada di kampung kerja serabutan, akhirnya kami nekat mengadu nasib di Malaysia,” ucapnya, Jumat (22/10).

Kehidupan yang kurang layak selama di kampung juga mendasari niat bekerja di negeri orang tersebut. Ia membawa bekal Rp 5 juta untuk berangkat. Uang Rp 2 juta dibayarkan untuk biaya perjalanan dan selebihnya Rp 3 juta dipergunakan membeli kebutuhan bayi dan keperluan sehari-hari.

“Ternyata sampai di Malaysia, pekerjaan yang dijanjikan itu tidak ada. Kami akhirnya menganggur dan suami berusaha mencari kerja sendiri. Status kami ilegal karena masuk lewat jalur lain,” ujar Tenri.

Sadar menjadi korban calo TKI, Tenri bersama suaminya Samsir akhirnya memutuskan bertahan dan mencari uang untuk kembali pulang kampung. Setelah berusaha, Samsir akhirnya mendapat pekerjaan sebagai tukang sabit rumput di salah satu perkebunan sawit Malaysia.

Meski upahnya tidak menentu, namun dengan keuletan dan ketekunan Samsir dalam sebulan mampu menghasilkan sekitar 800 Ringgit Malaysia atau setara Rp 2,5 juta per bulan.

Uang itulah yang sebagian untuk keperluan si buah hati. Termasuk untuk kebutuhan lauk pauk dan disisihkan sedikit demi sedikit agar bisa pulang ke Indonesia. 

“Begitu uang sudah terkumpul dan mau pulang, kami tertangkap polis di Kinabatangan. Kami dibawa ke Depot Imigresen Tawau lebih setengah tahun,” katanya sedih. Tenri mengaku sampai saat ini tidak tahu siapa calo TKI yang dulu sempat menawarinya pekerjaan.

Ia mengaku sangat menyesal telah percaya dengan iming-iming gaji besar di Malaysia. Sampai tidak bisa pulang kampung saat orang tua meninggal dunia. Tenri Binti Nurung pun masuk dalam daftar deportan yang dipulangkan Malaysia pada Kamis (21/10) sore.

Dalam daftar tersebut, ia tercatat sebagai salah satu korban dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Dimintai tanggapan atas kasus ini, Sub-Koordinator Perlindungan dan Penempatan UPT BP2MI Nunukan Arbain mengaku belum mengetahui kasus itu. 

“Biasanya kalau ada kasus TPPO, ada pemberitahuan khusus dari KRI. Saat ini kami belum mendapatkan itu. Namun kami akan melakukan verifikasi dan pendataan untuk menentukan tindakan yang tepat nantinya,” jelasnya.

Jika memang terbukti ada dugaan TPPO, BP2MI akan menyerahkan persoalan tersebut ke polisi untuk menelusuri lebih lanjut. Kendala yang biasa terjadi dalam dugaan TPPO, tempo waktu yang sudah cukup lama dan kurang pahamnya korban terhadap kasus yang dihadapi.

“Kalau memang ada TPPO, tentu tidak diam. Kita bisa koordinasi dengan petugas BP2MI di wilayah korban, untuk melakukan penelusuran bersama polisi nantinya,” tegasnya.

Pemerintah Malaysia melakukan deportasi bagi 193 Pekerja Migran Indonesia (PMI) melalui Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, Kamis (21/10). Jumlah ini berkurang dari yang seharusnya dipulangkan sebanyak 197 orang. Sebagaimana dijelaskan Arbain, ada 3 orang terkonfirmasi positif Covid-19 dan 1 orang belum melengkapi dokumen untuk pemulangan PMI.

“Ini akan berlanjut sampai Desember 2021. Hasil meeting zoom kami bersama stakeholder terkait, akhir Oktober atau awal November nanti, akan ada lagi pemulangan dari Kota Kinabalu sebanyak 354 orang,” tutup Arbain. (*/lik/*/viq/uno) 


BACA JUGA

Minggu, 28 November 2021 20:03

Pendidikan Program Unggulan Teratas

TARAKAN – Untuk mendukung penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD),…

Minggu, 28 November 2021 20:03

Satu Tersangka Penganiayaan Diamankan

TARAKAN - Kurang dari sehari, Satuan Reskrim Polres Tarakan berhasil…

Minggu, 28 November 2021 19:59

Satu Pengedar Masuk DPO

TARAKAN - Satuan Resnarkoba Polres Tarakan mengungkap peredaran sabu-sabu di…

Minggu, 28 November 2021 19:56

Nicky Pimpin PWI Kaltara

TANJUNG SELOR - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Utara (Kaltara)…

Minggu, 28 November 2021 19:55

Ajak Pihak Ketiga Kelola Videotron

TANJUNG SELOR – Karena beban biaya yang cukup tinggi, pengelolaan…

Minggu, 28 November 2021 19:54

BKD Antisipasi Kecurangan Pelaksanaan SKB

TANJUNG SELOR - Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) Calon Pegawai…

Minggu, 28 November 2021 10:43
Soal Tiga Siswa Penganut Saksi Yehowa yang Tak Naik Kelas 3 Tahun

Mantan Kepala SDN 051 Juata Permai Bantah Lakukan Intoleransi dan Diskriminasi Keyakinan

TARAKAN – Wali Kota Tarakan Khairul angkat bicara terkait persoalan…

Minggu, 28 November 2021 10:35

Surat Suara Disederhanakan

TANJUNG SELOR - Meski belum dipastikan pelaksanaan pemilu 2024, Komisi…

Minggu, 28 November 2021 10:29

Potensi Besar Industri Hijau di Kaltara

TANJUNG SELOR–Pemerintah Provinsi Kaltara berharap pengembangan industri hijau di Kaltara…

Minggu, 28 November 2021 10:27

Elpiji ke Krayan Mulai Normal, Warga Tak Masalah Mengantre asalkan Stok Terpenuhi

Kerusakan pesawat Casa milik PT Pelita Air Service (PAS), beberapa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers