MANAGED BY:
SENIN
29 NOVEMBER
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

EKONOMI

Sabtu, 23 Oktober 2021 21:33
Pengusaha Lokal agar Dilibatkan
Ahmad Syamsir Arief

TARAKAN – Presiden Joko Widodo dijadwalkan berkunjung lagi ke Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) pada pekan depan. Untuk melakukan peletakkan batu pertama pembangunan Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan.

Adanya pembangunan KIPI pun disambut positif Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kaltara. Karena akan mengundang investasi besar lainnya di Kaltara. Seperti pembangunan pembangkit listrik berkapasitas besar dan lain-lain. 

Namun, perlunya melibatkan pengusaha lokal di dalamnya dan hal itu harus diinisiasi pihak terkait. Sementara saat ini, belum ada instansi yang melakukannya. 

“Yang jadi masalah, tak ada yang menginisiasi itu. Hanya tataran regulasi sudah selesai. Kan ini harus ada yang mengkoordinir,” terang Ketua HIPMI Kaltara Ahmad Syamsir Arief, Jumat (22/10).

Karena itu, ia menyarankan Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltara harus mengambil prakarsa ini. Dengan mengundang investor luar dan pengusaha lokal, untuk memaparkan akan kebutuhan yang bisa disuplai pengusaha lokal. 

Karena menurut Syamsir, investasi ini bisa memberikan turunan bisnis yang cukup banyak. Misalnya untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja, ada peluang bisnis perumahan, catering, usaha laundry, mini market, dan lain-lain.

Sangat disayangkan jika peluang bisnis turunan itu dilakukan pengusaha dari luar Kaltara. Karena itu, upaya melibatkan pengusaha lokal jangan hanya menjadi gagasan. Tapi diwujudkan dengan memberikan wadah. Pemprov Kaltara memiliki akses itu. 

“Jangan sampai inipun dari luar semua diambil. Tapi kalau hanya sekedar gagasan-gagasan, ini tidak jalan. Karena pelaku-pelaku usaha lokal tidak punya akses kepada pelaku usaha dari luar Kaltara,” ungkapnya. 

Di HIPMI Kaltara, ada pengusaha yang telah memiliki kualifikasi B dalam hal konstruksi membuat jalan. Namun tidak memiliki akses dengan investor luar bermodal besar. 

“Kita berharapnya DPMPTSP yang paling tepat untuk mengundang pelaku-pelaku lokal. Kemudian dipertemukan dengan si pelaku dari luar yang pemilik modal,” harapnya. 

Akan tetapi, pelaku usaha lokal harus menyesuaikan dengan standar yang diminta investor luar. Kalaupun tidak bisa, Pemprov Kaltara bersama HIPMI dapat membina pengusaha lokal, agar bisa memenuhi standar yang diinginkan. (mrs/uno)


BACA JUGA

Selasa, 24 November 2015 18:39

Pasar Tenguyun jadi Lautan Sahabat Pejuang

<p><strong>TARAKAN &ndash;</strong> Setelah sukses menggelar jalan sehat santai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers