MANAGED BY:
SENIN
08 AGUSTUS
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Rabu, 27 Oktober 2021 17:15
Polisi Ungkap Praktik Aborsi di Tarakan, Pelakunya Pria
KASUS ABORSI: Kapolres Tarakan AKBP Fillol Praja Arthadira (tengah) menunjukkan barang bukti terkait dugaan praktik aborsi ilegal, Selasa (26/10).

TARAKAN - Polres Tarakan ungkap dugaan praktik aborsi ilegal di salah satu rumah di Jalan Pulau Bangka RT 14, Kelurahan Kampung Satu Skip, Tarakan Tengah, sekitar pukul 22.00 Wita, pada Kamis pekan lalu (14/10).

Dalam kasus tersebut, pria berinisial SP ditetapkan sebagai tersangka. Kapolres Tarakan AKBP Fillol Praja Arthadira mengatakan, pengungkapan kasus bermula saat Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim mendapati adanya informasi praktik aborsi ilegal di rumah tersangka.

Saat dilakukan penyelidikan, pihaknya berhasil menggagalkan praktik aborsi yang sedang dilakukan SP. “Saat itu kami didampingi ketua RT dan melakukan penggeledahan. Disitu kami amankan handphone, stetoskop, alat tensi darah dan obat-obatan. Pengakuan SP untuk melakukan aborsi itu,” jelasnya, Selasa (26/10).

Tersangka mengakui sudah 9 kali melakukan praktik aborsi ilegal di rumahnya. Tanpa ada izin dan sertifikasi dari Dinas Kesehatan (Dineks) Tarakan. Tersangka berprofesi sebagai mantri dan sudah pensiun sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) pada tahun 2011 silam.

“Info dari teman ke teman, SP ini bisa aborsi ilegal. Lalu pengguna jasa menghubungi SP. Kisaran tarif sekali treatment, antara Rp 500 ribu sampai Rp 1,5 juta,” tutur Kapolres.

Kasat Reskrim Polres Tarakan Iptu Muhammad Aldi menambahkan, untuk usia janin yang selamat dan dilakukan aborsi berusia 1-3 bulan. Lewat dari 3 bulan usia janin, SP seringkali gagal melakukan aborsi. Pengguna jasa biasanya berusia dari kalangan dewasa.

“Pengguna jasa di Tarakan lumayan banyak. Jadi di rumahnya tidak terpampang tulisan klinik. Jadi pengguna jasa janjian dulu sama SP, baru dilayani di sebuah kamar di dalam rumahnya,” ujar Aldi.

Tersangka melakukan praktik aborsi seorang diri. Sementara keluarga hanya mengetahui tersangka hanya mengobati orang sakit. Praktik tersebut sudah dilakukan SP sejak tahun 2011 silam. Dugaan tersangka juga menjual obat-obatan penggugur kandungan, masih didalami pihak kepolisian.

“Intinya, pengguna jasanya ada juga dari luar Tarakan hingga pulau Jawa,” imbuhnya. Barang bukti yang berhasil diamankan berupa peralatan medis. Diantaranya dua suntikan, alat penjepit, gunting serta kapas.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka disangkakan Pasal 75 juncto Pasal 194 Undang-Undang RI tentang kesehatan atau pasal 64 juncto pasal 83 UU RI tentang tenaga kesehatan atau pasal 299 ayat 1 KUHP. (sas/uno)


BACA JUGA

Senin, 08 Agustus 2022 10:50
Pelaku Curi Besi untuk Beli Sabu

Besi Pertamina Dicuri, Ruginya Ratusan Juta

TARAKAN - Tertangkap tangan tengah memotong besi milik Pertamina di…

Senin, 08 Agustus 2022 10:47

Lapas Tarakan Klaim Tidak Temukan Napi Terlibat Sabu

TARAKAN - Tersangka DS (32) dalam pengungkapan sabu yang dilakukan…

Sabtu, 06 Agustus 2022 21:09

Warga Tarakan Bawa 1 Kg Sabu

SATUAN Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI – Malaysia, Yonarmed…

Jumat, 05 Agustus 2022 20:53

Motor Curian Dikirim ke Sebatik

TARAKAN - Upaya pelaku FA mengirimkan motor curian ke Sebatik,…

Kamis, 04 Agustus 2022 21:00

Nama Kadinkes Tarakan Dicatut

TARAKAN - Nama Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tarakan Devi Ika…

Kamis, 04 Agustus 2022 20:59

Pembelian BBM Bersubdisi Pakai Aplikasi di Tarakan, Sudah Tahap Registrasi

TARAKAN - Penerapan pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsdi bagi…

Selasa, 02 Agustus 2022 21:52

Petani Rumput Laut Dibekuk Tim Patroli

NUNUKAN – Tim Gabungan Second Fleet Quick Respons (SFQR) Pangkalan…

Sabtu, 30 Juli 2022 21:26

Sepekan Sekali Wajib Lapor

TARAKAN - Hingga saat ini, klien asimilasi bagi narapidana di…

Sabtu, 30 Juli 2022 21:24

Aturan Baru di Pelabuhan

MEGAHNYA bangunan Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, pasca direnovasi total pada…

Jumat, 29 Juli 2022 13:49

Petani Rumput Laut Sesalkan Pemberitahuan Ranjau Sisa Perang Dunia Baru Sekarang

TARAKAN - Petani rumput laut meminta waktu untuk tidak lagi…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers