MANAGED BY:
SELASA
18 JANUARI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Sabtu, 20 November 2021 12:21
Seleksi CPNS di Kaltara, Dokter Spesialis Sepi Peminat
ilustrasi

TANJUNG SELOR - Sejak dibukanya seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) beberapa bulan lalu, hingga ditetapkan 806 orang masuk tahap seleksi kompetensi bidang (SKB), formasi dokter spesialis sepi peminat. Hal ini diungkapkan Kasubbid Pengadaan dan Pensiun Pegawai, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltara, Arya Mulawarman. 

Ia menjelaskan,  jumlah alokasi formasi disediakan untuk 1.098 kuota.  Dari alokasi yang disediakan terdapat beberapa formasi yang mengalami kekosongan dan kurang peminat. Formasi CPNS yang kosong itu dari dokter spesialis yang tidak ada pelamarnya. “Dari seleksi sebelumnya, juga dokter spesialis sepi peminat," ungkapnya, Jumat (19/11). 

Kekosongan tersebut bukan karena tidak lulus seleksi, melainkan belum ada pendaftar pada formasi tersebut. Berkaca dari pengalaman sebelumnya, formasi dokter spesialis juga jarang yang mengisi. Sejak awal pengumuman pembukaan seleksi, formasi tersebut memang tidak terisi. Berbeda dengan formasi lainnya. Meski begitu, pihaknya tetap berencana mengusulkan formasi dokter spesialis di tahun berikutnya. 

"Kalau formasi lain, lain lagi. Ada yang terisi, namun saat SKD atau seleksi kompetensi dasar, ada yang tidak ikut dan ada juga yang tidak lolos. Kalau dokter spesialis, memang sepi peminat," terangnya. 

Selain dokter spesialis, jabatan kosong lainnya antara lain pengelola keuangan pada Biro Humas dan Protokol dan Biro Umum, jabatan verifikator keuangan pada Bapenda, Biro Pembangunan, Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (DKISP), Satpol PP, jabatan pengelola pajak daerah pada Bapenda dan lainnya. 

"Itu yang juga kosong. Namun rata-rata bukan karna sepi peminat, melainkan pesertanya tidak lolos saat SKD," sebut dia. 

Untuk diketahui,  SKD CPNS sebenarnya diikuti 5.286 peserta. Namun hanya 4.483 yang terdata ikut. Itu berdasarkan hasil dari masa sanggah dan lainnya. Kemudian, yang berhasil lolos dengan status passing grade sebanyak 1.919 peserta. Berdasarkan aturannya, yang diambil untuk ikut SKB ada tiga orang dengan nilai tertinggi di masing-masing formasi. Oleh sebab itu, ditetapkan 806 orang mengikuti SKB. (fai/luc/k16)

 

 



BACA JUGA

Senin, 17 Januari 2022 20:28

Kondisi Jalan Memprihatinkan

TIDENG PALE – Kondisi jalan memprihatinkan menuju Desa Seputuk, Kecamatan…

Senin, 17 Januari 2022 20:24

Realisasi Pembentukan DOB Tanjung Selor, Masih Terkendala Moratorium

TANJUNG SELOR – Pemerintah Pusat masih lakukan moratorium terhadap pemekaran…

Senin, 17 Januari 2022 20:22

2 Unit Mobil Belum Dievakuasi

TANJUNG SELOR - Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Tanjung…

Senin, 17 Januari 2022 20:18

Bawa Amanah dari Mabes AD

TANJUNG SELOR - Menjabat sebagai Komandan Korem (Danrem) 092/Maharajalila Brigjen…

Minggu, 16 Januari 2022 20:02

Unjuk Rasa di Tarakan Tahun Lalu Meningkat

TARAKAN - Kegiatan unjuk rasa (unras) yang dilakukan masyarakat maupun…

Minggu, 16 Januari 2022 20:02

Angkutan Udara Perintis ke Perbatasan Nunukan-Malaysia Berlanjut

TARAKAN – Pemerintah Pusat melanjutkan program subsidi angkutan udara perintis…

Minggu, 16 Januari 2022 20:01

Manfaatkan Wilayah Perairan Tarakan

TARAKAN - Wilayah Tarakan yang dikelilingi perairan menjadi indikasi beredarnya…

Minggu, 16 Januari 2022 20:00

Pasca Tenggelamnya Kapal Barang di Salimbatu, Dua Orang Jalani Pemeriksaan

TANJUNG SELOR – Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Tanjung…

Minggu, 16 Januari 2022 19:59

Kebakaran di Tanjung Selor, Kerugian Ditaksir Rp 1 Miliar

WARGA di Jalan Sengkawit Tanjung Selor dikejutkan dengan kebakaran yang…

Sabtu, 15 Januari 2022 20:32

DPRD Bulungan dan Kaltara Harus Turun ke Lapangan

TANJUNG SELOR – Adanya dugaan pelanggaran di PT Tubindo, yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers