MANAGED BY:
SENIN
08 AGUSTUS
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

EKONOMI

Sabtu, 20 November 2021 12:23
Naik Rp 15 Ribu, Kenaikan UMP Kaltara Perlu Disyukuri
SEPAKAT: Serikat pekerja dan Apindo Kaltara menandatangani berita acara rapat penetapan UMP Kaltara tahun 2022 di Swiss-belhotel Tarakan, Kamis (18/11).

 

Dewan Pengupahan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) telah mendapatkan besaran upah minimum provinsi (UMP) di 2022.

 

TARAKAN-Dengan mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan, diperoleh nilai UMK tahun depan sebesar Rp 3.016.738. Dibandingkan UMP 2020, terjadi kenaikan meski tidak signifikan. Kenaikannya Rp 15.934, dari UMP saat ini Rp 3.000.804, atau jika dipersentasekan sebesar 0,52 persen.

Kenaikan sebesar Rp 15.934 dinilai pengamat ekonomi dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bulungan-Tarakan Ana Sri Ekaningsih sudah cukup banyak.

“Bersyukur, itu Rp 15 ribu banyak dan juga lagi pandemi begini,” ujar Sri Ekaningsih, Jumat (19/11).

Menurutnya, imbas tidak hanya dirasakan tenaga kerja, pengusaha bahkan lebih parah. Karena itu, mestinya kenaikan tersebut disyukuri dan tidak perlu ada aksi demo untuk dinaikkan.

Kenaikan itu juga perlu disyukuri karena menurut Ana Sri Ekaningsih, menunjukkan iKtikad baik dari pemerintah untuk menaikkan upah. Karena ia menilai, pemerintah juga ingin ada geliat perekonomian di tengah pandemi Covid-19.

“Maksudnya dari pemerintah menaikkan ini juga supaya ada transaksi dan ada peredaran lalu lintas uang dan jasa, sehingga nantinya akan menumbuhkan riak-riak perekonomian dan akan menjadikan pemulihan ekonomi,” ungkapnya.

Dengan naiknya UMP, Ana menilai, daya beli masyarakat juga akan meningkat, Sehingga muaranya pada riak ekonomi yang diharapkan ada pertumbuhan ekonomi. Namun, sebelum naiknya upah, Ana menilai, sudah terlihat pertumbuhan ekonomi di Kaltara meski ada kontraksi pada triwulan pertama.

Disinggung Upah Minimum Kota (UMK) Tarakan, Ana menilai semestinya harus naik juga. Akan tetapi, yang ia ketahui biasanya UMK Tarakan lebih tinggi dari UMP. 

Jika UMP sudah hampir rampung, pembahasan UMK Tarakan baru akan dibahas lebih lanjut pada Senin (22/11). Dewan Pengupahan Tarakan sebelumnya sudah dua kali mengagendakan pertemuan, namun tidak dihadiri serikat buruh.

Menurut Ketua Serikat Pekerja Perkayuan dan Kehutanan (Kahut) Kaltara Gusmin, ketidakhadiran serikat buruh karena kecewa pada regulasi tata tertib (tatib) yang digunakan untuk perhitungan menetapkan UMK.

Ia menilai, regulasi itu terkesan membungkam atau membatasi pihaknya untuk berdiskusi. Di samping itu, pihaknya juga kurang setuju dengan indikator yang digunakan Badan Pusat Statistik (BPS) dalam menentukan inflasi atau pertumbuhan ekonomi sehingga diperoleh angka terlalu kecil 0,97 persen.

“Jadi berbagai pertimbangan itulah kami akhirnya waktu pembahasan tatib, undangan itu kami tidak menghadiri karena untuk intervensi, koreksi dirilah kenapa seperti ini pemerintah,” tutur Gusmin, Jumat (19/11).

Namun diakui Gusmin, ketika itu pihaknya belum tahu jika regulasi mengacu pada aturan baru yang dikeluarkan Pemerintah Pusat yakni Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.

Karena itu, Gusmin mengakui ada rencana pihaknya bersama serikat pekerja lain untuk melakukan aksi demo ke Kantor Wali Kota Tarakan pada 23 November nanti. (mrs/luc/K16)

 


BACA JUGA

Minggu, 07 Agustus 2022 14:17

Tekanan Inflasi di Kaltara Alami Penurunan

TARAKAN - Tekanan inflasi Provinsi Kalimantan Utara pada Juli 2022…

Sabtu, 06 Agustus 2022 21:10

Dua Kota Sumbang Inflasi IHK

TARAKAN - Tekanan inflasi Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) pada Juli…

Senin, 01 Agustus 2022 20:56

Harga LPG 3 Kg Dikeluhkan Warga

MEROKETNYA harga gas Liquefied Petroleum Gas disingkat LPG subsidi 3…

Kamis, 28 Juli 2022 21:12

Di Bulungan, Komoditas Kakao Prospeknya Menjanjikan

TANJUNG SELOR - Tanaman kakao merupakan salah satu komoditas di…

Selasa, 19 Juli 2022 20:39

Manfaatkan Keberadaan Mall UMKM

TANJUNG SELOR  - Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Bulungan Risdianto berharap keberadaan…

Jumat, 15 Juli 2022 17:18

Di Bulungan, Harga Cabai Turun Pelan-Pelan

TANJUNG SELOR–Petani cabai sangat berperan penting dalam menstabilkan harga di…

Kamis, 14 Juli 2022 21:16

PENING BEB...!! Harga Cabai di Nunukan Tembus Rp 200 Ribu per Kg

NUNUKAN - Harga cabai rawit di Nunukan, tembus Rp 200…

Rabu, 13 Juli 2022 21:27

Perdagangan di Perbatasan Bakal Dievaluasi

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Kaltara merespons terkait jalan perbatasan yang ditutup…

Senin, 11 Juli 2022 18:24

Pengembangan Kopi dan Kakao Sasar Tiga Kecamatan di Bulungan

TANJUNG SELOR - Pemerintah Kabupaten Bulungan, telah mengadakan Memorandum Of…

Kamis, 07 Juli 2022 21:02

Inflasi di Berau Menurun

SESUAI data Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Harga Konsumen (IHK)…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers