MANAGED BY:
SELASA
24 MEI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

BENUANTA

Selasa, 23 November 2021 19:46
Manfaatkan Podcast
VIA PODCAST: Ketua KPU Kaltara Suryanata Al Islami (kanan) bersama Komisioner KPU Bulungan Chairullizza diskusi perdana di Podcast KPU Bulungan.

KOMISI Pemilihan Umum (KPU) Bulungan memilih menggunakan podcast, untuk menyampaikan sosialisasi kepada masyarakat. 

Menurut Ketua KPU Bulungan Lili Suryani mengatakan, podcast dipilih bukan hanya karena tren saat ini. Melainkan untuk memudahkan KPU Bulungan dalam melaksanakan sosialisasi. Apalagi, informasi yang disampaikan detail dan banyak. 

“Khususnya di masa pandemi ini, kita berupaya menyampaikan informasi tanpa harus mengumpulkan orang. Setidaknya informasi sampai ke masyarakat,” terang Lili, Senin (22/11).

Saat podcast, narasumber yang dihadirkan selain internal KPU Bulungan dan KPU Kaltara, juga dilibatkan penyelenggara se- Kaltara. Bahkan unsur Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida), termasuk stakeholder terkait lainnya yang terlibat dalam Pemilu, Pilkada maupun Pileg.

“Nantinya, narasumber disesuaikan dengan isu yang ada dan sesuai tahapan yang berjalan,” imbuhnya. 

Selain itu, KPU se-Kaltara juga diminta ikut andil. Minimal menjadi narasumber dan menyampaikan yang disiapkan di setiap daerah. Baik menghadapi pemilu, maupun evaluasi. Podcast KPU Bulungan yang dinamakan Tenguyun ini, bukan hanya di Bulungan saja. Namun bisa mencakup se-Kaltara. 

“Untuk KPU, ini yang pertama di Kaltara. Kalau di daerah lain juga ada,” ujarnya. Sementara itu, Ketua KPU Kaltara Suryanata Al Islami mengatakan, adanya podcast itu menjadi salah satu strategi sosialisasi KPU. 

KPU juga sepakat, podcast tidak hanya menjadi bagian yang melibatkan penyelenggara. Namun bisa mengundang partai politik dan stakeholder terkait. “Parpol diundang untuk menyampaikan gagasannya dan komitmen mereka di Bulungan. Saya harap ini bisa dicontoh oleh KPU di daerah lain,” jelasnya.

Di tengah keterbatasan pasca pemilihan, KPU bisa menghadirkan podcast ini. Dengan harapan, perhatian pemerintah daerah bisa besar terhadap penyelenggara. Sehingga kerja ke depan bisa jadi lebih baik. Tingkat partisipasi ke depan, bukan hanya dari sisi kuantitas, melainkan meningkatkan kualitas demokrasi.

“Ke depan, tingkat partisipasi pemilih tidak hanya menghitung jumlah banyaknya orang yang datang ke TPS. Namun diukur juga yang melatarbelakangi datang ke TPS,” pungkasnya. (fai/uno) 


BACA JUGA

Jumat, 20 November 2015 18:16

165 Calon Banpol PP Tak Lolos Tes Fisik

<p><strong>TANJUNG SELOR</strong> &ndash; Sebanyak 165 orang calon anggota Bantuan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers