MANAGED BY:
SENIN
08 AGUSTUS
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Minggu, 28 November 2021 10:35
Surat Suara Disederhanakan
Suryanata

TANJUNG SELOR - Meski belum dipastikan pelaksanaan pemilu 2024, Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menyusun mekanisme pemungutan suara serta skema yang digunakan. Salah satunya adalah penyederhanaan surat suara. Ketua KPU Kaltara Suryanata Al Islami mengatakan, ada potensi penyederhanaan surat suara. Penyederhanaan surat suara dilakukan sebagai bentuk evaluasi dari pelaksanaan Pemilu 2019 lalu yang dilaksanakan serentak dan menggunakan lima surat suara sekaligus. 

Berdasarkan hasil simulasi, pemungutan suara dengan menggunakan tiga surat suara terbukti efektif mempersingkat waktu pemilih untuk mencoblos di bilik suara. "Kemarin dari hasil simulasi ujicoba tiga surat suara itu, waktu yang dibutuhkan bisa sampai 3-4 menit jadi bisa memangkas waktu," bebernya.

KPU Kaltara, mendukung penyederhanaan surat suara dengan prinsip tidak merugikan pemilih dan peserta Pemilu. Beberapa perbaikan, perlu dilakukan di sisi regulasi untuk pemilih Daftar Pemilihan Tetap (DPT), Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) dan lainnya. Prinsip KPU, tetap ingin menyelamatkan suara pemilih dan tidak merugikan peserta pemilihan. "Ini yang sedang diupayakan KPU. Maka dari itu, kita mendukung sepenuhnya," ungkapnya.

 Sementara itu, Komisioner KPU Kaltara Divisi Teknis Penyelenggaraan Teguh Dwi Subagyo menjelaskan penyederhanaan surat suara itu, direncanakan untuk pemilihan Presiden/Wakil Presiden, DPR-RI, DPD-RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota. Banyak persoalan  kompleks yang ada pada pemilu. Serta menelan banyak korban dan harus ada upaya pembenahan teknis. Berkaca dari pemilu 2019. Apalagi nanti, di 2024 harus dihadapkan dengan Pilkada. 

"Salah satu hasil dari evaluasi para pegiat Pemilu menunjukan banyak pemilih yang merasa kesulitan memilih lima surat suara dengan waktu terbatas. Lima surat suara panjang prosesnya untuk penyelenggaranya jadi membebani sekali," jelasnya. 

Sebagai contoh, surat suara untuk Presiden/Wakil Presiden yang digabung dengan DPR-RI, lalu surat suara untuk DPD-RI serta surat suara untuk DPRD Provinsi yang digabung dengan DPRD Kabupaten/Kota. Kata dia, ada wacana menggabungkan surat suara jadi tiga surat suara, dan memang sudah sempat diujicobakan di Manado dan akan diujicoba terus di tempat lain. 

"Jadi surat suara satu untuk Presiden dengan DPR RI, surat suara kedua khusus untuk DPD RI, lalu surat suara ketiga untuk DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten Kota," sebut dia. 

Penggabungan surat suara Presiden dan DPR RI karena pihak KPU ingin mengadopsi efek ekor jas. KPU ingin mencoba mengadopsi efek ekor jas, karena Presiden yang mengusung Parpol yang representasinya keterwakilan di DPR-RI. Ketika Parpol mengusung Presiden, tertentu imbasnya partai itu juga menjadi pemenang mengikuti Presiden terpilih.  

"Untuk DPD beda surat suara karena tidak ada keterkaitan DPD dengan Pilpres dan keterkaitan DPD dengan DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota," ujarnya. (fai)

 

loading...

BACA JUGA

Senin, 08 Agustus 2022 10:51

Di Tarakan, Pemohon Warga Tidak Mampu Membludak

TARAKAN - Pemkot Tarakan menambah kuota afirmasi dalam Penerimaan Peserta…

Senin, 08 Agustus 2022 10:46
Pemkab Bulungan Masih Mendata

Nasib Honorer Mengambang, Masih Tunggu Arahan Lanjutan dari Pemerintah Pusat

Pemkab Bulungan masih mendata jumlah tenaga honorer yang ada saat…

Minggu, 07 Agustus 2022 14:16

Pendapatan APBN Alami Kenaikan

TANJUNG SELOR - Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran (PPA) I,…

Minggu, 07 Agustus 2022 14:03

Katanya Kuota Melimpah, Antrean Mengular, DPRD Minta Dinas Terkait Turun ke Lapangan

Antrean mengular sepanjang ruas Jalan Sengkawit, Tanjung Selor, masih sulit…

Sabtu, 06 Agustus 2022 21:07

Inginkan Masa Penahanan di Lapas Tarakan

TANJUNG SELOR – Agenda persidangan perkara ilegal mining dengan terdakwa…

Jumat, 05 Agustus 2022 20:52

Barang Bukti Ilegal Dibakar

NUNUKAN – Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas I Tarakan Wilayah…

Jumat, 05 Agustus 2022 20:47

Sementara hanya 2 Saksi

TANJUNG SELOR - Sidang perkara ilegal mining dengan terdakwa Hasbudi,…

Jumat, 05 Agustus 2022 20:45

Waspadai Kosmetik Ilegal, Temukan 1.740 Produk Tanpa Izin Edar

TARAKAN – Masyarakat agar lebih waspada dalam pembelian kosmetik. Apalagi…

Kamis, 04 Agustus 2022 20:57
4 Bulan, Sudah 47 Kg Sabu Asal Malaysia Diamankan di Nunukan

3 Kurir Sabu di Nunukan Terancam Hukuman Mati

NUNUKAN – Tiga orang kurir narkotika golongan I jenis sabu,…

Kamis, 04 Agustus 2022 20:55

Dugaan Jual Beli Jabatan di Pemprov Kaltara, Terduga Terlapor Belum Diperiksa

TANJUNG SELOR – Terjadinya dugaan jual beli jabatan di lingkup…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers