MANAGED BY:
SELASA
18 JANUARI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

BENUANTA

Jumat, 03 Desember 2021 12:13
16 Kasus Kematian Ibu Selama Tahun 2020 di Kaltara
ilustrasi

TANJUNG SELOR – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara Tina Wahyufitri, derajat kesehatan adalah kesehatan ibu dan anak. Masalah terkait kesehatan ibu dan anak masih menjadi persoalan penting yang harus dihadapi.  Kementerian kesehatan menyebutkan bahwa disparitas kesehatan ibu dan anak dipengaruhi faktor geografis, seperti daerah terpencil dan kepulauan, ketersediaan fasilitas kesehatan dan obat-obatan terjangkau belum terpenuhi.

Kurangnya tenaga kesehatan, dan masalah finansial dalam mengakses pelayanan kesehatan yang disediakan oleh pemerintah.
Beberapa indikator yang dinilai peka dan telah disepakati secara nasional sebagai ukuran derajat kesehatan terkait kesehatan ibu dan anak meliputi Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), Angka Kematian Balita (AKABA), dan status gizi bayi/balita.

Tina menjelaskan menurut batasan dari Tenth Revision of the International Classification of Disease (ICD-10), kematian ibu adalah kematian wanita yang terjadi saat kehamilan, atau dalam 42 hari setelah berakhirnya kehamilan. “Kematian ibu disebabkan oleh kejadian yang berhubungan dengan kehamilan atau yang diperberat oleh kehamilan tersebut atau penanganannya,” katanya, Kamis (2/12)

Selama tahun 2020, Dari 13.335 bayi lahir hidup, terdapat 16 kasus kematian ibu, yang terbanyak dari Kabupaten Nunukan. Sebagian besar perempuan berumur 15-49 tahun yang pernah melahirkan selama 2018-2020 melahirkan anaknya di rumah sakit/RS bersalin (53,97 persen), sementara lainnya melahirkan di rumah bersalin/klinik (14,97 persen), puskesmas (17,69 persen), rumah (9,97 persen), praktik tenaga kesehatan (3,26 persen), dan pustu (0,13 persen).

Dilihat dari penolong proses kelahiran, sebagian besar proses persalinan perempuan yang melahirkan dibantu oleh bidan dan dokter kandungan. Sebanyak 54,35 persen dibantu oleh bidan dan 38,71 persen dibantu oleh dokter kandungan. Walaupun demikian, masih terdapat juga yang dibantu oleh dukun beranak/paraji. (*nnf)

 



BACA JUGA

Selasa, 18 Januari 2022 14:17

Mobil Sudah Dievakuasi, Kapal Karam Mulai Ditarik

TANJUNG SELOR–Kapal KM Satu Dua akhirnya dievakuasi Tim dari Unit…

Senin, 17 Januari 2022 20:37

Target Tahun Ini Sudah Ada Regulasi

TANJUNG SELOR – Masih ditemukan adanya kendaraan yang terparkir di…

Senin, 17 Januari 2022 20:33

Direncanakan Maskapai akan Bertambah

TARAKAN – Bandar Udara (Bandara) Juwata Tarakan masih menantikan terwujudnya…

Sabtu, 15 Januari 2022 20:36

Kapal Muatan Barang Ekspedisi Tenggelam

TANJUNG SELOR - Kapal Motor (KM) 21 GT 34 No-13…

Sabtu, 15 Januari 2022 20:30

Payung Hukum Masih Dibahas

TARAKAN – Tidak tersedianya penerangan di wilayah perairan Tarakan, bisa…

Jumat, 14 Januari 2022 20:49

Dikenal Humoris dan Ceria

KABAR duka menyelimuti Kalimantan Utara (Kaltara). Kepala Ombudsman RI Perwakilan…

Kamis, 13 Januari 2022 20:39

SPJ Berusaha Berikan Kontribusi

TANJUNG SELOR – Saat pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) Serikat Pemuda Jawa…

Kamis, 13 Januari 2022 20:37

Jumlah Masih Terbatas

TARAKAN – Umat Islam di Indonesia kini bisa menunaikan ibadah…

Kamis, 13 Januari 2022 20:21

Tiap Anak Harus Terpenuhi Haknya

TARAKAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan sedang mempersiapkan diri menuju…

Rabu, 12 Januari 2022 21:11

Penanganan Awal Jalan Berlubang

TANJUNG SELOR – Pengguna jalan yang melintasi Jalan Semangka, tepatnya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers