MANAGED BY:
SELASA
24 MEI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Rabu, 22 Desember 2021 20:33
Yang di Sini Waspada, Ada Warga yang Jadi Korban Keganasan Buaya

Pencarian Hari Pertama Masih Nihil

PENCARIAN KORBAN: Tim Basarnas TARAKAN masih berusaha untuk mencari korban yang diterkam hewan buas, Selasa (21/12).

TANJUNG SELOR – Warga yang bermukim di Desa Bebatu, Kabupaten Tana Tidung (KTT) harus lebih ekstra waspada. Mengingat, di kanal Kilometer 6 Desa Bebatu, tersebut hidup hewan buas, yakni buaya. 

Pasalnya, Zainal Abidin yang merupakan warga RT 02 Desa Seludau telah menjadi korban keganasan buaya kanal Bebatu, Senin lalu (20/12), sekira pukul 17.45 Wita. Mulanya, korban yang berusia 30 tahun itu bersama rekannya Purnawan, berangkat dari Sesayap Selor ke Desa Bebatu, pukul 10.00 Wita. 

Keduanya berencana untuk mancing di Pelabuhan Besar Bebatu. Namun, sekitar pukul 17.30 Wita, keduanya memutuskan untuk pulang. Akan tetapi, dalam perjalanan, keduanya memilih singgah di Kilometer 6 melanjutkan mancing. Keduanya, berpisah tempat saat mancing. Dengan batas jarak sekitar 25 meter. 

Tidak berselang lama, kurang lebih 15 menit, Purnawan mendengar teriakan. Mendengar itu, dia berlari ke arah sumber suara. Sontak, dia melihat temannya Zainal sudah diterkam buaya. 

Melihat itu, pria berusia 45 tahun itu hanya bisa menangis sembari berteriak minta pertolongan. Kapolsek Sesayap Hilir Ipda Jaimin saat  dikonfirmasi mengatakan pencarian terhadap korban masih dilakukan. 

“Sekarang pencarian masih berjalan. Selain patroli, kita juga mendatangkan pawang dari Malinau. Jumlah pawang saat ini dua orang. Bergerak dari dua sisi,” terangnya, kemarin (22/12). 

Pada titik yang kemungkinan atau biasa temukan buaya, tapi hasilnya masih nihil. Menurut Jaimin, lokasi kejadian persisnya pada kanal bukan sungai besar. Dengan lebar lima meter dan panjang sekitar 750 meter. Proses pencarian pun dibantu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Basarnas Tarakan, TNI/Polri dan masyarakat. 

“Pencarian terus maksimal kita lakukan, sejak tadi malam (kemarin, Red). Hingga sore ini belum ada tanda-tanda korban ditemukan,” tuturnya. Dari keterangan saksi, saat mendekati titik suara teriakan awal, mendapati buaya sudah berputar-putar di dalam kanal itu. 

“Jadi, persis diterekam langsungnya tidak dilihat. Mengingat keduanya mancing berjauhan sekitar 25 meter,” imbuh Jaimin. 

Di areal tersebut memang terbilang rawan dan sering terlihat buaya. Masyarakat pun berinisiatif memasang spanduk bertuliskan peringatan. “Apalagi kalau sore atau menjelang Magrib, sebaiknya kalau mancing. Disarankan tetap waspada dan hindari mancing sendirian, minimal dua orang itupun jangan berpisah. Karena daerah ini, dikenal banyak buaya,” kata warga setempat yang enggan namanya dikorankan. 

Kantor Pencarian dan Pertolongan atau SAR Tarakan turut membantu pencarian korban hilang yang diduga diterkam buaya. Tim SAR menurunkan satu team rescue dengan enam orang personel. 

“Kami dalam siaga Natal dan Tahun Baru, enam orang personel diturunkan menggunakan armada Rigid Inflatable Boat (RIB) menuju ke lokasi kejadian. Jaraknya sekitar 25,29 NM Tarik lurus dari kantor SAR Tarakan. Tim tiba setelah perjalanan 1,5 jam,” jelas Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Tarakan Amiruddin, Selasa (21/12).

Pencarian di hari pertama hingga pukul 17.30 Wita masih nihil. Tim SAR gabungan, dibantu personel POS Angkatan Laut (AL), Polsek Bebatu, BPBD Tana Tidung beserta warga sekitar. Sementara tim akan bertahan di POS AL Desa Bebatu dan akan melanjutkan pencarian. 

“Kondisi, medan LKP (Lokasi Kejadian Perkara) merupakan sungai kecil. RIB kami tidak bisa masuk. Jadi menggunakan kendaraan Polsek Bebatu lewat darat untuk bisa masuk ke LKP,” tuturnya. 

Lokasi kejadian sebenarnya berada di pinggir jalan. Namun sungai sangat kecil seperti air tergenang bukan sungai besar. Dalam pencarian korban ini, tim juga lebih berhati-hati. Dikhawatirkan ada buaya lain yang masih ada di sekitar lokasi kejadian. 

Namun, tim masih berharap bisa menemukan korban dalam kondisi selamat. “Lokasi jauh dari perumahan, anggota stay di Pos AL Desa Bebatu. Sampai batas waktu sesuai SOP pencarian selama 7 hari,” tutupnya. (*/mts/sas/uno)


BACA JUGA

Kamis, 19 November 2015 18:03

Penghitungan Suara Gunakan Sistem Online

<p><strong>TANJUNG SELOR</strong> &ndash; Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Utara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers